
"Apa maksudmu?" tanya Tania kepada Aurel.
"Aku pasti akan menghancurkan dirimu." jawab Aurel.
Tak berselang lama apa yang sudah dikatakan oleh Aurel benar-benar terjadi juga, wanita itu meminta salah satu anak buahnya untuk mempersilahkan pak polisi menangkap Tania.
"Wanita ini sudah mengaku pak polisi, silakan bapak mengambil wanita ini." ucap Aurel dengan begitu santainya.
Tania benar-benar tidak akan menyangka kalau sekitar 4 polisi itu sudah benar-benar ada di tempatnya.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" teriak Tania kepada Aurel.
"Memangnya Kenapa aku tidak boleh melakukan hal ini padamu? Bukankah kamu bilang sendiri kalau aku bisa melakukan hal ini, kamu bilang kalau aku berhak melakukan ini." jawab Aurel.
"Aku pasti akan memberikan kamu pelajaran!!" teriak Tania.
"Silahkan kamu memberikan aku pelajaran Jika kamu bisa keluar dari penjara." Aurel yang membalas kata-kata Tania. seketika para polisi itu mempersilahkan Tania untuk mengikuti mereka. surat penangkapan itu pun sudah diberikan oleh salah satu polisi kepada Tania.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh Tania dengan semua yang terjadi, wanita itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau dirinya akan mendapatkan perlakuan seperti ini.
"Aku tidak bisa ditangkap, Aku tidak mau ditangkap!!" teriak Tania.
"Selamat bersenang-senang di penjara, Selamat menikmati kehidupanmu dan selamat berbahagia di sana." ucap Aurel yang kemudian melambaikan tangannya kepada Tania.
"Aku pasti akan membalasmu!!" teriak Tania kepada Aurel.
Sebuah senyum terlihat di wajah Aurel ketika para polisi menangkap Tania, Tania sudah di bawah ke kantor polisi wanita itu akan mempertanggungjawabkan segala yang sudah dia lakukan. di tempat lain Irawan berusaha untuk berbicara kepada Rani mengenai keputusan untuk menceraikan Irawan.
"Dimana Nyonya kalian?" tanya Irawan kepada salah satu pembantu yang ada di rumah Rani.
"Nyonya ada di dalam Tuan...," jawab pembantu wanita yang belum menyelesaikan perkataannya namun Irawan sudah masuk ke dalam rumah tersebut.
Langkah kaki Irawan begitu tergesa-gesa, pria itu harus membuat istrinya membatalkan keinginan untuk bercerai dengannya. jika sampai Rani benar-benar mengurus surat perceraian itu Irawan akan kebingungan karena dia dalam masalah yang sangat besar dengan Saga.
__ADS_1
Jika Rani tiba-tiba menceraikannya maka Irawan harus menghadapi permasalahan itu sendiri, langkah kaki Irawan menaiki lantai 2 rumah yang dulu dia tinggali tersebut. tatapan matanya mencari keberadaan sang istri, Irawan yakin kalau istrinya itu berada di ruang perpustakaan karena memang Rani suka membaca. langkah kaki Irawan memasuki ruangan tersebut, ketika dia berada di dalam ruangan itu tatapan matanya menatap Alan yang juga berada di sana.
"Sayang aku ingin berbicara denganmu." Irawan yang sudah berada di ruang perpustakaan. pria itu seketika mendatangi Rani, dia tidak tahu kalau di ruangan itu ada Alan yang sedang berbicara dengan adiknya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Alan yang sedang duduk di kursi sofa panjang di ruang perpustakaan.
Tatapan mata Irawan menatap pria yang begitu dia benci itu.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Irawan yang membuat Alan malah tertawa.
"Hahaha apakah pantas kamu menanyakan hal itu padaku? kamu di sini itu adalah orang asing. Apa yang kamu lakukan di sini?Seharusnya aku yang bertanya, Lalu kenapa malah dirimu yang bertanya seolah-olah ini adalah rumahmu dan bukan rumahku?" tanya Alan yang membuat Irawan terdiam.
"Apa yang kamu lakukan di sini Mas?" tanya Rani.
"Apa yang kamu lakukan? apa yang kamu pikirkan hingga ingin melakukan hal itu?" tanya Irawan kepada Rani. pria itu terlihat menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat.
"Maksudmu apa?" tanya Rani.
"Kenapa kamu harus membuat surat perceraian, Aku sudah bilang Kan kalau aku tidak ingin berpisah darimu. aku tidak akan membiarkanmu mengurus surat perceraian itu." jawab Irawan.
"Aku tidak akan pernah menandatangani surat itu apapun yang terjadi, Irawan yang masih bersikukuh.
"Kalau kamu tidak mau menandatangani surat itu tidak apa-apa, tapi akan kupastikan kalau kamu akan menyesal dengan semua keputusanmu itu." ucap Rani.
"Apa maksudmu?" tanya Irawan.
"Aku tidak ingin mempertahankan rumah tangga ini, rumah tangga yang sudah membuat aku tidak berdaya. aku sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangga yang penuh dengan kebohongan, Sudah cukup aku kamu bohongi selama bertahun-tahun. pernahkah kamu berusaha untuk memberi perhatian padaku dan dua anakmu? pernahkah kamu berusaha untuk memberikan kami perhatian, tidak bukan?" ucap Rani dengan semua pemikiran yang selama ini dia tahan.
"Tentu saja aku sangat mencintai kalian, Aku tidak akan membiarkan Kalian pergi dariku." Irawan yang terus berusaha untuk meyakinkan istrinya kalau dia begitu mencintai istrinya.
"Sudahlah tidak usah mengatakan hal itu, tapi aku tidak akan membiarkan kamu terus-menerus membuat aku seperti ini. apakah masih kurang apa yang kamu lakukan padaku? Apakah masih kurang dengan semua yang sudah kamu lakukan? Kamu sudah membohongiku selama bertahun-tahun, kamu berselingkuh dariku selama bertahun-tahun. Apakah semuanya itu masih belum kurang ataukah kamu masih tetap ingin membuat sebuah rencana untuk melenyapkan hidupku?" Rani terus memberondong Irawan dengan kata-kata yang begitu sederhana namun langsung menjurus pada permasalahannya.
DEG..
__ADS_1
"Apa maksudmu, sayang. Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan." Irawan yang terus-menerus bersilat lidah.
"Untuk apa kamu berbohong mas, Untuk apa kamu terus seperti ini. aku sudah tahu apa yang kamu lakukan, aku sudah tahu semua rencanamu dan wanita itu, kalian selalu membohongi para wanita menguras hartanya setelah itu membuangnya, mungkin hanya wanita simpanan yang kamu bunuh itu yang tidak mempunyai apa-apa. tapi aku adalah wanita bodoh yang sudah kamu bodohin selama bertahun-tahun, kamu sudah mengeruk seluruh hartaku kamu sudah membuat aku kehilangan beberapa perusahaan yang sengaja kamu alihkan menjadi milikmu." jawab Rani.
DEG..
Irawan benar-benar tersentak dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu. pria itu tidak pernah berpikir kalau istrinya akan mengetahui apa yang dia lakukan.
"Kamu tidak boleh terlalu percaya dengan orang-orang itu. Aku tidak mungkin melakukan hal itu kepadamu." ucap Irawan.
"Benarkah? jadi kamu akan terus menerus membohongi dirimu itu, apa yang harus aku lakukan kepadamu agar kamu mengaku semua kesalahanmu?" tanya Rani.
"Untuk apa Aku mengakui kesalahanku Jika aku tidak pernah melakukan hal itu." jawab Irawan.
Alan yang mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Irawan kedua tangannya terasa gatal, ingin sekali Alan langsung mengambil sesuatu untuk membunuh Irawan. namun jika dia melakukan hal itu apa yang diinginkan oleh Rani tidak akan terjadi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir