Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 14 Permintaan Mamah Novi


__ADS_3

"Sebentar bu saya buatkan minum dulu" ucap Syaqilla.


"Tidak perlu Syaqilla, saya hanya ingin bicara denganmu" ucap mamah Novi.


"Ada apa ya bu?" tanya Syaqilla.


"Panggil saja tante" pinta mamah Novi


"Baik tante" ucap Syaqilla setuju.


"Sebelumnya tante minta maaf atas nama Arrash terkait kecelakaan yang mengakibatkan kaki kamu susah berjalan. Dan sebetulnya ada hal yang lebih penting lagi dari itu" ucap mamah Novi.


"Mengenai kecelakaan itu saya sudah ikhlas tante, saya juga sudah memaafkan mas Arrash. Tapi hal sepenting apa yang membuat tante datang kemari" tanya Syaqilla kemudian.


"Apa kamu masih single?" tanya mamah Novi pura-pura tidak tahu bahwa Syaqilla punya calon suami.


"Saya sudah bertunangan tante, dan InsyaAllah akan menikah setelah kaki saya sembuh" ucap Syaqilla.


"Apa kamu tahu Syaqilla kalau Arrash itu mencintai kamu. Dia mencintaimu saat pandangan pertama kalian bertemu" ucap mamah Novi.


"Ma-maksud tante?" tanya Syaqilla terbata.


"Arrash kemarin malam mengakui perasaannya kalau dia mencintai kamu pada kami mamah dan papahnya. Jadi sebelum kamu menikah tidak bisakah kamu memberi kesempatan pada Arrash?" tanya mamah Novi


"Maksud tante saya harus melupakan mas Fikri dan menerima mas Arrash. Maaf tante kalau itu yang tante maksud saya tidak bisa. Kami saling mencintai, hubungan Saya dan mas Fikri itu serius kami akan segera menikah InsyaAllah setelah kaki saya sembuh" ucap Syaqilla.


'Kecuali Allah yang berkehendak untuk memisahkan kami' batin Syaqilla.


"Maaf Syaqilla kalau tante menyinggung kamu, saya hanya ingin melihat putra tante bahagia" ucap mamah Novi sedih.


"Iya tante saya mengerti, hanya saja perasaan itu tidak bisa dipaksakan" ucpa Syaqilla.


"Apa saya masih boleh datang kemari?" tanya mamah Novi


"Tentu saja boleh tante" jawab Syaqilla.


"Apa kamu tinggal sendiri Syaqilla?" tanya mamah Novi.


"Iya tante, tapi semenjak kecelakaan itu saya tinggal dengan calon ibu mertua saya" ucap Syaqilla.


"Lalu kemana beliau, sejak tadi saya belum melihatnya?" tanya mamah Novi seraya mengedarkan pandangannya.


"Beliau sedang kepasar tante" jawab Syaqilla.


"Syaqilla apa boleh tante menjadikan kamu anak angkat?" tanya mamah Novi.


"Apa tante yakin hendak menjadikan saya anak angkat?" tanya Syaqilla.


"Iya tentu saja, anggap saja tante ini mamah kamu sendiri. Jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan apapun pada tante" ucap mamah Novi.


"Terimakasih tante saya senang selalu dikelilingi oleh orang-orang baik seperti tante" ucap Syaqilla.


"Oke Syaqilla sepertinya tante harus pergi, kapan-kapan kamubmain kerumah tante ya jangan sungkan datang kesana" ucap mamah Novi.


"Insyaallah tante, maaf kedatangan tante tidak saya jamu" ucap Syaqilla penuh sesal.


"Iya sayang, kamu hati-hati dirumah" ucap mamah Novi.


Syaqilla mengangguk dan mamah Novi segera bergegas menuju mobilnya, namun saat hendak keluar pagar rumah mamah Novi bertemu dengan seseorang yang dia kenali.

__ADS_1


"Fatimah!" seru mamah Novi.


"Noviana!" seru bu Fatimah.


"Ya ampun ini benar kamu Fatimah?" tanya mamah Novi.


"Iya aku Fatimah Novi, ya Allah aku tidak menyangka akan bertemu disini" ucap bu Fatimah.


Mamah Novi dan bu Fatimah berpelukan.


"Apa kamu calon ibu mertuanya Syaqilla?" tanya mamah Novi.


"Iya betul, kamu tahu Syaqilla dimana?" tanya bu Fatimah.


"Ceritanya panjang" ujar mamah Novi.


"Kalau begitu ayo masuk lagi aku belum puas bertemu denganmu" ucap bu Fatimah.


"Baiklah aku akan masuk lagi" ucap mamah Novi.


Mamah Novi dan bu Fatimah masuk ke rumah Syaqilla.


"Loh tante apa ada yang ketinggalan?" tanya Syaqilla heran kenapa mamah Novi kembali lagi.


"Tidak ada Syaqilla, tante hanya ingin mengobrol dengan Fatimah. Ternyata Fatimah ini teman sekolah tante sekaligus kakak ipar tante" ucap mamah Novi.


"Maksudnya gimana tante?" tanya Syaqilla bingung.


"Lebih enaknya biar Fatimah yang menjelaskan" ucap mamah Novi.


"Ibu?" tanya Syaqilla.


"Ibu dan Noviana dulu teman sekolah sejak SMP hingga kuliah karena ibu mendapatkan beasiswa disekolahan elit. Ibu juga sering datang kerumah Noviana hingga akhirnya orang tua Noviana menjodohkan ibu dengan kakak kandung Noviana yang seorang Casanova bernama Farhanzah Wijaya dan kami akhirnya menikah tapi sayang mas Farhan tidak bisa mencintai ibu, prilaku yang suka main perempuan tidak pernah hilang meskipun dengan kehadiran ibu dan Fikri disisinya dia sama sekali tidak mencintai dan menginginkan kami hingga akhirnya ibu menyerah dan membawa pergi Fikri yang berusia 3 tahun bersama Ibu" ucap bu Fatimah srmbari menangis.


"Tidak Fatimah, mas Farhan sangat mencintai kamu dan Fikri. Dia mencarimu kemana-mana hingga sekarang. Pulanglah, pulanglah kerumahmu. Fikri berhak tahu ayah kandungnya" ucap mamah Novi.


"Tidak!" seru seseorang dari pintu masuk.


Fikri datang, rupanya sejak tadi juga Fikri mendengarkan pembicaraan ketiga wanita itu.


Semua wanita yang ada disitu segera menoleh.


"Aku tidak butuh ayah, aku sudah bahagia dengan kehidupanku ini" ucap Fikri tegas.


"Fikri sejak kapan kamu mendengarkannya?" tanya bu Fatimah.


"Sejak tadi" ucap Fikri.


"Ibu bisa menjelaskannya nak, tolong jangan benci dia bagaimanapun dia ayahmu" ucap bu Fatimah.


"Ayah yang menelantarkan anaknya?" tanya Fikri sinis.


"Tidak Fikri, ibu yang pergi dari ayahmu bukan ayahmu yang menelantarkanmu" ucap bu Fatimah.


"Aku butuh waktu untuk menerima ini semua bu" ucap Fikri kemudian memberikan paperbag pada Syaqilla kemudian pergi.


"Fatimah maaf karena kedatanganku membuat Fikri marah padamu, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi percayalah mas Farhan setelah kepergian kalian dia benar-benar taubat, dia tidak seperti dulu lagi dia juga merindukan kalian. Pulanglah kalau kalian sudah siap" pinta mamah Novi.


"Iya" jawab bu Fatimah.

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi Fatimah" ucap mamah Novi kemudian bangkit dan menoleh pada Syaqilla.


"Syaqilla tante pulang dulu nak" ucap mamah Novi pada Syaqilla.


"Iya tante hati-hati" jawab Syaqilla.


Mamah Novi mengangguk kemudian bergegas pergi dari sana.


Setengah jam kemudian mamah Novi tiba dikediamannya.


Kedatangan mamah Novi disambut oleh Arrash dan papah Ridwan yang sedang minum kopi diteras rumah.


"Mamah dari mana?" tanya papah Ridwan pasalnya mamah Novi tadi pergi tidak pamit.


"Mamah dari rumah Syaqilla" ucap mamah Novi.


Deg. Arrash terkejut mendengarnya.


"Apa yang mamah lakukan dirumah Syaqilla? Apa mamah mengatakan aku mencintainya?" tanya Arrash.


"Iya mamah mengatakannya" jawab mamah Novi menunduk.


"Ya ampun mamah, inilah yang tidak diinginkan oleh Arrash pasti mamah akan menemui gadis yang aku cintai itu bila mengatakannya" ucap Arrash.


"Maafkan mamah Arrash" ucap mamah Novi.


"Lalu apa yang dikatakan Syaqilla, apa dia menerima Arrash?" tanya papah Ridwan.


"Tidak" jawab mamah Novi sembari menggeleng.


Huh.


Arrash membuang nafas kasar, bisa-bisanya mamah Novi bertindak tanpa sepengetahuannya.


"Lalu apa yang mamah dapat selain penolakan Syaqilla" tanya papah Ridwan.


"Calon suaminya Syailla ternyata anaknya Fatimah dan mas Farhan" ucap mamah Novi.


"Maksud mamah om Farhan kakaknya mamah?" tanya Arrash menanggapi.


"Iya Arrash, pah. Kita harus memberi tahukan ini pada mas Farhan" ucap mamah Novi.


"Apa tidak sebaiknya biarkan mbak Fatimah yang menemuinya sendiri" tanya papah Ridwan.


"Tidak bisa pah. Fatimah tidak akan pernah mau menemui mas Farhan terlebih dahulu karena kesalah pahaman yang dibuat mas Farhan sendiri" ucap mamah Novi.


"Jadi selama ini om Farhan itu punya seorang istri dan anak mah?" tanya Arrash.


"Iya Sayang, dan ternyata istri dan anak mas Farhan itu calon ibu mertua dan calon suami orang yang kamu cintai" ucap mamah Novi.


"Berarti aku dan Fikri itu sepupuan" ucap Arrash.


"Iya nak, sebentar ya mamah mau menghubungi om kamu dulu" ucap mamah Novi.


Mamah Novi segera menghubungi Farhan.


Disambungan telepon pertama tidak dijawab, kemudian mamah Novi menghubungi ulang dan disambungan kedua ini panggilan langsung dijawab.


"Mas Farhan ada hal penting yang ingin aku katakan"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2