Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 21 Syaqilla Dilema


__ADS_3

Brugh. Arrash dan Yogi menoleh kesumber suara.


Deg.


"Rahayu" pekik Yogi.


Yogi terkejut dengan keberadaan Rahayu orang yang baru saja ia bicarakan.


Arrash hanya tersenyum melihat sahabatnya terkejut.


"Sejak kapan kamu disitu?" tanya Yogi.


"Ba-baru saja pak. Ma-maaf pak saya kemari hanya memberitahu bahwa Mr. Smith sudah tiba dan sekarang sedang menunggu diruang meeting" jawab Rahayu gugup takut dengan kemarahan kedua bosnya itu.


"Apa kamu mendengar apa yang kami bicarakan tadi?" tanya Yogi.


"Se-sedikit pak" jawab Rahayu.


Huh. Yogi membuang nafas kasar.


"Lupakan apa yang kamu dengar barusan, anggap saja kamu tidak mendengar apa-apa" ucap Yogi kemudian pergi.


Rahayu menganggukan kepalanya.


"Permisi pak saya kembali bekerja" pamit Rahayu pada Arrash.


"Ya" ucap Arrash singkat.


Setelah Yogi dan Rahayu pergi Arrash segera menghubungi sang kakek.


Tut tut


"Hallo Arrash" ucap opa Ferdi disebrang telepon.


"Hallo opa" ucap Arraah.


"Apa ada hal penting yang membuatmu menghubungi opa?" tanya opa Ferdi.


"Iya opa. Apa om Farhan sudah sadar?" tanya Arrash.


"Sudah Arrash pukul 5 tadi om kamu sudah sadar" ucap opa Ferdi.


"Opa Arrash ingin menanyakan pendapat opa" ucap Arrash.


"Katakanlah" ucap opa Ferdi.


"Seminggu yang lalu Rudi Pratama mengajukan penawaran kerja sama dan Arrash sudah menyetujuinya. Namun Arrash baru tahu kalau Rudi Pratama itu mantan Ayah mertua Fikri yang ternyata sepupu Arrash. Menurut Opa apa Arrash batalkan saja kerja sama itu, lagi pula setau Arrash Rudi Pratama itu orang yang licik" ucap Arrash menjelaskan.


"Kalau menurutmu perlu dibatalkan, maka lakukanlah. Lagi pula selama sepuluh tahu terakhir opa kerja sama dengan perusahaan Pratama keuntungan yang didapatkan tidak banyak. Opa juga hendak membatalkan kerjasama kami karena urusan Fikri dan mantan mertuanya itu, biar saja kita dianggap tidak profesional yang terpenting Fikri mau mengakui kita keluarganya" ucap opa Ferdi.


"Iya opa Arrash juga paham dengan kondisi keluarga kita. Terimakasih opa selalu mendukung Arrash" ucap Arrah.


"Sama-sama Arrash. Kalau begitu opa tutup ya teleponnya, opa hendak kerumah sakit" ucap opa Ferdi menyudahi.


"Iya opa" ucap Arrash.


...****************...


Dirumah Sakit.


Fikri baru saja tiba dirumah sakit setelah pulang kerumah untuk berganti pakaian dan membawakan baju ganti untuk ibunya.


Kring.


Ponsel Fikri berdering rupanya pak Rizki yang menghubunginya. Fikri menerima panggilan telepon sembari berjalan keruangan Farhan.


"Assalamualaikum pak" ucap Fikri.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Fikri. Apa kamu tidak mengajar hari ini?" tanya pak Rizki.


"Ahh iya pak, saya sampai lupa mengabari bapak kalau saya hari ini hingga beberapa hari kedepan tidak bisa mengajar pasalnya anak saya sedang sakit dan bebarengan dengan ayah saya yang sakit juga" ucap Fikri.


"Ya sudah kalau begitu, semoga anak dan ayahmu lekas sembuh" ucap pak Rizki.


"Iya pak terimakasih, Assalamualaikum" ucap Fikri mengakhiri panggilan teleponnya.


"Waalaikum salam" ucap pak Rizki disebrang sana.


Rupanya Fikri telah tiba didepan pintu ruang rawat sang ayah.


Tok tok tok


Fikri mengetuk pintu.


Ceklek.


Pintu dibuka oleh bu Fatimah.


"Masuk sini nak" ucap bu Fatimah sembari menarik lengan Fikri.


Fikri menurut dan berjalan masuk kedalam ruangan sang ayah.


"Mas Farhan ini anak kita Ahmad Fikri" ucap bu Fatimah memperkenalkan Fikri pada suaminya.


"Fikri ini ayahmu nak" ucap bu Fatimah memperkenalkan pada Fikri.


"Assalamualaikum ayah" ucap Fikri.


"Waalaikumsalam, kemari lah nak" ucap Farhan.


Fikri menurut dan perlahan menghampiri sang ayah kemudian berdiri disebelah brankernya.


Ayah dan anak itu saling memeluk melepas rindu.


Farhan melepas pelukannya.


"Lain kali saja ya ayah, sekarang ini aku sedang ditunggu oleh anakku yang sedang sakit" ucap Fikri.


"Kamu sudah punya anak? Anakmu sakit apa?" tanya Farhan.


"Iya ayah aku sudah punya anak dari pernikahanku yang gagal. Lain kali aku akan menceritakan semuanya pada ayah" ucap Fikri.


"Ya sudah kalau begitu lekas temui anakmu" titah Farhan.


Fikri mengangguk.


"Ibu itu didalam tas aku sudah membawakan keperluan ibu untuk beberapa hari tinggal dirumah sakit" ucap Fikri pada ibunya.


"Iya nak" ucap bu Fatimah.


Fikri pergi menuju ruang rawat anaknya.


Tanpa Fikri sadari dia lupa memberi kabar pada Syaqilla sejak kemarin.


...****************...


Dirumah Syaqilla, gadis itu sedang sibuk membersihkan rumah.


Dia teringat dengan Fikri dan segera mengecek ponselnya namun saat melihat ponselnya tidak ada pesan atau panggilan dari Fikri sejak kemarin.


Justru ada pesan masuk dari Grup Pengajar Jaya Universitas.


Disitu disampaikan oleh pak Rizki bahwa hari ini dua orang Dosennya tidak bisa mengajar hingga beberapa hari kedepan.


Dosen Syaqilla Azzahra yang masih belum bisa berjalan dan Ahmad Fikri yang tidak bisa mengajar dikarenakan anak dan ayahnya sedang sakit.

__ADS_1


Deg.


'Inikah alasan mas Fikri tidak mengabariku sejak kemarin' batin Syaqilla.


Dadanya sesak mengetahui salah satu alasan Fikri tidak memberi kabar ialah karena anaknya sakit.


Syaqilla tidak mempermasalahkan Fikri merawat Riana, tapi yang Syaqilla tidak sukai Fikri pasti akan bersama Alika mantan istrinya.


"Apa memang benar dugaanku selama ini kalau mas Fikri masih mencintai mantan istrinya? Lalu aku harus seperti apa? Perlahan mundur, atau memperjuangkan cinta yang kumiliki?" tanya Syaqilla pada diri sendiri.


...****************...


Dikantor.


Arrash telah selesai meeting dengan Mr. Smith dan kini jadwal pertemuan dengan Chyntia di restoran.


Mr. Smith sudah keluar dari ruang meeting dan kini hanya tinggal Arrash dan Yogi.


"Dimana kita bertemu dengan Chyntia?" tanya Arrash.


"Apa aku tidak memberi tahu tempat pertemuannya padamu Arrash?" tanya Yogi balik.


"Kalau kamu sudah memberi tahu aku pasti tidak akan bertanya lagi" ucap Arrash.


"Ahh iya maaf. Kita bertemu direstoran Kenanga Hotel" ucap Yogi.


"Baiklah ayo kita segera kesana" ajak Arrash kemudian bangkit dan berlalu.


Yogi mengangguk kemudian menyusul Arrash.


Mereka pergi menuju kenanga hotel dengan menggunakan mobil Arrash dan kini Yogi lah yang mengemudikannya.


Setibanya mereka disana mereka telah disambut oleh para pelayan restoran.


"Selamat datang pak Arrash dan pak Yogi" ucap pelayan restoran bernama Angga.


"Mari ikut kami, nona Chyntia sudah menunggu kedatangan kalian" sambung Angga.


Arrash hanya diam sedangkan Yogi dia menganggukan kepalanya.


Mereka berjalan diarahkan oleh Angga hingga tiba diprivate room no. 4.


"Silahkan masuk pak nona Chyntia sudah menunggu didalam" ucap Angga.


"Terimakasih" ucap Yogi.


Angga kemudian pergi meninggalkan Arrash dan yogi didepan pintu.


"Kenapa peetemuannya diprivate room?" tanya Arrash pada yogi.


"Entahlah aku saja tidak tahu" ucap Yogi.


Keduanya tidak ada lagi yang bicara.


Kemudian Arrash mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Masuk" ucap seseorang dari dalam.


Arrash dan Yogi kemudian masuk.


Deg.


Arrash tersentak saat dirinya masuk kedalam private room ia langsung ditarik Chyntia kemudian dipeluk olehnya.


Namun Arrash cepat-cepat melepaskan diri.

__ADS_1


"Kenapa Arrash" tanya Chyntia.


...****************...


__ADS_2