Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 37 Melamar Syaqilla


__ADS_3

Kedatangan rombongan keluarga Arrash sudah disambut oleh paman dan bibi Syaqilla.


"Mari bapak ibu semuanya silahkan masuk" ucap paman Syaqilla bernama Joni.


"Mari langsung pada masuk saja kita sekalian makan siang. Pasti belum pada makan siang kan?" tanya Iis istri paman Joni.


Mereka langsung dijamu makan siang dengan masakan khas sunda.


Setelah selesai makan siang barulah papah Ridwan berbicara.


"Begini pak maksud kedatangan kami sekeluarga kerumah bapak mungkin sudah diberitahukan oleh Syaqilla. Jadi kami kemari hendak melamar Syaqilla dan Insya Allah lamaran tersebut akan kami laksanakan pada hari esok pukul 10 pagi" ucap papah Ridwan.


"Syaqilla sudah berbicara pada kami pak Ridwan, kami yang akan mewakili orang tuanya untuk mendampinginya saat lamaran dan proses-proses untuk menuju ke hari pernikahan. Saya juga yang akan menjadi wali nikahnya" ucap Joni.


"Baiklah kalau begitu kami akan kembali lagi besok diacara lamaran, kami akan pulang dulu ke hotel untuk istirahat" ucap papah Ridwan.


"Baik pak, dihotel mana anda tinggal pak? Nanti sore saya ingin mengirimi makan malam" ucap Iis.


"Kami menginap di Grand Hotel pak bu. Kami kemari untuk mengantar Syaqilla agar bisa mempersiapkan diri untuk acara lamaran esok" ucap mamah Novi.


"Syaqilla sudah lama tidak kemari ada mungkin 3 tahun, dan saat bertunangan dengan Fikri kami yang datang kejakarta, tapi sayangnya mereka belum berjodoh jadi pertunangan mereka akhirnya batal" ucap Joni.


"Iya pak, ternyata Fikri kembali rujuk dengan mantan istrinya dan Syaqilla bersama putra saya" ucap papah Ridwan.


"Betul itu pak, jodoh itu tidak ada yang tahu" ucap Joni.


"Baik pak alau begitu kami sekeluarga pamit" ucap papah Ridwan.


"Coba saja rumah saya besar pasti anda sekalian tidak perlu repot-repot tinggal dihotel" ucap Joni.


"Tidak apa-apa pak Joni kami sekalian menikmati libur akhir pekan, kebetulan juga kami jarang berlibur" ucap papah Ridwan.


"Wah pasti penat sekali ya pak dengan pekerjaan yang banyak terus suasanaa ibu kota yang ramai ditambah jarang berlibur pasti semakin membuat jenuh" ucap Joni.


"Ya begitulah resiko tinggal diibukota" ucap papah Ridwan.


Pembicaraan santai mereka akhirnya terhenti dikarenakan rombongan keluarga Arrash kembali kehotel.


"Arrash opa ingin bicara denganmu dengan Ridwan juga" ucap opa Ferdi.


"Iya opa" "Iya pah" ucap Arrash dan papah Ridwan bersamaan kemudian mengikuti opa Ferdi.


Mereka masuk kekamar Arrash.


"Berapa lama setelah lamaran kalian akan menikah?" tanya opa Ferdi.


"Kalau Arrash ingin cepat opa. Tapi Syaqilla bilang nunggu kakinya sembuh dulu dan dilepas Gipsnya" jawab Arrash.


"Berapa lama lagi Gipsnya dilepas?" tanya opa Ferdi.


"Sekitar 6 minggu lagi gipsnya bisa dilepas opa" jawab Arrash.

__ADS_1


"Menurutmu bagaimana Wan?" tanya opa Ferdi pada papah Ridwan.


"Kalau menurutku terserah pada Arrash dan Syaqilla saja pah, mereka yang menjalaninya juga" ucap papah Ridwan.


Opa Ferdi mengangguk.


"Berarti hari minggu kita kembali kejakarta bersama Syaqilla juga?" tanya papah Ridwan.


"Iya opa, Syaqilla juga ikut kita kembali kejakarta" jawab Arrash.


"Baiklah sudah jelas berarti rencananya, sebaiknya kita istirahat nanti bangun kita jalan-jalan sore" ucap opa Ferdi.


"Iya opa" "Iya pah" ucap Arrash dan papah Ridwan bersamaan.


Sore tiba.


Keluarga Arrash menikmati suasana kota bandung dengan pergi ke beberapa tempat wisata, para wanita juga berbelanja cukup banyak pakaian, aksesoris, tas dan lain- lain.


Mereka kembali ke hotel pukul 9 malam.


"Bu Novi ini tadi sore ada kiriman makanan dari bu Iis" ucap bi Asih.


"Kami sebenarnya sudah makan malam tapi untuk menghargai pemberian beliau ayo semuanya kita serbu makanannya" ucap mamah Novi.


"Masakan apa itu tante?" tanya Alika.


"Ada sayur asem, capcai, opor ayam, dan cumi asam manis" jawab mamah Novi.


"Wah sepertinya enak" ucap oma Laras.


"Ayo Rahayu kita makan lagi" ajak Alika pada Rahayu.


"Iya mba" ucapnya.


Mereka akhirnya memakan habis makanan pemberian dari bu Iis.


"Ayo kita cepat tidur agar besok bisa bangun pagi-pagi dan bersiap kerumah Syaqilla" ucap mamah Novi.


Akhirnya mereka tidur.


Pagi tiba.


Semua keluarga besar Arrash telah bersiap menuju rumah Syaqilla.


Mereka menggunakan mobil masing-masing seperti kemarin berangkat kebandung bedanya saat ini Arrash didalam mobil didampingi oleh tante Ghina.


Tiba dirumah Syaqilla acara lamaran tersebut segera dijalankan.


Syaqilla dan Arrash sudah bertukar cincin.


Kedua keluarga juga sudah membicarakan hari pernikahan yang akan dilaksanakan setelah kaki Syaqilla sembuh yakni 6 minggu lagi.

__ADS_1


Saserahan yang sengaja dibawa oleh kekuarga Arrash sudah diberikan pada Syaqilla.


"Kapan pak Joni dan bu Iis akan kejakarta?" tanya papah Ridwan.


"Belum tahu kapan nih pak Ridwan bisa kejakarta, soalnya disini kami sibuk sekali karena kebetulan saya ini kepala desa jadi harus siap siaga bila masyarakat membutuhkan" ucap Joni


Papah Ridwan mengangguk.


"Kalau nanti ada kesempatan untuk datang kejakarta jangan lupa mampir dirumah saya pak Joni" ucap papah Ridwan.


"Insya Allah pak Ridwan" ucap Joni.


Esok hari tiba.


Rombongan keluarga Arrash menjemput Syaqilla untuk kembali kejakarta.


Dijakarta rupanya Arrash sudah dinantikan dengan segudang pekerjaan yang menumpuk dikarenakan 3 hari ia tinggalkan.


"Kamu mau langsung pulang kerumah atau main kerumah ku dulu?" tanya Arrash begitu mereka sudah berada didalam mobil yang sama.


"Boleh main dulu tidak?" tanya Syaqilla.


"Tentu saja boleh, tapi nanti aku tinggal dirumah dengan mamah ya soalnya aku banyak sekali pekerjaan yang sudah menungguku" ucap Arrash.


"Jadi mas Arrash nanti langsung kekantor?" tanya Syaqilla.


"Iya aku langsung kekantor, Yogi juga sama setelah mengantarkan Rahayu pulang dia akan kekantor juga. Tapi tidak lama mungkin 2 atau 3 jam dikantor untuk tanda tangan berkas saja" ucap Arrash.


"Apa jadi pengusaha itu serepot mas Arrash?" tanya Syaqilla.


"Tidak juga Syaqilla, pekerjaanku tidak merepotkan aku sangat menikmatinya hanya saja waktu untuk keluarga dan istirahatnya sedikit" ucap Arrash.


"Apa nanti setelah kita menikah kamu akan tetap seperti itu?" tanya Syaqilla.


"Aku akan mengatur waktu sebaik mungkin dan berusaha selalu ada untukmu" ucap Arrash.


"Iya mas aku percaya itu" ucap Syaqilla.


Syaqilla akhirnya ikut kerumah Arrash.


Syaqilla ditinggal oleh Arrash kekantor bersama mamah Novi.


Kini kedua wanita beda usia itu sedang membuat kue untuk mengisi waktu luang.


"Ternyata kamu jago juga ya bikin kue" tanya mamah Novi.


"Bisa sedikit sedikit saja tante" ucap Syaqilla.


"Kenapa masih panggil tante, panggil mamah juga dong supaya sama seperti Arrash manggil mamah" ucap mamah Novi.


"I-iya mah" ucap Syaqilla.

__ADS_1


"Nah begitu, nanti juga biasa manggil mamah" ucap mamah Novi.


...****************...


__ADS_2