
Pernikahan Fikri dan Alika sudah dilaksanakan meski tidak dihadiri oleh kedua orang tua Alika tapi tetap berlangsung dengan khidmat dan penuh haru.
Kini Fikri dan Alika tengah menyalami para tamu yang hadir.
Meski hanya ijab kobul tapi tamu yang hadir cukup banyak dikarenakan undangan dari opa Ferdi dan Farhan.
"Selamat ya mba Alika dan mas Fikri, semoga dipernikahan yang kedua ini kalian tidak akan terpisahkan lagi dan menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Wahrahmah" ucap Syaqilla.
"Amin. Terimakasih Syaqilla untuk do'anya semoga kamu juga cepat menikah dan bahagia" ucap Alika.
"Insya Allah mba secepatnya" ucap Syaqilla.
"Wah wah sepertinya sudah ada calonnya ya?" tanya Fikri dengan menggoda Syaqilla.
"Iya mas Insya Allah denga sepupu mas Fikri" ucap Syaqilla sembari melirik Arrash yang hanya diam saja disebelah Syaqilla.
"Aku turut bahagia mendengarnya, semoga kalian segera menikah juga" ucap Fikri.
"Thanks Fik" ucap Arrash.
...****************...
Ditempat yang berbeda, orang tua Alika baru mengetahui kabar pernikahan Alika dan Fikri dari kolega bisnisnya yang baru menghadiri pernikahan itu.
"Apa! Alika dan Fikri rujuk lagi?" tanya Rudi terkejut mendengar kabar itu.
"Kenapa pak Rudi terkejut seperti itu, apa pak Rudi tidak diberi tahu oleh putri anda?" tanya Herman.
"Alika sama sekali tidak memberi tahu kami. Entah apa maksud tidak memberi tahu tapi tetap saja kami seperti tidak dianggap oleh anak sendiri" ucap Rudi sedih.
"Apa hubungan anda dan putri anda tidak baik?" tanya Herman.
"Hubungan kami baik bahkan sangat baik sebelum Alika bertemu dengan Fikri, namun setelah Alika bertemu dengan Fikri sifat dan rasa hormatnya pada kami semakin tidak ada" jawab Rudi.
"Maaf bukan saya menggurui atau saya ikut campur urusan keluarga anda tapi saya hanya ingin memberi saran. Sebaiknya hubungan anda dan putri anda segera diperbaiki agar putri anda bisa membantu menstabailkan perusahaan yang sedang krisis ini" ucap Herman.
Rudi termenung begitu juga dengan Cheline.
"Apa itu harus ya pak?" tanya Rudi.
"Tentu saja pak bu, anak anda itu juga yang akan menolong kalian disaat kesusahan seperti ini, coba sajalah kalian berdamai, turuti apa yang anak anda mau pasti hubungan kalian akan baik lagi seperti dahulu" ucap Herman.
"Terimakasih pak Herman atas nasehatnya, kami akan mencoba memperbaiki hubungan kami dengan Alika" ucap Rudi.
"Iya pak sama-sama kita sebagai manusia harus saling mengingatkan" ucap Herman.
Rudi dan Cheline pun bertekad dalam hati bahwa mereka akan memperbaiki hubungan dengan Alika dan akan merestui pernikahan Alika dan Fikri.
...****************...
__ADS_1
Ditempat lain Chyntia tengah menyusun rencana agar dia dan Arrash bisa menikah tidak perduli Arrash sudah memiliki calon istri atau tidak.
Penawaran kerja sama dengan Arrash saja ditolak oleh pria itu dengan alasan keuntungan yang ditawarkan oleh Chyntia terlalu sedikit.
"Ayo pikir Chyntia jangan sampai Arrash menikah dengan wanita itu, Arrash harus menikah denganmu agar Parradise Group semakin berkembang" ucap Chyntia sendiri sembari mengetuk-ngetuk kepalanya.
"Ahh iya aku punya ide" ucap Chyntia akhirnya ia menemukan ide.
"Aku akan jalankan rencana ini satu hari sebelum Arrash dan wanita itu menikah" ucap Chyntia.
Chyntia memiliki ide jahat untuk memisahkan Arrash dan Syaqilla.
Chyntia segera menghubungi seseorang.
"Hallo Wan" ucap Chyntia.
"Iya Chyntia ada apa menelponku" ucap Irwan.
"Aku butuh bantuanmu Wan" ucap Chyntia.
"Apa itu Chyntia? Katakan saja pasti akan aku bantu" ucap Irwan.
"Tidak sekarang sih Wan mungkin 1 atau 2 bulan lagi bantuanmu itu aku perlukan" Ucap Chyntia.
"Siap Chyntia pasti aku bantu" ucap Irwan.
"Terimakasih Wan kamu memanh selalu bisa aku andalkan" ucap Chyntia.
"Kalau begitu aku tutup teleponnya Wan" ucap Chyntia.
"Oke Chyntia sampai jumpa lagi" ucap Irwan kemudian sambungan telepon berakhir.
"Yes beres! Tinggal jalankan rencananya saja" ucap Chyntia.
Chyntia berencana menculik Syaqilla satu hari sebelum menikah dengan Arrash dan dia yang akan menjadi pengantin penggantinya.
...****************...
Acara pernikahan Fikri dan Alika telah selesai serta para tamu undangan sudah pulang.
"Papah Ferdi, mamah Laras, mas Farhan, Fatimah, Ghina, Rizki, Layla, Fikri, Alika, dan Yogi kebetulan kita semua sedang berkumpul disini. Aku selaku papahnya Arrash ingin menyampaikan niat baik anak kami untuk segera melamar Syaqilla dan lamarannya akan dilaksanakan dikota bandung dirumah paman dan bibinya Syaqilla dikarenakan keluarga Syaqilla hanya paman dan bibinya itu" ucap papah Ridwan.
Semua orang yang berada dirumah Fikri cukup terkejut mendengar kabar bahagia tersebut.
"Bagaimana menurut kalian apa ada yang keberatan bila kita semua berangkat kebandung untuk lamaran?" tanya papah Ridwan.
"Kapan Wan lamarannya?" tanya Farhan.
"Insya Allah minggu depan" jawab papah Ridwan.
__ADS_1
"Kami akan usahakan bisa berangkat semua dan kita akan menginap disana 2 hari" ucap opa Ferdi.
"Kalau begitu kita akan berangkat hari jum'at pagi dan lamarannya hari sabtu kemudian hari minggu kita kembali kejakarta" ucap papah Ridwan.
Semua orang mengangguk.
"Syaqilla apa paman dan bibimu sudah diberi tahu kalau kamu akan dilamar dan acara lamarannya dirumah mereka?" tanya oma Laras.
"Sudah oma, mereka sudah Syaqilla beri tahu" ucap Syaqilla.
Oma Laras mengangguk.
"Baiklah bila tidak ada yang keberatan minggu depan kita akan berangkat ke bandung maka persiapkan keperluan kalian masing-masing dan berkumpul dirumah kami kita akan berangkat bersama sama" ucap papah Ridwan.
Semua orang setuju dan pembicaraan mereka berakhir disitu.
...****************...
5 hari berlalu rencana lamaran yang akan dilaksanakan dirumah paman bibi Syaqilla dibandung akan segera terlaksana.
Saat ini keluarga yang hendak pergi mengantar Arrash dan Syaqilla tengah berkumpul dirumah Arrash.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang saja" ucap papah Ridwan.
Semuanya setuju kini mereka sudah mulai berangkat dari rumah Arrash dengan mobil yang dikemudikan oleh para sopir masing-masing.
Terhitung ada 9 mobil yang akan pergi ke bandung.
Mobil pertama berisi Syaqilla dan Arrash berada dimobil yang sama.
Mobil kedua berisi Mamah Novi dan papah Ridwan.
Mobil ketiga berisi oma Laras dan opa Ferdi.
Mobil keempat berisi Rizki, Layla dan Ghina.
Mobil kelima berisi Farhan dan bu Fatimah.
Mobil keenam berisi Fikri, Alika dan Riana.
Mobil ketujuh berisi Yogi dan Rahayu.
Mobil kedelapan berisi 3 orang pelayan.
Mobil kesembilan berisi saserahan yang akan diberikan pada Syaqilla.
Mereka berangkat dari rumah Arrash pukul 9 pagi dan perkiraan sampai pukul 12 siang.
Kini mereka tengah berada di supermarket untuk membeli persediaan makanan dan minuman untuk diperjalanan.
__ADS_1
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kebandung hingga pukul 12 siang mereka tiba ditujuan.
...****************...