Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 34 Makan Siang yang Berbeda


__ADS_3

"Rash tadi ada Chyntia datang kekantor untuk menanyakan tawaran yang ia ajukan pada kita 3 minggu lalu" ucap Yogi.


"Tolak saja dia" ucap Arrash.


"Tidak bisa Rash, tadi saja dia sudah membuat keributan dengan resepsionis kita karena dilarang masuk" ucap Yogi.


"Apa yang dia inginkan?" tanya Arrash.


"Entahlah, sepertinya ada maksud lain dari dia menawarkan kerja sama. Ia sudah membuat janji untuk bertemu denganmu besok pagi jam 9" ucap Yogi.


"Baiklah kita akan temui dia besok pagi jam 9" ucap Arrash.


"Oke Rash. Jam berapa kamu akan datang kekantor?" tanya Yogi.


"Aku jam 2 baru pulang dari kampus dan akan langsung kekantor" jawab Arrash.


"Oke" ucap Yogi dan panggilan telepon berakhir.


...****************...


Dikota yang berbeda tepatnya di Surabaya.


Anita memulai hidup baru disana tanpa masa lalunya dengan Arrash yang membuat dia bahagia dan terluka.


Bahagia bisa menjadi sahabat Arrash dan terluka ia dianggap penghianat karena mencintai sahabatnya itu.


Setelah berhenti bekerja dirumah sakit Jaya Medika Anita kini bekerja di Rumah Sakit Harapan yang ada di Surabaya.


Terhitung sudah 2 minggu ia bekerja dirumah sakit itu, ia juga banyak dikagumi oleh orang-orang karena kesigapannya dalam menangani pasien gawat darurat.


"Dokter Anita nanti makan siang dimana?" tanya dokter Satria.


"Saya makan siang dikantin saja dok" jawab Anita.


"Gimana kalau makan siang diluar saja, nanti aku yang akan traktir" ucap Satria.


"Tidak perlu dok" tolak Anita.


"Ayolah jangan menolak, bukan hanya kamu yang aku teraktir. Aku akan teraktir semua dokter yang berada didepartement yang sama dengan kita" ucap Satria.


"Baiklah kalau begitu" ucap Anita.


Kini Anita sedang didekati dokter Satria yang sekaligus rekan kerja barunya dirumah sakit itu.


...****************...


Rencana yang telah disusun Rudi dan Cheline rupanya sulit dijalankan.


Mereka tidak bisa melabui para investor untuk menarik sahamnya dari perusahaan Jaya Company atau Wijaya Group dan berinvestasi padanya.


Rencana untuk menyandra Syaqilla juga sulit dijalankan, pasalnya Syaqilla selalu dikawal oleh 2 bodyguard tanpa sepengetahuan Syaqilla sendiri.


"Mah bagaimana ini rencana kita tidak ada yang berjalan satupun?" tanya Rudi.


"Mamah juga tidak tahu pah, yang jelas kita tutupi dulu saja kerugian papah itu dengan mengajukan pinjamana pada bank" ucap Cheline.


"Bagaimana kalau kita tidak bisa membayarnya mah?" tanya Rudi.


"Pasti bisa pah. Kan penghasilan dari perusahaan kita itu banyak" jawab Cheline.


Rudi mengangguk.


"Baiklah, besok akan papah coba ajukan pinjaman pada bank" ucap Rudi.

__ADS_1


Cheline kemudian tersenyum.


Mereka tidak tahu saja kalau Alika dan Fikri akan rujuk besok lusa.


Kedua orang tua Alika sengaja tidak diberi tahu oleh kedua calon pengantin itu pasalnya dikhawatirkan orang tua Alika justru akan menggagalkan pernikahannya bukan memberi restu.


...****************...


Kembali di Jaya Universitas.


Arrash telah selesai memeriksa semua berkas-berkas yang diberikan oleh Rizki.


Arrash juga sudah mengamati cara belajar mengajar di Universitas yang didirikan oleh kakeknya itu.


Ia juga mengamati Syaqilla saat mengajar yang membuatnya semakin terkagum dan semakin mencintainya.


Saat ini waktu menunjukan pukul 12 siang dan saatnya untuk makan siang.


Arrash mengajak Syaqilla makan di restoran seafood.


"Kita makan disini saja ya, makanan disini enak-enak" ucap Arrash sembari menghentikan mobilnya.


"Iya mas terserah saja" ucap Syaqilla.


Arrash mengangguk kemudian turun dari mobil bersamaan dengan Syaqilla.


Keduanya sudah duduk dikursi yang berada disebelah jendela agar bisa menikmati keindahan ibukota.


"Mau pesan apa?" tanya Arrash.


"Lobster Asam manis dan minumnya teh hangat saja" jawab Syaqilla


Arrash mengangguk, ia juga memesan makanan dan minuman yang sama dengan Syaqilla.


Arrash mengambil lobster tersebut dan mengupas kulitnya kemudian diberikan pada Syaqilla.


"Ayo makanlah" ucap Arrash.


Syaqilla mengangguk kemudian ia melahapnya.


Gadis berhijab itu sangat menyukai makanan seafood seperti lobster, Syaqilla makan dengan lahap.


Namun saat mereka tengah menikmati makan siang tiba-tiba datang Chyntia.


"Arrash" panggil Chyntia.


Arrash yang dipanggil namanya kemudian menoleh kesumber suara, begitupun dengan Syaqilla.


"Kamu makan disini?" tanya Chyntia sok Akrab.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Arrash.


"Boleh aku makan disini juga?" tanya Chyntia kemudian melirik pada Syaqilla.


"Tidak boleh, lagian masih banyak meja yang kosong disini" ucap Arrash dingin.


"Apa aku memgganggu kalian bila ikut makan dimeja ini?" tanya Chyntia.


"Tentu saja mengganggu kami" ucap Arrash.


"Mas" tegur Syaqilla.


'What! Gadis ini memanggil Arrash dengan sebutan mas. Apa hubungan mereka ya?' batin Chyntia.

__ADS_1


Arrash yang ditegur Syaqilla hanya diam saja.


"Mba ini siapanya Arrash ya?" tanya Chyntia.


Yang menjawab bukannya Syaqilla melainkan Arrash.


"Dia calon istriku" ucap Arrash.


"What! Calon istrimu Rash? Calon istrimu itu aku Rash, kita ini sudah dijodohkan" ucap Chyntia.


Arrash mendengar penuturan yang keluar dari mulut Chyntia tersenyum miring.


"Cukup Chyntia! orang tua kita sudah sepakat untuk tidak neneruskan perjodohan kita" ucap Arrash.


"Tapi aku mau kita tetap dijodohkan Arrash" ucap Chyntia.


"Tidak bisa, aku sudah memiliki calon istri yang aku cintai dan kami akan segera menikah" ucap Arrash.


"Ayo sayang kita sebaiknya kembali kekampus, nanti makanannya bisa aku pesankan lagi kita makan disana saja" ucap Arrash pada Syaqilla kemudian bangkit.


Syaqilla menurut, ia juga jadi tidak selera untuk makan siang karena kedatangan Chyntia.


Arrash dan Syaqilla meninggalkan Chyntia yang masih berdiri disana.


"Aku tidak terima kamu perlakukan seperti ini Arrash. Kita sudah dijodohkan dan selamanya akan seperti itu kamu harus menikah denganku" gumam Chyntia.


Chyntia juga memilih untuk pergi dari restoran itu.


Chyntia kesal tidak ada yang bisa membantunya untuk bisa memiliki Arrash, jadi ia putuskan untuk bertindak sendirian.


Dilain tempat Syaqilla dan Arrash kembali kekampus.


"Aku sudah memesan makanan seperti tadi, tunggu sebentar lagi pasti akan datang. Nanti kita makan dikantor dosen saja" ucap Arrash.


"Padahal tidak perlu pesan lagi mas aku sudah dengan makan siangnya" ucap Syaqilla.


"Tidak, aku tahu kamu lapar dan kamu sangat menyukai makanan tadi" ucap Arrash.


Syaqilla hanya tersenyum ia sangat tersanjung dengan perhatian-perhatian yang Arrash berikan.


"Terimakasih mas" ucap Syaqilla.


"Untuk apa?" tanya Arrash.


"Untuk semua yang sudah kamu lakukan untuk ku" ucap Syaqilla.


Arrash tersenyum.


"Semuanya terjadi secara alami Syaqilla, aku tulus melakukannya karena aku mencintai kamu" ucap Arrash.


Syaqilla mengangguk.


Tidak lama kemudian makanan yang ia pesan datang.


Mereka kembali makan siang dengan menu yang sama seperti direstoran tadi.


Arrash juga mengupaskan kulit lobster untuk Syaqilla seperti tadi.


Makan siang mereka terasa nikmat dan berbeda dari biasanya, Syaqilla juga sudah merasakan nyaman bersama Arrash.


Mereka tidak sadar sejak tadi ada yang memperhatikan.


"Syukurlah sepertinya Syaqilla sudah mendapatkan penggantiku semoga dia juga selalu bahagia" gumam Fikri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2