GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
MENEMANI ANNA MARIA


__ADS_3

Setelah melakukan pembayaran akhirnya Anna Maria langsung mendapatkan penanganan. Salim benar-benar tidak pernah berpikir kalau dia akan mendapatkan berita yang begitu membuatnya terkejut.


"Aku tidak pernah tahu kalau dia akan seperti ini." ucap Salim.


"Saya juga tidak akan pernah mengira Kalau Anna mempunyai penyakit seperti ini." jawab Tanisa.


Salim nampak terdiam, pria itu benar-benar terpukul.


"Tadi Ana Maria menangis sebelum hal ini terjadi, dia bilang dia tidak bisa menerimamu karena dia tidak pantas dan tidak akan mungkin bisa bertahan." ucap Tanisa.


"Maksudmu?" tanya Salim kepada Tanisa.


"Mungkin Anna Maria berpikir kalau dia menerimamu kamu akan patah hati ketika dia tidak akan mampu bertahan." jawab Tanisa.


Satu jam, 2 jam, 3 jam sudah berlalu. nampak pintu ruang operasi itu masih belum terbuka juga. Salim benar-benar sangat khawatir begitu pula dengan Tanisa, kedua orang itu nampak menunggu salah satu dokter keluar dan memberitahu mereka mengenai kondisi Anna Maria.


"Aku berdoa semoga Tuhan memberikan Anna Maria kesembuhan." ucap Tanisa.


"Aku ingin dia bahagia, aku ingin dia bertahan. Aku ingin bersamanya." Salim begitu tak berdaya ketika melihat pintu ruang operasi itu belum terbuka juga.


Empat jam sudah berlalu, salah satu Dokter membuka pintu ruang operasi.


"Dokter, Bagaimana kondisi wanita itu?":tanya Salim.


"Dokter membuka maskernya, pria itu menepuk pundak Salim.


"Dokter, Bagaimana kondisinya?" tanya Salim kembali.


"Dia sudah melewati masa kritis, para dokter akan menangani dia. anda tenang saja semuanya baik-baik saja." jawab dokter.


Salim benar-benar bernafas lega, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. mendapatkan jawaban seperti itu tentu saja membuat Salim benar-benar merasakan perasaan yang begitu luar biasa.


"Terima kasih ya Allah." ucap Salim.


Beberapa saat kemudian Anna Maria sudah dibawa keluar dari ruang operasi, terlihat Salim dan Tanisa menunggu Anna Maria, kedua orang itu berlari menuju ruang kamar tempat Anna Maria akan diletakkan.


"Hanya satu orang yang bisa menunggunya karena kondisinya belum sadarkan diri." minta salah satu perawat.

__ADS_1


"Biar aku yang menunggunya." pinta Salim.


Akhirnya Tanisa menunggu di luar ruangan, wanita itu menatap bosnya yang benar-benar begitu tidak berdaya. Salim terus memegang tangan dan Anna Maria, pria itu menatap wanita yang begitu membuatnya bahagia itu. beberapa jam sudah berlalu Anna Maria masih belum juga membuka matanya.


"Tuan Salim, lebih baik anda istirahat dahulu. saya akan menjaga Anna Maria." ucap Tanisa.


"Tolong kamu belikan aku kopi dan Kamu makanlah juga, setelah itu beristirahatlah dahulu nanti aku akan mandi dan pulang sebentar." jawab Salim.


"Baiklah kalau begitu, Tuan. ini juga sudah larut malam." jawab Tanisa.


Hari ini Salim tidak pulang ke rumah, orang-orang yang ada di rumah nampak menelpon Salim dan mencari keberadaan pria itu. Salim menceritakan mengenai wanita yang dia cintai, orang-orang yang ada di rumahnya sangat terkejut. Aurel tentu saja wanita itu menanyakan semua mengenai Anna Maria, Salim menceritakan mengenai gadis itu.


"Besok pagi aku akan pulang sebentar Ma, setelah itu aku akan kembali ke rumah sakit." jawab Salim.


"Baiklah kalau begitu, kamu jaga diri." pinta Aurel.


Pagi sudah menjelang, Salim meminta Tanisa untuk menjaga Anna Maria sebentar karena dia akan pulang untuk memberitahukan kepada orang tuanya. Tanisa menunggu Anna Maria dengan semua keletihannya.


Beberapa jam kemudian.


"Dia sudah keluar dari masa kritis, ma. waktu aku pulang tadi dia belum bangun." jawab Salim.


"Apakah dia boleh dijenguk?" tanya Aurel.


"Belum ma." jawab Salim.


"Lalu, sekarang dia sama siapa?" tanya Faruq.


"Sama Tanisa." jawab Salim.


"Wanita cerewet dan barbar itu ya?" tanya Faruq.


"Kok kamu tahu?" tanya Salim.


"Iya, setiap kali bertemu dia Kami selalu bertengkar. Bahkan dia selalu membuat aku naik darah." jawab Faruq.


"Hati-hati Faruq, kalau kamu terus seperti itu Nanti bisa-bisa kamu jatuh cinta sama Gadis itu." ucap Aurel.

__ADS_1


"Ya nggak mungkin lah ma." jawab Faruq.


"Jangan pede kamu, nanti kalau kamu sampai jatuh cinta kepada wanita itu bisa klenger kamu!" seru Malik yang kemudian bersiap-siap berangkat ke perusahaan.


Beberapa jam kemudian Anna Maria sudah sadar dari pengaruh obat bius, kepalanya ada perban Karena dia habis operasi, Tanisa menceritakan mengenai Salim, Tanisa juga mengatakan kalau pria itulah yang membayar biaya rumah sakit. Anna Maria sangat terkejut dia berharap tidak akan ada yang tahu mengenai penyakit yang dialami.


"Apakah karena ini kamu menolak pria itu?" tanya Tanisa.


Anna Maria terdiam, wanita itu meneteskan air matanya.


"Lebih baik aku mati sendiri, aku tidak ingin memberikan harapan kepada pria itu." jawab Anna Maria.


"Lalu, apakah kamu juga mempunyai perasaan kepada tuan Salim?" tanya Tanisa.


Anna Maria terdiam, kedua bola matanya nampak berkaca-kaca.


"Dia adalah pria baik, walaupun sering marah-marah tapi siapalah aku jika aku menerima cintanya. kami sangat berbeda strata sosial, tidak mungkin bagi kami untuk bersama." jawab Anna Maria.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2