GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
IRAWAN MULAI STRES


__ADS_3

Terkadang Irawan mulai berhalusinasi kalau dia melihat bayangan Aurel yang membawa bayinya, pria itu terkadang berteriak tidak karuan. seperti hari ini Irawan terlihat menatap beberapa berkas yang menumpuk di meja kantornya, tatapan matanya menatap beberapa lembar kertas itu.


"Kenapa tiba-tiba kepalaku agak pening ya." ucap Irawan yang kemudian memijit kepalanya. pria itu mengambil segelas air yang ada di meja kerjanya. tatapan mata Irawan kemudian menatap sebuah foto yang tiba-tiba di dalam pandangannya itu seperti foto Aurel.


DEG..


Irawan terus menata foto itu, entah mengapa tiba-tiba saja foto itu seketika mengeluarkan darah. Hal itu membuat Irawan langsung melempar foto itu dengan sangat keras.


PRANGGG


Bingkai foto yang ada di tangan Irawan langsung terlempar lumayan jauh, sesaat kemudian Irawan mulai berhalusinasi kalau pintu kantornya dibuka oleh seseorang. setelah itu ada seorang wanita yang masuk kemudian tersenyum kepadanya.


"Apakah kamu sudah menungguku sayang?" tanya seorang wanita yang berpakaian dress sederhana sembari membawa bayi kecil yang berlumuran darah.


DEG..


"Aurel." ucap Irawan.


"Mas." panggil bayangan Aurel.


"Pergi kamu, Pergi!!" teriak Irawan secara tiba-tiba.


Sedikit demi sedikit pemikiran Irawan mulai goyah, pria itu sedikit demi sedikit mulai mengalami ketidakstabilan mental. salah satu sekretaris Irawan nampak mendekati bosnya, namun dalam pandangan Irawan pria itu melihat Aurel yang sedang membawa bayinya sembari tersenyum.


"Tidak mungkin, itu tidak mungkin! kamu.., kamu itu sudah meninggal!!" teriak Irawan yang terus berusaha untuk menghilangkan bayangan yang ada di depannya itu. salah satu anak buah Irawan yang melihat hal itu nampak wanita itu sedikit ketakutan ketika melihat bosnya berteriak tidak karuan.


"Pergi kamu dari sini! pergi!!" teriak Irawan dengan suara yang begitu keras.


Sekretaris Irawan yang hendak mengatakan sesuatu itu pun seketika dia keluar, dia takut jika Irawan tiba-tiba melakukan sesuatu kepadanya.


"Apa yang terjadi dengan Tuan Irawan? Kenapa akhir-akhir ini dia berpelakuan sangat aneh." ucap sekretaris Irawan yang terlihat langsung pergi dari kantor Bosnya itu. tatapan mata wanita itu menatap nyalang kepada pria yang sudah menjadi majikannya selama beberapa tahun tersebut.


"Jangan-jangan Tuan Irawan sudah gila." ucap si wanita sembari bergidik ngeri dengan semua yang terjadi. salahkan saja Irawan sendiri karena pria itu berusaha untuk membunuh istrinya, dia terus-menerus melakukan sesuatu kepada Rani walaupun begitu Rani berharap suaminya akan sadar dari semua kesalahannya.


Selama beberapa tahun Irawan terus berusaha untuk mencelakai Rani, Sekarang semua yang dilakukan oleh Irawan akan mendapatkan pembalasan. Rani tidak akan tinggal diam, wanita itu akan membuat suaminya itu merasakan apa yang sudah dia rasakan.


"Sebentar lagi kamu akan merasakan apa yang aku rasakan." ucap Rani di tempat lain.


Sedangkan Irawan yang berada di tempatnya nampak dia terus berteriak tidak karuan, dia melihat sosok Aurel di dalam halusinasinya. wanita itu nampak mendekatinya dengan kondisi yang sangat menakutkan. Irawan yang melihat Aurel bersimbah darah sembari memeluk bayinya itu tentu saja pria itu benar-benar sangat ketakutan luar biasa.

__ADS_1


"Kamu itu sudah mati, pergi dari sini!!" teriak Irawan yang terus-menerus berusaha untuk mengusir Aurel.


Anak buah Irawan yang melihat hal itu tentu saja mereka juga sangat ketakutan, jika Irawan tiba-tiba melukai mereka tak ada satupun anak buah Irawan berusaha untuk menolong Bosnya itu.


PRANGG..


PRANGG..


Irawan terus berteriak tidak karuan, pria itu terus-menerus mencoba untuk mengusir bayangan Aurel yang selalu menghantuinya.


"Kamu itu sudah mati, pergi dari sini!!" teriak Irawan yang ada di kantornya. tak berselang lama terlihat Tania sudah berada di perusahaan, wanita itu ingin menemui Irawan untuk membahas mengenai butiknya yang tiba-tiba sepi.


"Ada apa?" tanya Tania kepada sekretaris Irawan.


"Itu loh Bu Tania, tuan Irawan..," jawab sekretaris Irawan.


"Memangnya ada apa dengan Tuan Irawan?" tanya Tania.


"Tuan Irawan tiba-tiba saja ngamuk, dari tadi Dia melempar barang-barang." jawab sekretaris Irawan.


"Memangnya ada apa?" tanya Tania kembali.


Memang beberapa hari ini Irawan selalu saja melakukan sesuatu yang sangat aneh, bahkan terkadang Tania juga dibuat kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Irawan. Tania memasuki kantor Irawan wanita itu melihat kekasihnya itu seperti orang gila yang membanting barang-barang yang ada di kantornya.


"Apa yang kamu lakukan, sayang?!" seru Tania kepada Irawan.


"Wanita itu ada di sini, dia ada di Sini!!" teriak Irawan.


"Siapa yang ada di sini?" tanya Tania.


"Tentu saja wanita itu, dia belum mati dia masih ada di sini." Irawan yang benar-benar seperti seorang pria gila.


"Apa yang kamu lakukan, berhenti kamu seperti seorang pria gila!!" seru Tania yang mencoba untuk menghentikan kelakuan Irawan.


Dari hari ke hari Irawan benar-benar mengalami halusinasi yang semakin parah, Rani setiap hari memberikan dosis sedikit besar kepada Irawan agar pria itu semakin tidak terkendali. Beberapa hari kemudian ketika malam sudah menjelang terlihat Irawan sedang duduk di ruang makan, tatapan matanya menatap Rani yang sedang masak untuk dirinya.


"Kamu sedang masak apa?" tanya Irawan kepada Rani.


"Masak sup iga sama iga bakar." jawab Rani.

__ADS_1


"Pasti sangat lezat." ucap Irawan.


"Tentu saja." jawab Rani singkat yang kemudian mempersiapkan makanan itu di meja makan.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Rani, wanita itu hanya menatap Irawan dengan tatapan mata yang begitu tak terkata.


"Makanlah setiap hari makanan ini, aku bisa menjamin kalau dirimu akan semakin gila." ucap Rani dalam hati.


Keesokan hari akhirnya Irawan pergi ke perusahaan, hari ini Aurel dan Rani sengaja pergi ke perusahaan Irawan untuk melakukan sesuatu. aku akan membuat pria itu seperti pria gila yang tidak akan bisa dipercaya oleh orang lain." ucap Aurel.


"Kamu jadi akan mengungkap identitasmu di depan Irawan?" tanya Rani kepada Aurel.


"tentu saja Mbak, aku akan mengungkap identitasku di depan pria itu. dengan begitu pria itu akan sangat ketakutan, Bahkan dia akan menganggap kalau dirinya itu sudah gila." jawab Aurel.


Rani hanya bisa tersenyum dengan semua yang akan dilakukan oleh Aurel. Langkah kaki Aurel memasuki perusahaan milik Irawan.


"Tolong bilang sama bosmu kalau aku ingin bertemu dengan dia." ucap Aurel yang kemudian meminta salah satu anak buah Irawan untuk memberitahu pria itu kalau dia dan Rani ada di perusahaan.


Mendapatkan kunjungan seperti itu tentu saja Irawan sangat bahagia, dia tidak akan pernah mengira kalau dibalik kebahagiaannya itu akan ada sebuah bencana yang tidak akan bisa dia pikirkan. sesuatu yang akan membuat Irawan benar-benar tidak bisa berbuat apapun.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2