Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 38 Didatangi Chyntia


__ADS_3

Kabar pertunangan Arrash dan Syaqilla sudah terdengar oleh Chyntia.


Kini Chyntia datang kerumah orang tuanya untuk membujuk lagi sang mamah agar mau membantu dirinya.


"Apa mamah sudah mendengar kabar Arrash sudah bertunangan dengan wanita lain?" tanya Chyntia.


"Iya mamah sudah mendengarnya mamah lihat status Noviana" ucap Rissa.


"Mah aku tidak terima Arrash akan menikah dengan wanita lain, aku mau Arrash agar menikah denganku mah. Ayo lah mah bantu aku untuk bujuk tante Novi agar pertunangannya dibatalkan" ucap Chyntia.


"Tidak sayang, sebaiknya kamu mencari laki-laki lain saja. Jangan pernah kamu ganggu Arrash dan tunangannya itu" ucap Rissa.


"Tidak mah, Kalau mamah tidak bisa bantu Chyntia maka aku akan usaha sendiri" ucap Chyntia.


"Kamu mau usaha seperti apa Chyntia? Jangan macam-macam kamu mamah tidak ingin persahabatan kami menjadi rusak karena tidakan kamu itu" ucap Rissa.


"Mangkanya itu mamah bantuin Chyntia" pinta Chyntia.


"Oke mamah akan bantu kamu coba bicara pada Novi kalau kamu menyukai Arrash" ucap Rissa.


"Iya mah" ucap Chyntia sembari tersenyum.


"Tapi mamah tidak menjamin kalau itu akan berhasil" ucap Rissa.


"Ya mamah bantuin aku nya sampai berhasil dong" ucap Chyntia.


"Tidak bisa Chyntia, mamah tidak enak dengan Novi. Yang jelas mamah akan coba bicara kalau kamu menyukai Arrash tapi kalau tanggapan mereka biasa saja maka mamah tidak bisa bantu dan kamu cari pria lain jangan ganggu Arrash lagi" ucap Rissa.


Chyntia tidak menjawab dia hanya memberengutkan bibirnya.


"Kalau kamu tidak mau mendengarkan ucapan mamah, maka kamu akan mamah carikan suami Chyntia" ucap Rissa.


"Tidak mau mah" ucap Chyntia.


Chyntia bingung dengan dirinya sendiri, disaat ia dan Arrash dijodohkan ia tidak mau dan lebih memilih tunangannya yang ternyata brengsek.


Tapi setelah perjodohan itu dibatalkan kini justru Chyntia yang ingin dijodohkan.


"Baiklah terserahmu saja" ucap Rissa kemudian berlalu.


"Aku harus bertemu Arrash" ucap Chyntia kemudian ia pergi menuju rumah Arrash.


Chyntia mengendarai mobilnya dengan penuh tekad untuk mendapatkan Arrash lagi.


Ia hendak berbelok menuju rumah Arrash namun ia melihat mobil pria itu keluar dari rumah.


Chyntia memutuskan untuk mengurungkan niatnya dan lebih memilih mengikuti mobil Arrash dari belakang.


Chyntia terus mengikuti mobil Arrash hingga akhirnya mobil pria itu berbelok diperusahaan miliknya.

__ADS_1


"Bukannya ini hari minggu, kenapa Arrash kekantor?" tanya Chyntia sendirian.


Tidak lama setelah Arrash memarkirkan mobilnya terlihat juga ada mobil Yogi datang.


"Yogi juga kemari, apa ada hal penting yang membuat mereka kerja dihari libur?" tanya Chyntia sendirian.


Chyntia masih menunggu didalam mobilnya sembari memperhatikan Arrash dan Yogi masuk.


"Apa aku ikuti saja masuk ya" tanyanya.


Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Arrash masuk kedalam kantor.


Dikarenakan hari ini minggu dan semua karyawan libur maka dari itu Chyntia bisa masuk dengan mudah.


Gadis itu memperhatikan pintu lift yang tertutup hingga terlihat disana berhenti di lantai 14.


Chyntia menekan tombol 14 untuk mengikuti Arrash. Lift terhenti namun gadis itu kehilangan jejak Arrash.


Gadis itu mencoba membuka satu per satu pintu ruangan yang berada dilantai 14.


Ia berhasil menemukan keberadaan Arrash dan Yogi.


Ceklek.


"Arrash" panggil Chyntia setelah membuka pintu tanpa permisi lebih dulu.


Kedua pria yang sedang berada didalam ruangan kerja Arrash itu terkejut dengan kehadiran Chyntia.


"Aku ingin bicara Arrash" jawab Chyntia.


"Bicaralah cepat" ucap Arrash.


"Tapi hanya berdua" ucap Chyntia.


"Cepat bicara atau tidak sama sekali" ucap Arrash.


"Oke, oke. Arrash aku dengar kemarin kamu sudah bertunangan ya?" tanya Chyntia.


"Iya itu memang benar" jawab Arrash.


"Apa tidak bisa kamu beri kesempatan untukku Arrash?" tanya Chyntia.


"Kesempatan? bukannya aku sudah pernah bilang buat aku jatuh cinta padamu tapi nyatanya tidak bisakan" ucap Arrash sembari tersenyum sinis.


"Itu karena aku tidak dibiarkan dekat dengan mu" ucap Chyntia.


"Coba saja kalau aku bisa dekat dengan mu aku akan berusaha lagi" ucap Chyntia.


"Maaf Chyntia cinta itu tidak bisa dipaksakan" ucap Arrash.

__ADS_1


"Tapi aku tidak terima kamu akan menikah dengan wanita itu Arrash" ucap Chyntia.


"Namanya Syaqilla bukan wanita itu, dia juga calon istriku dan kamu mau terima atau tidak itu pilihanmu aku tidak membutuhkan pendapat mu" ucap Arrash.


Chyntia kesal ia tidak menanggapi ucapan Arrash, ia segera kembali pulang.


"Jangan salahkan aku kalau aku akan menggunakan cara kasar untuk memisahkan kamu dan wanita itu Arrash" ucap Chyntia sendirian saat sudah berada didalam mobilnya.


Arrash dan Yogi kini tengah fokus membahas pekerjaan, ia tidak ingin berlama-lama meninggalkan Syaqilla dirumah bersama mamahnya.


Arrash juga merasakan rindu pada gadis pilihannya itu padahal baru saja 1 jam ia tinggal.


"Menurutmu apa Chyntia tidak akan berbuat nekad?" tanya Arrash pada Yogi.


"Entah lah Rash, tapi sepertinya Chyntia itu wanita yang nekad. Aku bukan mengkhawatirkan kamu tapi aku mengkhawatirkan Syaqilla bagaimana jika Chyntia nekad kemudian menyakitinya?" tanya Yogi.


Arrash terdiam ia jadi mengkhawatirkan Syaqilla apa lagi gadis itu hanya tinggal seorang diri dirumahnya.


"Menurutmu kalau Syaqilla tinggal dirumahku apa tidak apa-apa?" tanya Arrash.


"Tidak apa-apa itu lebih baik, tapi aku tidak yakin kalau Syaqillla mau. Sebaiknya kamu diskusikan dulu dengannya" jawab Yogi.


Arrash mengangguk kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Pukul 4 sore mereka menyelesaikan pekerjaannya dan Arrash segera pulang kerumah.


Kedatangan Arrash disambut oleh kedua wanita yang ia cintai.


Kedua wanita beda usia itu sedang mengobrol diteras rumah.


"Arrash kamu sudah pulang nak?" tanya mamah Novi.


"Sudah mah" ucap Arrash singkat.


"Syaqilla, mamah ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian dan dengan papah juga" ucap Arrash.


"Kalau begitu kita masuk kedalam rumah saja sekalian mamah panggilkan papah kamu" ucap mamah Novi.


Arrash mengangguk kemudian masuk kedalam rumah dan berkumpul diruang keluarga.


"Kamu ingin bicara apa Arrash?" tanya papah Ridwan.


"Tadi Chyntia mengikuti aku hingga kantor. Dia meminta aku untuk mempertimbangkan cintanya padaku namun aku menolaknya dan dia terlihat marah sekali, aku takut dia nekad dan akan menyakiti Syaqilla, apa lagi Syaqilla tinggal sendirian. Bagaimana menurut kalian bila Syaqilla tinggal bersama kita?" tanya Arrash.


"Kalau papah sih tidak masalah lagi pula dirumah ini banyak kamar kosong yang bisa ditinggali oleh Syaqilla" ucap papah Ridwan.


"Mamah juga setuju saja, dan akan senang bila Syaqilla tinggal bersama kita" ucap mamah Novi.


"Bagaimana denganmu Syaqilla apa kamu mau tinggal bersama kami?" tanya papah Ridwan pada Syaqilla.

__ADS_1


Semua orang yang berada diruang keluarga melihat kearah Syaqilla dan menantikan jawaban dari gadis itu.


...****************...


__ADS_2