
"Itu sudah keputusan ku Chyntia!" ucap Arrash dengan menekankan ucapannya.
"Baik Arrash aku akan menjauh dari mu asal kamu tidak memenjarakan aku" ucap Chyntia setuju.
Arrash dan Syaqilla meninggalkan apartement Chyntia, mereka bergegas kembali kerumah.
Pukul 10 malam mereka tiba dirumah dikarenakan tadi mereka menyempatkan diri untuk makan malam lebih dulu.
Setibanya dirumah mereka sudah disambut oleh papah Ridwan dan mamah Novi. Mamah Novi sangat mengkhawatirkan kondisi Syaqilla, kondisi fisik maupun mentalnya.
"Bagaimana keadaan kamu nak?" tanya mamah Novi pada Syaqilla.
"Aku baik-baik saja mah" ucap Syaqilla.
"Syukurlah kalau begitu. Apa kalian sudah makan malam?" tanya mamah Novi lagi.
"Sudah mah" ucap Arrash dan Syaqilla bersamaan.
"Kamu pasti lelah, kalau begitu kamu sebaiknya istirahat Syaqilla" ucap mamah Novi pada Syaqilla.
"Iya mah" ucap Syaqilla kemudian masuk kekamar.
...****************...
Dua bulan kemudian.
Setelah kejadian Syaqilla diculik Chyntia sama sekali tidak mengganggu Arrash.
Ia benar-benar menepati janjinya, ia juga sudah mengiklaskan Arrash untuk Syaqilla dan bahagia bersama wanita itu.
Kaki Syaqilla juga sudah mulai pulih setelah tiga hari yang lalu gipsnya dilepas.
Syaqilla juga sudah tinggal kembali dirumahnya sendiri bersama bibinya sedangkan paman dan sepupunya itu seminggu sekali datang kerumah Syaqilla.
Kini kedua keluarga itu tengah membicarakan pernikahan Syaqilla dengan Arrash yang akan dilaksanakan seminggu lagi dan tempat untuk ijabnya akan diselenggarakan dirumah mempelai wanita, sedangkan resepsinya akan dilakukan dirumah mempelai pria.
Keputusan itu sudah disetujui oleh kedua keluarga dan persiapan pernikahan akan dilakukan mulai hari esok.
Syaqilla juga sudah mengajukan cuti selama 2 minggu, sedangkan Arrash ia masih bekerja dari rumah. Arrash dilarang untuk pergi kekantor oleh sang oma, jadi terpaksa ia harus bekerja dari rumah.
Seminggu sebelum acara pernikahan dilakukan Arrash dilarang bertemu dengan Syaqilla hanya saja mereka masih diizinkan untuk berkomunikasi melalui panggilan vidio.
Dirumah Syaqilla selain bibinya ia dibantu juga oleh bu Fatimah dan Alika serta para tetangga sekitar rumah gadis itu.
Syaqilla dibantu oleh Alika melakukan serangkaian perawatan tubuh.
Alika sendiri sebenarnya sedang berbadan dua dengan usia kandungan jalan satu bulan, ia juga sesekali mengalami mual muntah saat membantu Syaqilla.
"Mba Alika sebaiknya istirahat saja aku bisa sendiri, lagian ada orang-orang salon yang melakukannya" ucap Syaqilla.
"Tidak apa-apa Syaqilla, aku suka melakukannya lagi pula ini hal yang ringan" ucap Alika sembari memijat kaki Syaqilla.
"Mba Alika bagaimana perasaannya saat sedang mengandung?" tanya Syaqilla.
__ADS_1
"Tentu saja aku merasa bahagia Syaqilla, aku sedang mengandung benih cinta kami berdua aku dan mas Fikri" ucap Alika sembari tersenyum bahagia.
"Selamat ya mba atas kehamilannya dan semoga kalian selalu bahagia" ucap Syaqilla.
"Terimakasih Syaqilla, aku do'akan juga semoga kamu dan Arrash bahagia selalu dan segera diberikan keturunan" ucap Alika.
"Amin" ucap Syaqilla.
Ia juga berharap demikian. Setelah merelakan Fikri bahagia bersama wanita lain, ia juga berharap bisa bahagia dengan seseorang yang mencintainya dan juga ia cintai.
"Syaqilla ini ada hadiah untuk pernikahanmu" ucap Alika sembari memberikan sebuah kotak pada Syaqilla.
"Apa ini mba?" tanya Syaqilla.
"Buka saja" titah Alika.
Syaqilla perlahan membuka kotak tersebut kemudian membuka isinya.
"Baju apa ini mba?" tanya Syaqilla yang merasa heran dengan baju yang diberikan Alika pasalnya baju itu sangat sexy dan tidak pantas dibilang baju.
"Itu namanya lingerie Qilla, nanti kamu pakai itu ya saat malam pertama" ucap Alika sembari mengerlingkan sebelah matanya.
Pipi Syaqilla bersemu merah, hanya membayangkan saja membuatnya malu.
"Kamu imut sekali Qilla kalau sedang malu-malu seperti itu" goda Alika.
"Mba Alika sudah ya jangan godain aku terus" ucap Syaqilla yang diangguki oleh Alika.
Mereka terus berbincang satu sama lain hingga panggilan dari Iis menghentikan mereka.
"Paket? Dari siapa bi?" tanya Syaqilla.
"Bibi tidak tahu neng sebaiknya kamu buka saja dulu" ucap Iis kemudian menyerahkan paket itu pada Syaqilla dan bergegas pergi kedapur untuk melanjutkan persiapan pernikahan Syaqilla.
Syaqilla mengangguk sembari menerima paket tersebut kemudian membuka isi paket itu.
"Apa ini mba?" tanya Syaqilla pada Alika.
Alika mendekati Syaqilla yang sedang membuka paket.
Terlihat didalam paket tersebut ada sebuah gaun putih yang indah dan mewah.
"Apa ini dari mas Arrash ya? Tapi kan gaun-gaun yang dari mas Arrash sudah semuanya datang, lalu ini dari siapa?" tanya Syaqilla.
"Coba kamu cari pengirimnya barangkali ada didalam kotak itu" ucap Alika yang mendapati anggukan dari Syaqilla.
Syaqilla menemukan sepucuk surat yang terselip diantara gaun tersebut.
'Untuk Syaqilla.
Semoga kamu bahagia
Dari Chyntia'
__ADS_1
Ternyata gaun itu dikirim oleh Chyntia untuk Syaqilla sebagai tanda ucapan terima kasih.
Syaqilla segera menghubungi Arrash untuk menanyakan gaun pemberian Chyntia.
"Assalamualaikum mas" ucap Chyntia.
"Waalaikumsalam Qilla" jawab Arrash.
"Mas aku baru saja mendapat kiriman paket berisi gaun pengantin berwarna putih dari Chyntia" ucap Syaqilla.
"Aku juga mendapat tuxedo berwarna putih dari Chyntia" ucap Arrash memberi tahu.
"Apa tidak masalah jika gaun itu aku kenakan diacara resepsi nanti?" tanya Syaqilla.
"Jangan Syaqilla, kita tidak tahu apa yang direncanakan oleh Chyntia. Bisa saja ia memberi obat gatal di gaun yang ia berikan, hanya untuk jaga-jaga saja jangan kamu pakai" ucap Arrash.
"Baik mas" ucap Syaqilla patuh.
"Kalau begitu kamu simpan saja gaunnya" ucap Arrash.
"Iya mas" ucap Syaqilla lagi.
Panggilan telepon itu pun segera berakhir.
"Memangnya gaun itu dari siapa Qilla?" tanya Alika.
"Dari Chyntia mba, orang yang dulu pernah menyuruh seseorang untuk menculikku" ucap Syaqilla.
"Benarkah?" tanya Alika memastikan dan Syaqilla mengangguki.
Syaqilla segera membereskan gaun itu masuk kedalam kotaknya dan meletakanya dibawah kolong ranjang.
"Kenapa gaun nya tidak kamu coba Qilla?" tanya Alika.
"Tidak mba, kata mas Arrash sebaiknya gaun itu aku simpan saja untuk jaga-jaga takut ada sesuatu dibaju tersebut" ucap Syaqilla.
"Iya Qilla memang sebaiknya begitu" ucap Alika.
Syaqilla mengangguk lagi.
Mereka kemudian melanjutkan kegiatan perawatan tubuh Syaqilla.
"Setelah menikah kamu hendak bulan madu dimana Qilla" tanya Alika.
"Aku tidak tahu mba, bulan madu belum pernah aku bicarakan dengan mas Arrash" jawab Syaqilla.
"Boleh aku rekomendasikan tempat yang cocok untuk bulan madu?" tanya Alika.
"Iya boleh mba, memangnya dimana tempat rekomendasi mba Alika untuk bulan madu?" tanya Syaqilla.
"Kejepang Syaqilla, coba saja kamu bulan madu nanti pergi kesana. Pasti suasananya begitu manis dan romantis" ucap Alika.
"Benarkah mba?" tanya Syaqilla.
__ADS_1
"Iya Syaqilla, kalau dijepang kita bisa merasakan keindahan bunga sakura" ucap Alika.
...****************...