
Rudi dan Cheline bangkit dari sofa kemudian berjalan kearah pintu hendak keluar namun terhenti saat mendengar suara sang anak yang sejak tadi diam kini memanggilnya.
"Mamah papah" panggil Alika.
Rudi dan Cheline segera membalikan tubuhnya.
"A-Alika" ucap Cheline kemudian memeluk Alika.
"Maafkan mamah dan papah ya nak, setelah ini mamah tidak akan mengganggu lagi hubungan kalian. Mamah dan papah juga sudah merestui hubungan kalian" ucap Cheline sembari menangis.
"Alika, bila kamu bersedia bekerja lagi dikantor papah datang lah kesana posisimu masih kosong dan tidak akan ada yang menggantikan" ucap Rudi.
"Tidak pah, seperti yang sudah mas Fikri bilang walau kami sudah memaafkan kalian tapi luka dihati ini akan tetap ada. Hubungan diantara kita memang orang tua dan anak tapi itu semua tidak sebaik hubungan pada umumnya, kita bahkan seperti musuh yang saling menyakiti dengan kata-kata" ucap Alika.
"Iya Alika, kami mengerti. Kami bisa dimaafkan oleh kalian saja sudah bersyukur. Semoga kalian selalu bahagia" ucap Cheline yang diangguki oleh Syaqilla.
"Kalau begitu kami pamit pulang nak" ucap Cheline.
"Iya mah, pah hati-hati dijalan" ucap Alika yang diangguki oleh kedua orang tuanya.
Rudi dan Cheline akhirnya pulang dari rumah Fikri.
...****************...
Esok hari tiba.
Seperti biasa Arrash mengantarkan Syaqilla dan menurunkannya didepan kampus.
Arrash bergegas berangkat kekantor karena ada meeting pagi hari ini.
Syaqilla berjalan perlahan masuk kedalam kampus, namun siapa sangka dirinya dibekap oleh seseorang hingga tidak sadarkan diri.
Syaqilla dibawa oleh seseorang menuju desa dipinggiran kota dan gadis itu tetap tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba ponsel si penculik tersebut berdering.
"Hallo bos" sapa penculik tersebut bernama Arman.
"Bagaimana orang yang aku suruh amankan?" tanyanya.
"Orang itu sudah kami amankan bos, sekarang ada dirumah yang kami sewa dipinggiran kota" ucap Arman.
"Bagus, jaga dia dengan baik sampai ada perintah selanjutnya" ucapnya.
"Baik bos" ucap Arman.
Panggilan telepon tersebut kemudian berakhir.
"Bagaimana pekerjaan anak buahmu wan?" tanya Chyntia sembari berjalan mendekati Irwan.
"Aman Chyn, orang itu sudah kami amankan. Tapi bukannya kamu minta 1 atau 2 bulan lagi ya rencana ini dikerjakan?" tanya Irwan.
"Terlalu lama bila menunggu 1 atau 2 bulan lagi. Kita akan temui Syaqilla dan buat penawaran dengannya" ucap Chyntia.
"Kapan kita akan temui dia?" tanya Irwan.
"Besok" ucap Chyntia.
Sementara itu Arrash dikantor mendapati telepon dari Om Rizki.
"Hallo om" sapa Arrash.
"Hallo Rash" sapa balik om Rizki.
"Ada apa om?" tanya Arrash.
"Om cuma mau tanya apa Syaqilla tidak mengajar?" tanya om Rizki.
"Syaqilla?" tanya Arrash heran.
__ADS_1
" Iya Syaqilla, apa dia tidak mengajar?" tanya om Riski.
"Dia mengajar tadi pagi aku yang mengantarnya" ucap Arrash.
"Bisa kamu datang kekampus Arrash?" tanya Riski.
"Iya om aku akan segera kesana" jawab Arrash kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.
Arrash segera pergi kekampus dengan perasaan khawatir.
Setibanya dikampus ia bergegas menghampiri om Rizki.
"Apa Syaqilla benar-benar tidak datang kekampus om?" tanya Arrash.
"Iya Arrash, Syaqilla tidak ada dikampus. Kamu bisa periksa dia disetiap kelas atau_" ucap om Rizki terpotong.
"Atau apa om?" tanya Arrash.
"Atau kamu lihat CCTV saja Rash" ucap Om Rizki.
"Baik om aku akan memeriksanya" ucap Arrash.
Arrash segera menemui kepala keamanan kampus yang bernama Ibrahim untuk melihat CCTV.
"Pak berikan saya vidio CCTV didepan kampus sekitar pukul setengah delapan tadi pagi" pinta Arrash.
Ibrahim segera mencarinya dan menunjukan vidio itu pada Arrash.
"Ini pak vidionya" ucap Ibrahim.
Arrash bergegas melihatnya.
"Stop pak yang itu" ucap Arrash saat melihat vidio Syaqilla sedang diikuti seseorang dibelakannya kemudian dibekap dan dibawa kemobil.
"Sialan! Kenapa aku bisa kecolongan sih" ucap Arrash sembari meremas ponsel yang ada digenggamannya.
"Hallo Yog, aku butuh bantuanmu" ucap Arrash.
"Bantuan apa Rash?" tanya Yogi.
"Syaqilla diculik seseorang Yog. Minta bantuan Angga untuk melacak keberadaanya sekarang" ucap Arrash.
"Oke Rash aku hubungi dia sekarang" ucap Yogi kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.
Arrash segera menghubungi papah Ridwan.
"Hallo pah" sapa Arrash.
"Iya Hallo Rash ada apa?" tanya papah Ridwan.
"Syaqilla diculik pah, dan aku butuh bantuan anak buah papah untuk menemukannya" ucap Arrash.
"Apa!, Syaqilla diculik? Bagaimana bisa ini terjadi?" tanya papah Ridwan.
Ia padahal sudah memerintahkan 2 orang untuk mengawal setiap anggota keluarganya, namun itu semua tidak cukup Syaqilla justru diculik oleh seseorang.
"Entah lah pah, sepertinya penculikan ini sudah direncanakan sejak lama" ucap Arrash.
"Papah akan menghubungi kepala bodyguard untuk membantu kita menemukan Syaqilla" ucap papah Ridwan.
"Iya pah terimakasih" ucap Arrash setuju.
Arrash meminta salinan vidio CCTV tersebut dan mengirimkannya pada Yogi dan papah Ridwan.
Yogi segera menghubungi Angga untuk meminta bantuan dan segera melaporkan kasus ini kekantor polisi.
"Kami akan berusaha secepat mungkin menemukan Syaqilla" ucap Angga mewakili anggotanya.
"Makasih Ga" ucap Yogi.
__ADS_1
Sementara orang-orang sedang sibuk mencari keberadaan Syaqilla.
Gadis itu mulai membuka matanya dan sadar.
Ia terkejut dengan keberadaan dan kondisi dirinya.
"Dimana aku?" tanyanya pada diri sendiri karena disitu tidak ada siapapun.
Kondisi Syaqilla dengan tubuh terduduk diatas kursi sedangkan kaki dan tangannya terikat.
Ia mencoba melepaskan ikatan dikedua lengan dan kakinya.
Hahh hahh. Nafas Syaqilla tersengal tubuhnya merasa lelah.
"Ini susah sekali" lirih Syaqilla sembari melepaskan ikatan ditangannya.
Berkali-kali ia mencoba melepaskan ikatan itu, berkali-kali juga ia gagal melepaskannya.
Syaqilla tidak pernah menyerah meski gagal ia terus mencoba melepaskannya.
Tidak lama kemudian salah satu dari penculik yang ditugaskan untuk menjaga Syaqilla datang.
"Sudah bangun ternyata" ucap Arman.
"Abang ini siapa? Kenapa kalian menculikku?" tanya Syaqilla.
"Maaf ya neng, kami hanya menjalankan perintah kalau untuk masalahnya silahkan saja tanyakan pada bos kami" ucap Arman.
"Siapa nama bos kalian?" tanya Syaqilla.
"Bos kami namanya Irwan" jawab Arman.
"Kapan bos kalian datang kemari?" tanya Syaqilla.
"Katanya sih besok. Udah ah, kebanyakan tanya kamu" ucap Arman.
"Nih makan" ucap Arman lagi sembari memberikan nasi bungkus dan air mineral pada Syaqilla.
Bukannya menerima nasi tersebut Syaqilla justru melihati nasi bungkus dan air mineral tersebut takut-takut didalamnya mengandung racun.
"Kenapa diam aja?" tanya Arman.
Syaqilla menggeleng sembari kedua tangannya berusaha melepaskan ikatan tersebut.
"Ini makanan dimakan jangan sampai nggak dimakan" ucap Arman.
"Gimana saya bisa makan bang kalau kedua tangan saya diikat semua" ucap Syaqilla.
"Oke gue lepasin talinya" ucap Arman.
Syaqilla mengangguk.
Arman membukakan ikatan tali dilengan Syaqilla.
"Nih udah gue lepasin, lo makan sekarang jangan coba-coba buat kabur" ucap Arman.
"Iya bang" ucap Syaqilla.
Arman meninggalkan Syaqilla yang sedang makan, ia pergi kewarung untuk membeli rokok.
Sementara itu Syaqilla yang sudah dilepaskan ikatan dilengannya segera mengambil nasi bungkus dan air mineral itu.
Ia terlebih dahulu membuka air mineral yang masih tersegel.
"Semoga saja ini tidak mengandung racun" ucap Syaqilla kemudian meminumnya.
Ia kemudian melepaskan ikatan tali yang berada dikakinya kemudian berdiri berusaha untuk berjalan normal.
...****************...
__ADS_1