Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 27 Rencana Cheline


__ADS_3

"Mamah tahu tidak, karena perselisihan aku dan Fikri itu mengakibatkan semua saham milik Wijaya Group ditarik dan semua kerja sama dibatalkan olehnya, tidak hanya itu cucu Ferdi Wijaya yang bernama Arrash juga membatalkan kerja samanya, padahal papah sudah mengincarnya dari dulu karena Jaya Company itu perusahaan besar. Coba hitung mah berapa banyak kerugian yang perusahaan kita alami" ucap Rudi dengan geram.


"Iya pah, mamah mengerti. Tapi kalau kita mengusik keluarga Wijaya kelak dampaknya akan kembali pada kita" ucap Cheline.


"Maksud mamah?" tanya Rudi.


"Begini pah, coba saja papa usik mereka contohnya papah sabotase proyek yang sedang Arrash jalankan itu tidak akan berpengaruh apa-apa pada mereka. Kerugian yang mereka alami hanya seujung kuku dan nama papah akan cacat didunia bisnis" jawab Cheline.


"Lalu kita harus apa untuk mengembalikan kerugian yang kita alami mah" tanya Rudi.


"Gimana kalau kita diam-diam mengambil alih investor Wijaya Group atau Jaya Company dengan iming-iming keuntungan investasi pada kita lebih banyak" ucap Cheline.


"Itu akan sulit mah, satu atau dua Investor yang kita ambil alih dari Wijaya Group atau Jaya Company perusahaan itu tidak akan rugi mah" ucap Rudi.


"Itu kalau kita hanya mengalihkan satu atau dua investor saja pah, kalau semuanyakan pasti mereka akan rugi dan merasakan seperti yang papah alami ini" ucap Cheline sembari tersenyum.


"Baiklah kita susun rencana agar perusahaan Wijaya Group atau Jaya Company kehilangan semua investornya" ucap Rudi.


"Iya pah. Itu rencana A, mamah masih punya rencana B" ucap Cheline.


"Apa rencana B nya mah?" tanya Rudi.


"Kalau rencana A gagal maka kita akan lanjut kerencana B. Kita sandera salah satu orang yang berarti untuk Arrash atau keluarga Wijaya lalu kita minta tebusan"


"Untuk rencana B papah ada satu target namanya Syaqilla. Gadis itu adalah tunangan Fikri, sekaligus gadis yang sering dikunjungi oleh Arrash. Papah yakin kalau kita menyandera gadis itu kita akan berhasil menyakiti kedua bersaudara itu" ucap Rudi.


"Syaqilla? Sepertinya mamah belum pernah melihat gadis itu" ucap Cheline.


"Iya mah, mamah memang belum pernah melihatnya" jawan Rudi.


"Baiklah pah kita sudah sepakat, maka dari itu mulai sekarang kita jalankan lebih dulu rencana A" ucap Cheline.


"Oke mah" setuju Rudi.


...****************...


Dirumah sakit.


Setelah bubar semua anggota keluarga.


Kini hanya tertinggal Fikri, Alika, dan Riana.


"Papah" panggil Riana.


"Iya sayang" jawab Fikri.


"Aku ingin setiap hari bersama kalian. Aku tidak mau hanya tinggal dengan mamah, aku juga tidak mau hanya tinggal dengan papah, aku ingin tinggal dengan kalian berdua" ucap Riana.


"Ri, walaupun kamu nanti tinggal dengan papah, tapi papah tidak akan melarang mamah datang mengunjungimu" ucap Fikri.


"Apa tidak bisa kalau Riana tinggal bersama mamah dan papah seperti teman-teman Riana disekolah" ucap Riana.

__ADS_1


Fikri terdiam, ia bingung harus menjelaskan seperti apa.


"Nanti saat kamu sudah besar pasti akan mengerti nak. Mamah dan papah sudah berpisah jadi tidak boleh tinggal bersama lagi" ucap Alika memberi pengertian.


"Apa kalian tidak saling mencintai" tanya Riana.


Mendengar pertanyaan dari Riana membuat Fikri dan Alika saling pandang dan rasa kikuk.


"Kita bahas ini nanti lagi ya sayang. Sekarang kamu istirahat" ucap Alika.


"Kenapa mamah atau papah tidak ada yang menjawab? Apa kalian tidak saling mencintai?" tanya Riana mengulangi.


"Iya kami saling mencintai. Jika kami tidak saling mencintai maka tidak akan ada riana didunia ini" jawab Fikri.


"Ma-mas" panggil Alika, ia tidak ingin kalau Fikri berkata yang tidak-tidak dan membuat Riana berharap.


"Mamah, kata papah kalian salin mencintai lalu kenapa kalian tidak bersatu lagi kalau sudah berpisah?" tanya Riana.


"Riana hubungan mamah dan papah ini rumit, opa Rudi dan oma Cheline tidak merestui kami jadi kami memutuskan untuk berpisah" jawab Alika.


"Oma, dan opa jahat! Kenapa mereka memisahkan mamah dan papahku yang saling mencintai" ucap Riana dan menangis.


"Riana, sebaiknya kamu istirahat ya. Kita bicarakan ini nanti saja kalau Riana sudah pulih dan pulang kerumah" ucap Alika.


Riana masih menangis namun ia mengangguk saat diminta Alika tidur siang.


Riana akhirnya terlelap diatas brankernya.


Mereka duduk dikursi tunggu.


"Alika" Panggil Fikri.


"Iya mas" jawab Alika.


"Besok pagi Riana keluar dari rumah sakit akan langsung aku bawa pulang kerumahku" ucap Fikri memberi tahu.


"Iya mas" ucap Alika.


"Selain itu besok aku juga akan menggugat hak asuh Riana agar jatuh ketanganku. Hal itu juga akan membuat hubunganku dengan orang tuamu semakin buruk. Kali ini aku pasti menang Alika, aku akan menggunakan kekuasaan keluargaku" ucap Fikri.


"Iya mas tidak apa-apa, aku senang kamu bisa melawan orang tuaku dan tidak terus-terusan ditindas" ucap Alika.


"Baiklah kalau kamu sudah setuju" ucap Fikri.


Pembicaraan merekapun akhirnya terhenti karena sudah saatnya makan siang.


...****************...


Disisi lain namun masih dirumah sakit yang sama.


Anita keluar dari ruangannya untuk makan siang dikantin rumah sakit.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kantin, Anita disapa oleh banyak pertanyaan dari rekan kerjanya.


"Dokter Anita apa benar anda akan mengundurkan diri?"


Kalimat itulah yang ia dengar saat hendak menuju kantin.


Dan Anita hanya menjawab "Iya benar" sembari mengangguk.


Rupanya kabar dia akan berhenti bekerja sudah menyebar dipenjuru rumah sakit.


...****************...


Malam akhirnya tiba.


Tante Ghina yang sudah mengatakan pada Arrash akan berkunjung kerumahnya nanti malan akhirnya datang.


Ghina datang saat jam makan malam.


"Ehh Ghina, tumben sekali kamu datang. pasti ada maunya" tanya papah Ridwan yang sudah duduk dimeja makan.


"Papah ini, Ghina datang bukannya disambut malah digoda seperti itu" tegur mamah Novi.


"Iya mah, maaf" jawab papah Ridwan.


"Ghina ayo duduk sini, kita makan malam sekalian sudah lama sekali kita tidak makan bersama" ajak mamah Novi sembari menarik tangan tante Ghina.


"Iya mbak, kebetulan aku lapar nih" ucap tante Ghina.


Mereka akhirnya makan bersama.


"Kemana Arrash?" tanya tante Ghina pasalnya sedari tadi ia datang tidak melihat Arrash dirumah itu.


"Tadi Arrash memberi kabar kalau dia akan menginap dirumah opa dan omanya" jawab mamah Novi.


"Tumben sekali. Apa ada hal penting" tanya tante Ghina.


"Entahlah kami juga tidak tahu, bisa saja urusan bisnis" ucap mamah Novi.


Tante Ghina mengangguk.


"Aku sudah selesai. Ghina habiskan makananmu, aku akan menunggu diruang keluarga" ucap papah Ridwan kemudian bangkit dan berjalan keruang kekuarga.


"Iya mas" ucap tante Ghina.


"Memangnya ada hal penting apa Ghin sampai-sampai kamu datang kemari" ucap mamah Novi.


"Nanti mbak juga akan mendengarkannya" ucap tante Ghina.


"Huhh, aku jadi tidak sabar" ucap mamah Novi.


Mamah Novi dan tante Ghina menghabiskan makanannya kemudian mendatangi Ridwan yang sudah menunggu diruang keluarga.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2