
Tapi kenapa saya harus ikut, Tuan?" tanya Anna Maria.
"Aku sudah terbiasa makan dengan seluruh keluargaku, sekarang kedua saudaraku sedang keluar kota dan aku sendirian. jadi aku butuh seseorang untuk menemaniku makan." jawab Salim.
Setelah kejadian hari itu sedikit demi sedikit Salim mulai merubah sikapnya, dulu dia begitu kasar dengan Anna Maria namun sekarang terlihat pria itu sedikit lebih lembut. Beberapa hari kemudian Anna Maria sudah menjadi sekretaris Salim, wanita itu hanya menemani Salim jika ada rapat dan membuat beberapa desain perhiasan.
"Oh ya , Anna. aku mempunyai beberapa desain cincin wanita, menurutmu wanita akan suka yang mana?" tanya Salim.
Anna Maria berdiri kemudian berjalan mendekati meja Salim.
"Kalau menurut saya ada beberapa wanita yang menyukai kesederhanaan namun yang lainnya menyukai sesuatu yang sangat mewah." jawab Anna Maria.
"Isteri dari konglomerat itu sangat menyukai sesuatu yang sederhana namun sangat glamor." jawab Salim.
Anna Maria melihat beberapa desain yang dibuat oleh Salim, sesaat kemudian wanita itu memberikan beberapa tambahan gambar.
"Menurut saya wanita itu akan suka dengan perhiasan yang seperti ini, Tuan." jawab Anna.
"Baguslah kalau begitu, aku akan membuat beberapa contoh yang lain untuk kita jadikan foto majalah untuk edisi terbaru." Salim yang kemudian membuat rancangan dan meminta bagian produksi untuk membuat sesuai desain yang dia minta.
Di tempat lain terlihat Faruq sedang makan bersama seorang wanita, pria itu memang sedikit berbeda dengan dua saudaranya. playboy yang satu itu memang sangat di puja oleh para wanita.
"Ayolah, sayang..., kita jalan-jalan." rengek manja seorang wanita.
"Ayolah, sayang.., kita sudah jalan-jalan setiap hari." jawab kesal Faruq.
"Tapi aku ingin tas baru itu." kekasih Faruq yang terus menerus merengek.
"Maaf sayang.., aku tidak bisa. kamu sudah berbelanja, aku tidak mau kamu terus foya-foya." jawab Faruq.
"Tapi kan...," ucap si wanita.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita putus saja." ucap Faruq yang kemudian pergi meninggalkan kekasihnya yang ada di salah satu pusat perbelanjaan.
BRUKKKK...
"Auch...,"
Tanpa sengaja Faruq menabrak seorang wanita yang sedang memegang minuman.
"Oh, sorry..." ucap santai Faruq.
"Ya Tuhan..., di mana-mana kenapa aku selalu sial jika bertemu denganmu." Tanisa yang membersihkan bajunya yang terkena tumpahan es coklat yang dia bawa.
"Ada apa?" tanya Faruq.
"Di mana sih matamu itu, kalau jalan itu lihat-lihat dong!" bentak Tanisa.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang bicara begitu." jawab Faruq.
"Hallo!!! siapa yang menabrakku?" tanya Tanisa.
"Salahkan dirimu sendiri yang tiba-tiba ada di depanku." jawab Faruq.
"Aku selalu saja sial jika bertemu denganmu!" bentak Tanisa yang kemudian pergi ke toilet.
"Dasar wanita kasar, setiap ketemu sama aku dia bisanya marah-marah." ucap Faruq yang langsung pergi.
"Dasar tidak tahu diri, sudah nabrak orang kok malah seperti orang yang tidak punya salah sama sekali." Tanisa terus menggerutu panjang lebar.
DRERTTTTTT...
Ponsel Tanisa berdering.
"Ya," Tanisa yang sudah mengangkat ponselnya.
"Kamu balik dulu, papa sama Mama mau bicara sama kamu!!" seru orang tua Tanisa.
"Baru bilang ya, yang ada di sana sudah jawab panjang lebar." ucap Tanisa yang kemudian memasukkan ponselnya ke tas.
Ketika wanita itu keluar, terlihat Tanisa mencari keberadaan Faruq. wanita itu ingin memarahi Faruq dengan semua unek-uneknya.
"Yah..., udah kabur tuh monyet." ucap Tanisa.
Sekitar satu jam kemudian Tanisa sudah berada di rumahnya, wanita itu masuk ke rumahnya.
"Iya, nona." jawab pelayan.
"Ya sudah, aku mau mandi dulu. kalau papa dan mama mencariku bilang sama mereka aku mandi." pinta Tanisa.
"Ya, nona." jawab pelayan.
"Di mana Tanisa?" tanya ibu Tanisa.
"Nona Tanisa sedang mandi, nyonya." jawab pelayan.
"Ya sudah, kamu ke dapur." pinta ibu Tanisa.
"Nih anak...," ibu Tanisa yang kemudian berjalan ke kamar Tanisa.
TOK...
TOK...
"Tanisa!" panggil ibu Tanisa.
__ADS_1
CEKLEK..
CEKLEK...
pintu kamar Tanisa terkunci.
CEKLEK...
Tanisa membuka pintu.
"Ada apa ma?" tanya Tanisa.
"Cepat turun sana." pinta ibu Tanisa.
"Memangnya ada apa?" tanya Tanisa.
"Tidak usah banyak tanya, cepat kamu turun disuruh kok malah terus bertanya." jawab kesal Ibu Tanisa.
Sekitar 10 menit kemudian Tanisa sudah turun ke ruang tamu, wanita itu menatap seorang pria yang ada di sana mah Panggil tanisa.
"Tanisa, duduk sini sayang." minta ibu Tanisa.
"Oh ya Michael, kalau kamu mau berbicara sesuatu dengan Tanisa kalian bicara saja. Om sama Tante mau keluar sebentar." ucap Papa Tanisa.
"Mama mau ke mana sama Papa?" tanya Tanisa kepada orang tuanya.
"Mama sama Papa ada acara, Mama mau keluar sebentar nanti mungkin pulangnya malam. kamu temani Michael untuk keluar jalan-jalan, kasihan kan dia baru sampai di negara ini." ucap Papa Tanisa.
"Tapi pa, aku baru pulang dari kantor..,Aku capek." jawab Tanisa.
"Tidak usah banyak bicara, kamu temani Michael untuk jalan-jalan, Papa tidak ingin kamu menolak permintaan papa." ucap papa Tanisa.
.** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir