Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 45 Menikah


__ADS_3

Setelah melakukan serangkaian persiapan pernikahan tiba lah hari pernikahan yang dinanti-nantikan oleh kedua mempelai dan keluarganya.


Hari ini adalah hari pernikahan untuk Syaqilla dan Arrash, ijab kobul akan dilaksanakan dirumah Syaqilla.


Kini gadis itu sedang menantikan saat-saat yang mendebarkan dimana ia akan dipinang oleh seseorang.


Syaqilla menunggu dikamarnya, sedangkan ditengah rumah, terdengar Arrash sedang mengucapkan ijab kabul.


Terdengar juga suara para saksi untuk pernikahan mereka mengucapkan 'SAH' yang artinya kini Syaqilla telah sah menjadi istri Arrash.


Saat ini Syaqilla sedang dijemput oleh Iis dikamarnya untuk dibawa keruang tengah tempat dimana Arrash melakukan ijab kabul.


Syaqilla didalam kamar bersama Alika dan MUA yang sedari tadi merias dan menemaninya.


Pintu kamar Syaqilla dibuka oleh Iis.


"Masyaallah cantiknya neng" ucap Iis sembari berjalan mendekati Syaqilla.


"Makasih bi" ucap Syaqilla sembari tersenyum.


"Apa kamu sudah siap nak?" tanya Iis.


"Insyaallah bi" jawab Syaqilla.


"Kalau begitu ayo kita kedepan sayang suamimu sudah menunggu" ucap Iis.


"Iya bi" ucap Syaqilla sembari mengangguk.


Syaqilla hendak berjalan menuju tempat acara, namun langkahnya dihentikan oleh Alika.


"Syaqilla tunggu sebentar" ucap Alika.


"Iya mba ada apa?" tanya Syaqilla.


"Ini Qilla gaunmu sedikit tersingkap" ucap Alika sembari merapihkan gaunnya.


Alika sangat baik pada Syaqilla, ia cocok menjadi figur seorang kakak untuk gadis itu. Kedua wanita itu juga saling menyayangi satu sama lain layaknya adik dan kakak.


"Terimakasih mba" ucap Syaqilla.


"Sama-sama Qilla" ucap Alika.


Syaqilla didampingi oleh Iis dan juga Alika menghampiri Arrash yang sudah menunggu diruang tengah rumah Syaqilla tempat dimana pria itu ijab kabul.


Syaqilla menjadi pusat perhatian semua orang yang ada diruangan itu termasuk Arrash.


Arrash terpana dengan penampilan Syaqilla yang sangat cantik hingga tidak mengedipkan matanya.


"Ehem" deheman dari mamah Novi yang berada tepat disebelah Arrash mampu menyadarkannya dari keterpanaan oleh kecantikan Syaqilla itu.


Syaqilla duduk disebelah Arrash kemudian diarahkan oleh bapak penghulu untuk menandatangani surat-surat pernikahan.


"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami dan istri secara hukum dan agama" ucap pak penghulu sembari menyodorkan buku nikah pada Syaqilla dan Arrah.


"Sekarang saatnya memasangkan cincin pernikahan. Untuk mempelai wanita silahkan cium tangan suaminya dan untuk mempelai pria silahkan cium kening istrinya" ucap pak penghulu.


Arrash dan Syaqilla melakukan apa yang dikatakan oleh pak penghulu.


Setelahnya pak penghulu tersebut pergi untuk menikahkan pengantin lainnya.

__ADS_1


Arrash dan Syaqilla menyalimi semua orang yang berada dirumah itu tak terkecuali Fikri mantan tunangan Syaqilla.


Tangis haru menyelimuti suasana pasca pernikahannya, mereka tidak menyangka kalau pertemuan mereka waktu itu adalah takdir yang membuat keduanya kini menjadi pasangan halal.


"Kalian sebaiknya istirahat saja dulu untuk persiapan resepsi nanti malam" ucap mamah Novi.


"Apa mamah akan langsung pulang?" tanya Arrash.


"Iya mamah dan rombongan akan langsung pulang untuk memastikan persiapan resepsi nanti malam dirumah agar tidak ada kesalahan sedikit pun" ucap mamah Novi.


"Kalau begitu mamah dan lainnya hati-hati" ucap Arrash.


"Iya sayang. Kamu akan pulang bersama Syaqilla dan keluarganya" ucap mamah Novi.


"Iya mah, Arrash mengerti" ucap Arrash.


Mamah Novi mengangguk kemudian mengajak rombongan keluarganya untuk menyalimi keluarga Syaqilla dan pulang kerumah.


Mereka kembali kerumah Arrash saat itu juga.


Setelah kepergian orang tuanya dan rombongan keluarga, Arrash bergegas mengajak Syaqilla masuk kekamar.


"Ayo Qilla kita istirahat dikamar" ajak Arrash.


"Baik mas" ucap Syaqilla patuh.


Mereka berdua bergegas menuju kamar Syaqilla.


"Yang udah jadi pengantin gak sabar nunggu malam, siang-siang begini juga hajar terus" sindir Reno sepupu Syaqilla.


"Hush. Kamu ini Ren nggak boleh ngomong begitu, nanti juga kalau kamu sudah menikah pasti akan merasakan seperti itu" ucap Iis.


"Iya iya bu" ucap Reno.


"Jam berapa nanti kita kerumah mas Arrash?" tanya Syaqilla memecahkan kecanggungan diantara mereka.


"Resepsinya pukul 9 malam berarti kita berangkat pukul 7 malam saja" ucap Arrash.


"Dan lagi Syaqilla, kamu jangan mengatakan itu rumahku. Sekarang kamu menjadi istriku berarti rumahku rumahmu juga" sambung Arrash.


"Iya mas" ucap Syaqilla.


"Sebaiknya sekarang kita istirahat dulu saja" ucap Arrash.


"Tapi aku tidak bisa membuka gaunnya sendiri" ucap Syaqilla.


"Kalau begitu aku bantu kamu untuk membukanya" ucap Arrash.


"Tapi mas aku malu" ucap Syaqilla.


"Tidak usah malu Syaqilla, kita ini sekarang suami istri bahkan kita diperbolehkan melakukan hal yang lebih dari ini" ucap Arrash kemudian maju mendekati Syaqilla.


Arrash menatap Syaqilla dengan lekat kemudian menangkupkan kedua telapak tangannya dipipi gadis yang kini berstatus istrinya itu dan mengecup keningnya.


Arrash kemudian beralih mengecup bibir ranum milik Syaqilla dan sedikit **********.


Ada desiran aneh yang mereka rasakan, jujur saja itu adalah ciuman pertama untuk keduanya.


Arrash melepaskan ciumannya dan segera mengusap sisa liur dibibir Syaqilla.

__ADS_1


"Maaf sayang aku tidak bisa mengendalikan diri" ucap Arrash.


"Tidak apa-apa mas, sekarang bisa tolong mas Arrash bantu aku membuka gaun ini?" tanya Syaqilla.


"Ayo sini aku bantu membuka gaun mu" ucap Arrash.


Arrash membantu Syaqilla membuka seleting gaun dan menggantinya menggunakan baju rumahan.


Mereka kemudian tidur siang bersama hingga pukul 4 sore.


Syaqilla lebih dahulu terbangun dan bergegas membersihkan diri. Setelah selesai barulah ia membangunkan Arrash.


"Mas ayo bangun sekarang sudah sore kita tadi melewatkan makan siang" ucap Syaqilla.


Arrash mengerjapkan matanya kemudian bangun.


Ia bergegas membersihkan diri dan segera makan siang yang terlambat bersama Syaqilla.


Pukul 7 malam tiba, Arrash dan Syaqilla serta keluarganya berangkat kerumah Arrash untuk melakukan resepsi disana.


Satu jam perjalanan yang mereka tempuh dan akhirnya tiba dirumah Arrash.


Kedua mempelai itu sudah sedari rumah Syaqilla dirinya dirias dan saat ini hanya perlu sedikit dirapihkan.


Setelah selesai ia dan Arrash segera menghampiri pelaminan dan duduk disana.


Arrash sengaja memilih konsep pernikahan yang ada pelaminannya agar ia dan Syaqilla tidak repot-repot menghampiri para tamu satu persatu.


Semua kerabat dekat mau pun jauh datang menghadiri undangan pernikahan Arrash dan Syaqilla tak terkecuali Rissa dan Edwin serta Chyntia juga hadir.


Saat tiba dimana semua tamu memberi ucapan selamat pada pengantin, Chyntia juga tidak ketinggalan untuk melakukannya.


Ia menyalimi Arrash dan Syaqilla bergantian.


"Arrash, Syaqilla aku turut bahagia untuk pernikahan kalian ini. Aku juga mengirim kalian baju pengantin sebagai ucapan selamatku. Jangan khawatir aku akan mengganggu kalian lagi karena aku juga akan segera menikah" ucap Chyntia sembari memberikan undangan pernikahannya satu minggu lagi yang diterima oleh Syaqilla dan Arrash.


Kini Arrash dan Syaqilla percaya kalau Chyntia sudah benar-benar berubah.


Para kolega bisnis dan para karyawan juga menghadiri acara pernikahannya hingga kini tiba waktunya pelemparan bunga.


Para pria dan wanita semua berkumpul didepan panggung pelaminan untuk menantikan pelemparan bunga.


Syaqilla dan Arrash dengan posisi membelakangi segera melempar bunga pengantin tersebut.


Bunga tersebut terlempar tinggi dan segera menjadi rebutan untuk saling menangkapnya.


Grep.


Bunga pengantin tersebut berhasil ditangkap oleh Yogi.


Sorak tepuk tangan mengiringi suasana bahagia tersebut.


Kini Arrash bahagia bersama Syaqilla 'Gadis Pilihannya'.


...*TAMAT*...


...**********************************************...


Novel 'Gadis Pilihanku' sudah tamat ya.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah menyimak hingga akhir🙏


Yuukk mampir juga dikarya kedua ku yaitu 'Menikahi Putri Kaya'


__ADS_2