
Arrash dan Syaqilla keluar dari mobil itu.
"Itu kan bu Syaqilla" ucap Gita.
"Ya ampun Git itu kan Rektor yang baru kita omongin" ucap salsa.
"Yang mana Sal?" tanya Gita.
"Itu Git yang sama bu Syaqilla" ucap Salsa.
"What! Yang itu Sal? Ya ampun dia tampan sekali" tanya Gita.
"Tapi, apa hubungan dia dengan bu Syaqilla ya?" tanya Salsa.
"Tidak tahu" ucap Gita sembari menggeleng.
Bukan hanya kedua mahasiswi itu saja yang mengagumi Arrash namun hampir setiap wanita yang melihatnya pasti akan terkagum.
Disisi lain Arrash dan Syaqilla yang sedang berjalan menuju kantor ia berbarengan dengan Fikri dan Alika.
"Syaqilla, Arrash" panggil Fikri.
Syaqilla dan Arrash menghentikan langkah kakinya.
"Iya mas" jawab Syaqilla.
"Aku ingin memberi kabar pada kalian kalau aku dan Alika akan rujuk" ucap Fikri.
"Maksudnya kamu dan Syaqilla sudah tidak memiliki hubungan dan sekarang kamu akan rujuk dengan mantan istrimu?" tanya Arrash.
"Iya Arrash aku dan Syaqilla sudah tidak memiliki hubungan" jawab Fikri.
Arrash menoleh pada Syaqilla.
Syaqilla tidak mengindahkan tatapan Arrash.
"Kapan mas Fikri dan mba Alika akan rujuk?" tanya Syaqilla pada Fikri.
"Besok lusa Syaqilla. Kami hanya akan ijab kobul saja dirumahku. Kamu jangan lupa datang dengan Arrash ya" ucap Fikri.
"Iya Syaqilla kamu datang ya" ucap Alika.
"Insya Allah aku akan datang mba Alika" ucap Syaqilla.
Alika mengangguk.
"Kalau begitu kami duluan ya Syaqilla, Arrash" ucap Fikri.
"Iya Fik" "Iya mas" ucap Arrash dan Syaqilla bersamaan.
Fikri dan Alika berjalan lebih dulu.
"Syaqilla aku ingin bicara denganmu" ucap Arrash.
"Bicaralah mas" ucap Syaqilla.
"Tapi tidak disini" ucap Arrash.
"Kalau begitu kita kecaffe depan kampus saja mas" ucap Syaqilla.
Arrash mengangguk.
Mereka segera pergi kecaffe itu.
"Apa yang ingin mas Arrash bicarakan?" tanya Syaqilla setelah mereka memesan minuman.
__ADS_1
"Syaqilla, kamu kan sudah tidak memiliki hubungan dengan Fikri, izinkan aku untuk mengisi kekosongan dihatimu" ucap Arrash.
"Kamu tahu kan kalau aku mencintai kamu sejak pandangan pertama kita bertemu. Kamu ini gadis pilihanku Syaqilla, hanya kamu yang mampu membuat hatiku bergetar. Saat ini mungkin kamu tidak mencintaiku tapi percayalah cinta akan datang seiring waktu. Beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakanmu Syaqilla" ucap Arrash serius.
Syaqilla yang awalnya menunduk kini beralih menatap Arrash dengan mata berkaca-kaca kemudian mengangguk.
Arrash tersenyum bahagia, akhirnya penantian dia terbayarkan juga.
"Terimakasih Syaqilla aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah kamu berikan" ucap Arrash.
Syaqilla mengangguk lagi.
"Ayo diminum minumannya sayang" ucap Arrash sembari tersenyum.
Syaqilla yang mendengar panggilan sayang dari mulut Arrash seketika melotot.
Lain halnya dengan Syaqilla, Arrash justru senang menggoda Syaqilla seperti itu.
"Kenapa dengan wajahmu sayang?" tanya Arrash masih dengan tersenyum.
"Mas Arrash bisa tidak jangan memanggilku seperti itu ditempat umum aku kan malu" ucap Syaqilla.
"Aku suka melihat wajahmu yang malu-malu itu Syaqilla jadi terlihat semakin cantik dan membuatku semakin mencintaimu" ucap Arrash.
"Mas Arrash sudah jangan kebanyakan gombal, sekarang ayo kita kembali kekampus jam pelajaran pertama sudah hampir selesai, sebentar lagi jadwalku mengajar" ucap Syaqilla.
"Baiklah ayo kita kesana" ucap Arrash setuju.
Mereka berjalan menuju kampus sembari terus bercakap.
"Mas Arrash kekampus ada perlu apa ya?" tanya Syaqilla.
"Apa kamu tidak tahu kalau kekasihmu ini Rektor dikampus tempat kamu mengajar?" tanya Arrash.
"Jadi mas Arrash yang menggantikan pak Rizki sebagai Rektor" ucap Syaqilla.
Arrash mengangguk.
"Lalu mas Arrash kemari untuk mengontrol aktivitas belajar mengajar dikampus ini?" tanya Syaqilla.
Arrash mengangguk lagi.
Syaqilla tidak bertanya lagi namun justru Arrash yang bertanya pada gadis berhijab itu.
"Syaqilla aku ingin melamarmu secepatnya bagaimana?" tanya Arrash.
"Jangan terburu-buru mas kita belum memberi tahu keluarga kita tentang hubungan ini, aku takut ada keluarga yang tidak merestui kita" jawab Syaqilla.
"Kamu jangan khawatir Syaqilla, aku pastikan keluargaku akan menerima kamu dengan senang hati" ucap Arrash.
"Baiklah mas kalau begitu lebih cepat maka akan lebih baik, aku akan memberi tahukan paman dan bibiku yang ada dibandung" ucap Syaqilla.
"Makasih sayang" ucap Arrash.
"Mas Arrash kan sudah aku bilang jangan panggil aku seperti itu ditempat umum" ucap Syaqilla.
"Iya iya maaf" ucap Arrash.
Mereka akhirnya tiba dikantor.
Syaqilla langsung masuk kelas untuk mengajar setelah mengambil buku yang hendak dipakainya.
Arrash juga langsung menemui Rizki.
"Apa ada sesuatu yang membuat kamu bahagia?" tanya Rizki.
__ADS_1
Arrash mengangguk.
"Iya om, aku baru saja memulai hubungan dengan seorang gadis" ucap Arrash.
"Benarkah?" tanya Rizki sumringah.
Arrash mengangguk.
"Dengan siapa kamu menjalin hubungan?" tanya Rizki.
"Om sudah mengenalnya" ucap Arrash.
"Iya siapa gadis itu?" tanya Rizki.
"Syaqilla om" ucap Arrash.
"Oohh dengan Syaqilla ternyata. Om kira Fikri dan Syaqilla belum putus dan akan segera menikah tapi tadi pagi om dikejutkan dengan surat undangan pernikahan Fikri dengan wanita lain yang ternyata itu mantan istrinya" ucap Rizki.
"Mereka sudah cukup lama putusnya om" ucap Arrash.
"Baiklah semoga hubunganmu dan Syaqilla juga dilancarkan" ucap Rizki.
"Amin" ucap Arrash.
Setelahnya mereka kemudian membahas pekerjaan.
...****************...
Dikantor Jaya Company.
Chyntia tengah berdebat dengan resepsionis yang menahannya untuk masuk.
"Maaf nona Chyntia bila anda belum membuat janji dengan pak Arrash maka anda tidak bisa menemuinya" ucap resepsionis itu.
"Saya ini calon istrinya Arrash kamu tidak berhak untuk melarang saya masuk" ucap Chyntia.
"Maaf nona Chyntia meski demikian anda tetap tidak diperbolehkan masuk" ucap resepsionis.
"Akan aku ingat wajah kamu, nanti setelah aku menjadi istri dari Arrash Akbar maka kamu akan aku pecat ingat itu" ucap Chyntia.
Tidak lama kemudian Yogi datang dengan seorang satpam yang melaporkan keributan dibagian lobi tersebut.
"Ada apa ini nona Chyntia?" tanya Yogi.
Chyntia menoleh kemudian tersenyum melihat Yogi yang bertanya padanya.
"Aku hanya ingin bertemu Arrash untuk menanyakan kerja sama yang aku tawarkan 3 minggu lalu" ucap Chyntia.
"Maaf nona Chyntia bila anda ingin bertemu pak Arrash maka ikuti aturannya buatlah janji lebih dulu. Untuk kerja sama yang anda tawarkan saya mohon maaf atas nama pak Arrash karena melupakan hal itu, akhir-akhir ini kami sangat sibuk" ucap Yogi.
"Baiklah tidak apa-apa, tapi besok aku akan datang lagi untuk bertemu dengan Arrash" ucap Chyntia.
"Baik nona, akan kami tunggu kedatangan anda besok" ucap Yogi sembari mengangguk.
Chyntia tidak menjawab ia justru berlalu pergi dari kantor Jaya Company.
Selepas kepergian Chyntia, Yogi segera menghubungi Arrash.
"Iya Yog" jawab Arrash.
"Rash tadi ada Chyntia datang kekantor untuk menanyakan tawaran yang ia ajukan pada kita 3 minggu lalu" ucap Yogi.
"Tolak saja dia" ucap Arrash.
...****************...
__ADS_1