
BRAKKK..
Suara barang di lempar
"Ada apa?" tanya ibu Kartika.
"Pergilah, Bu." Kartika yang mengusir ibunya.
"Hari ini aku harus melakukan sesuatu." ucap Kartika.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
"Selamat pagi!" seru seorang wanita yang baru masuk ke perusahaan milik Saga.
"Ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya petugas resepsionis perusahaan Saga.
"Begini, saya ada janji ketemu dengan Tuan saga hari ini. saya mewakili ayah saya untuk bertemu dengan beliau." jawab Kartika.
"Mohon maaf sebelumnya, Nona. tapi hari ini Tuan Saga datang agak siang karena tuan masih ada di luar perusahaan." jawab petugas resepsionis.
"Apakah kamu tidak berbohong?" tanya Kartika kepada petugas resepsionis.
"Kenapa saya harus berbohong, Tuan Saga tidak ada di perusahaan." jawab petugas resepsionis yang berbicara dengan begitu sopan. namun sayangnya Kartika melihat petugas resepsionis itu dengan tatapan mata yang tidak percaya.
"Lebih baik kamu katakan kepada tuan Saga kalau saya mewakili ayah saya ingin bertemu dengannya." Kartika yang terlihat terus berusaha untuk menyuruh petugas resepsionis membiarkan dia masuk ke kantor Saga.
"Tapi nona, Tuan Saga tidak ada di dalam. dia belum berada di perusahaan." jawab petugas resepsionis.
Kartika benar-benar tidak menyukai keberadaan dua wanita yang ada di tempat itu, dia tetap bersikukuh ingin menemui Saga. sekitar 10 menit kemudian salah satu orang kepercayaan Saga masuk ke dalam perusahaan.
"Tuan Ajid." Panggil seorang petugas resepsionis.
"Iya ada apa." jawab Peter.
"Tuan wanita ini ingin bertemu dengan Tuan Saga, tapi Tuan Saga tidak ada di perusahaan." ucap si wanita yang membuat petugas resepsionis menganggukkan kepalanya.
Langkah kaki tuan Ajid yang hendak masuk ke perusahaan itu langsung mundur untuk melihat wanita yang sudah diberitahu namun tidak mau tersebut.
"Ada apa ya, nona?" tanya pak Ajid.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Saga, saya mewakili ayah saya untuk melakukan janji pertemuan." jawab Kartika.
Tatapan mata pak Ajid nampak menatap wanita yang sudah diberitahu namun tidak mau.
"Maaf ya nona, Tuan Saga belum datang ke perusahaan. namun jika kamu ingin menunggunya silakan tunggu di ruang tunggu, Tuan Saga masih ada keperluan di luar Jadi kalau mau kamu silakan menunggu. jika kamu tidak mau silakan pergi dan jangan membuat keributan." Pak Ajid yang kemudian masuk ke dalam lift untuk melihat beberapa pekerjaan.
__ADS_1
Kartika benar-benar kesal dengan perlakuan pria yang baru meninggalkannya bersama dua resepsionis itu.
"Lihat saja kalau sampai aku bisa melakukan itu semuanya, kalian semua akan menangis dan berlutut di bawah kakiku." terlihat Kartika benar-benar begitu menginginkan sesuatu yang tidak mungkin dia dapatkan. wanita itu mempunyai ambisi yang sangat luar biasa, 10 20 hingga 1 jam kemudian Saga belum menampakkan batang hidungnya di perusahaan.
Sekitar 2 jam kemudian dan jam sudah menunjukkan pukul 10, terlihat Saga mulai masuk ke perusahaan Bersama sang istri. tatapan mata Saga terus menatap sang istri sembari menggandeng tangannya.
"Oh ya Sayang, apa kamu tidak ingin membuat desain yang lebih unik? desain itu terlalu kuno untukku." manja Aurel kepada sang suami.
"Apapun akan kulakukan untukmu, Sayang. kamu desain perhiasan itu sendiri nanti aku akan meminta salah satu desainer perhiasan untuk kemari, Bagaimana?" tanya Saga.
"Tapi jam tangannya couple ya, aku mau kamu juga pakai." Aurel yang begitu manja kepada sang suami.
"Tentu saja apapun untukmu." jawab Saga.
Kartika yang sedang melihat ponsel itu seketika tatapan matanya menatap seorang pria yang mungkin tingginya sekitar 185 tersebut memasuki perusahaan. tatapan matanya menatap lurus ke depan sembari menggandeng seorang wanita, Aurel yang tingginya hanya sekitar 160 tersebut terlihat begitu mungil di samping Saga.
Kedua kaki Kartika terlihat berdiri, wanita itu segera memasukkan ponselnya di tas dan berjalan menghampiri Saga.
"Tuan Saga." Panggil Kartika kepada Saga.
"Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Saga, pria itu berlalu meninggalkan Kartika kemudian masuk ke lift pribadi miliknya.
"Sayang, kelihatannya tadi ada yang memanggilmu loh." ucap Aurel.
"Aku tidak dengar Sayang." jawab Saga.
"Cepat bilang kepada tuan Saga kalau aku putri dari tuan Johan ingin menemuinya, kami ada janji pertemuan." ucap Kartika.
"Sebentar ya Mbak tolong duduk dulu saya akan menelpon Tuan Saga." jawab petugas resepsionis.
"Jangan pakai lama, Aku dari tadi menunggu di sini. aku sangat kesal." Kartika yang benar-benar kesal dengan semua kenyataan yang ada di depan matanya.
"Ini wanita kok menyebalkan banget sih, Ngapain sih dia harus di sini." guman petugas resepsionis sembari menatap wajah Kartika.
Sekitar 10 menit kemudian Kartika masuk ke dalam perusahaan, wanita itu memasuki lift dan mencari kantor milik Saga.
TOK..
TOK..
TOK..
pintu kantor Perusahaan Saga diketok, Aurel yang sedang memeriksa beberapa berkas Bersama sang suami nampak dia menatap pintu.
"Masuk." Panggil Aurel.
__ADS_1
Sekretaris Saga masuk ke dalam kantor.
"Ada apa?" tanya Saga.
"Tuan, putri dari tuan Johan ingin bertemu dengan anda." jawab sekretaris.
"Memangnya ada keperluan apa?' tanya Saga.
"Kelihatannya dia mewakili ayahnya untuk melakukan perjanjian dengan Tuan." jawab sekretaris lagi.
"Tuan Johan? Apakah aku ada janji dengannya?" tanya Saga.
"Sebenarnya tidak Tuan, Kemarin anda belum menerima kontrak kerjasama itu. bahkan proposal kerjasama itu masih belum Anda lihat." jawab sekretaris.
"Ya sudah kalau begitu bilang pada wanita itu kalau aku masih begitu banyak pekerjaan, dua atau tiga hari lagi bilang padanya untuk kemari. bilang padanya aku belum melihat kontrak kerjasama itu." jawab Saga.
"Baik Tuan," sekretaris yang keluar kemudian memberitahu kepada Kartika.
"Maafkan saya nona, tuan Saga tidak mau bertemu dengan Anda. katanya berkas yang diberikan oleh perusahaan Ayah Anda masih belum dilihat oleh Tuan Saga." ucap sekretaris Saga.
"Aku tidak mau kembali, aku harus memberitahu Tuan Saga mengenai kontrak kerjasama itu. ini adalah kontrak kerjasama yang sangat menguntungkan, tidak mungkin Tuhan Saga tidak menerimanya." ucap Kartika yang terlihat begitu kekeh tidak ingin diusir.
"Maafkan saya Nona, tapi tuan tidak ingin bertemu dengan kamu." sekretaris yang berusaha untuk mengusir Kartika.
Sesaat kemudian Pak Ajit masuk ke dalam kantor Saga untuk membicarakan mengenai proyek yang akan dibangun oleh beberapa pengusaha.
"Tapi kenapa pria itu bisa masuk? Kenapa aku tidak boleh?" tanya Kartika yang marah.
"Tuan Ajid adalah orang kepercayaan tuan Saga, jadi saya mohon anda segera pergi dari sini." sekretaris yang berusaha untuk berbicara baik kepada Kartika. namun sayangnya wanita itu masih bersikukuh untuk bertemu Saga dan tidak mau pergi dari perusahaan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir