
Aurel nampak menunjukkan senyumnya ketika seorang wanita mendatangi suaminya.
"Wanita ini mau menggoda suamiku? berharap saja sampai gigimu ompong Kalau kamu bisa menggodanya." guman Aurel dalam hati.
Sesaat kemudian terlihat wanita itu masih mencoba untuk menggoda Saga. Wanita itu terus menunjukkan senyumnya agar Saga terbuai dengan godaan wanita itu.
"Tuan Saga." panggil si wanita kembali.
Saga tetap tidak menghiraukan wanita itu, seorang pengusaha nampak menatap wanita muda yang tidak lain adalah putri dari pengusaha yang hadir di pestanya.
"Bukankah kamu adalah putri dari tuan Setiabudi?" tanya si pengusaha kepada wanita muda yang bernama Kartika.
"Benar, saya adalah putri dari tuan setiap Budi. Nama saya adalah Kartika." Kartika yang memperkenalkan dirinya. walaupun wanita itu memperkenalkan dirinya 100 kali pun Percuma saja karena Saga tidak akan pernah menghiraukan wanita itu. tatapan mata Saga menatap sang istri kemudian tersenyum.
"Kamu mau makan, Sayang?" tanya Saga kepada sang istri yang kemudian menggandeng tangan istrinya dan mengajak Aurel pergi dari tempat itu.
Beberapa pengusaha menatap kepergian Saga Bersama sang istri, Kartika yang melihat dirinya tidak dihiraukan tentu saja wanita itu sedikit kesal. dari tadi menyapa Saga namun dia tetap saja tidak dihiraukan oleh pria itu.
"Kamu Boleh jual mahal di depan istrimu, lihat saja aku pasti akan mendapatkanmu." ucap Kartika yang terlihat terus berusaha untuk mendekati Saga.
Sedangkan Saga sendiri nampak dia hanya memperhatikan wanita yang ada di sampingnya.
"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Saga.
"Lihatlah di sana." jawab Aurel.
"Apa?" tanya Saga.
"Aku mau kebab kambing domba itu. apakah kamu mau juga?" tanya Aurel yang membuat Saga tersenyum.
"Kamu selalu saja suka dengan makanan itu." jawab Saga yang kemudian menggandeng tangan sang istri dan membawa istrinya untuk berkeliling melihat beberapa makanan.
"Oh ya sayang, Bukankah tidak sopan saat disapa seseorang kamu tidak menjawabnya?" tanya Aurel yang membuat Saga menoleh.
"Aku bukan tipe pria yang akan tergoda dengan bujuk rayu wanita seperti mereka, para wanita itu hanyalah menginginkan status dan kekayaanku saja. buat apa aku menghiraukan mereka." jawab Saga.
"Lalu, Bukankah aku juga menginginkan status dan kekayaanmu?" tanya Aurel sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu berbeda, Kamu tidak akan pernah sama dengan mereka." jawab Saga yang memberikan kecupan di pipi sang istri.
Aurel tidak akan bisa membantah apapun yang dikatakan oleh suaminya itu, pria itu adalah pria buta akan segalanya. yang ada di matanya hanyalah ada satu wanita yaitu istrinya saja.
"Lihatlah wanita itu mencoba untuk mengganggu Tuan Saga, Tapi sayangnya Tuan Saga tidak menghiraukannya." cibir beberapa wanita sosialita yang ada di pesta.
"Wanita itu benar-benar tidak tahu malu ya, Lihatlah dia terus berusaha untuk mendekati Tuan Saga. Memangnya dia bisa mendekati pria itu sedangkan dia sendiri tidak mempunyai daya tarik di mata pria Dubai itu." ucap beberapa wanita sosialita.
Para wanita sosialita itu adalah para istri pengusaha yang hadir di pesta tersebut, sesaat kemudian Seorang Pria tua yang memakai tongkat nampak mendatangi Saga dengan semua senyum yang begitu ramah.
"Halo Tuan Saga, Sudah lama kita tidak bertemu." sapa seorang pengusaha yang bernama Tuan Arif.
"Hello Mr Arif." jawab Saga yang kemudian menoleh menatap Pria tua yang mungkin berusia sekitar 60 tahun tersebut.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Bagaimana kabarmu?" tanya Tuan Arif kepada Saga.
"Thank you Mr Arif, i'm fine, i'm fine is very good." jawab Saga.
"Senang bertemu denganmu, Saga." ucap tuan Arif yang menjabat tangan Saga.
Sedikit cerita mengenai Tuan Arif, pengusaha tua itu dulu adalah orang yang memberi pelajaran kepada Saga, mengenai cara berbicara Indonesia mengenai negara itu bahkan Tuan Arif adalah pria yang begitu bersemangat untuk memberikan motivasi kepada Saga saat dia berada di Indonesia
"Anda benar sekali, Tuan. Saya akan berada di Indonesia untuk waktu yang cukup lama." jawab Saga.
"Kalau begitu sering-seringlah mampir ke rumahku." pinta tuan Arif.
"Tentu saja, di Indonesia ini aku sudah menganggapmu sebagai Ayahku. jadi aku harap anda tidak akan bosan ketika aku selalu mengganggu anda." jawab Saga.
Pertemuan itu benar-benar menjadi kisah berlanjut dari hubungan Saga dan Tuan Arif, di pesta hari itu akan menjadi pesta yang membuat para pengusaha senang akan kedatangan Saga, mereka juga sudah mendengar mengenai pengusaha itu yang akan tinggal di Indonesia untuk waktu yang lumayan lama. sedangkan seorang pria nampak dia berdiri dengan semua kesombongannya karena berhasil mengambil beberapa perusahaan milik orang tua dari Rani.
Rani sedang memperjuangkan hidupnya di Korea, sedangkan Irawan sendiri terlihat pria itu bersenang-senang dengan Tania kekasihnya.
"Katanya pengusaha asal Dubai itu kembali ke Indonesia." ucap Tania.
"Yang aku dengar pria itu adalah pria super kaya di Dubai, Dia mempunyai beberapa perusahaan, beberapa Hotel beberapa apartemen bahkan beberapa proyek hunian mewah." jawab Irawan.
"Wow, dia adalah buruan yang lumayan fantastis." ucap Tania.
__ADS_1
"Mungkin kamu tidak akan bisa mendekati pria itu, karena yang aku dengar pria itu tidak mau melirik wanita lain selain istrinya." jawab Irawan.
"Tapi ada sesuatu yang aneh loh..," ucap Tania.
"Memangnya ada apa." jawab Irawan.
"Beberapa kabar Yang aku dengar itu.., kalau pria itu mempunyai istri yang namanya begitu persis dengan nama mantan kekasihmu itu." jawab Tania.
"Maksudmu?" tanya Irawan.
"Kamu tahu, istri pengusaha dari Dubai itu bernama Aurel juga. Aku tidak tahu namanya Aurel siapa, namun nama itu benar-benar begitu familiar bahkan istri dari pengusaha itu berasal dari Korea. namun kalau dilihat dari sekilas wajahnya sedikit mirip dengan kekasihmu yang sudah mati itu." ucap Tania yang membuat Irawan tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha...., Kamu gila ya. Kamu bilang namanya persis dengan nama wanita itu, lalu kamu juga bilang kalau wajahnya sedikit mirip dengan wanita itu?" tanya Irawan.
"Benar sekali, aku mendapatkan beberapa foto istri pengusaha itu. kalau aku lihat dengan seksama sih wajahnya memang sangat mirip dengan mantan kekasihmu itu." jawab Tania.
"Sudahlah, mungkin kamu halu karena kita tidak mendapatkan mayat wanita itu." jawab Irawan santai.
Tania menatap seorang pria yang berdiri bersama beberapa pengusaha itu, terlihat ada sedikit senyum di bibir Tania ketika melihat pria dari Timur tengah tersebut.
"Target buruan yang begitu luar biasa, aku yakin jika aku bisa mendapatkan pria itu hidupku akan makmur. Dia pria kaya raya bahkan pria yang mempunyai kekayaan sungguh fantastis. kalau dibandingkan dengan Irawan maka Irawan hanyalah seujung jari kakinya." guman Tania dalam hati yang terlihat menatap tajam ke arah Saga yang sedang berbicara dengan beberapa pengusaha.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir