
Kata-kata yang dikeluarkan oleh dua pekerja dari Tania membuat Aurel dan Rani saling menatap satu sama lain.
"Kami ini pembeli seharusnya kalian memperlakukan kamu sebagai raja." ucap Rani.
"Kami akan memperlakukan kalian seperti raja jika kalian benar-benar mempunyai uang, jika kalian tidak mempunyai uang jangan pernah masuk ke butik kami. butik ini adalah butik yang sangat terkenal, bahkan butik ini adalah butik langganan para artis." dua penjaga butik milik Tania benar-benar membuat Aurel sedikit tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh dua wanita itu.
"Kalau begitu kami tidak bisa membeli di tempat ini jika kami tidak mempunyai uang?" tanya Aurel kepada dua wanita itu.
"Tentu saja kalian tidak bisa membeli jika tidak mempunyai uang, jika kalian mempunyai uang kembalilah kemari, sekarang kalian pergilah dari sini jawab dua pelayan.
Rani menatap Aurel kemudian melakukan sesuatu yang tidak akan pernah dibayangkan oleh orang-orang yang ada di tempat itu. beberapa pembeli yang ada di sana nampak menatap dua wanita yang berpakaian sederhana dan memegang beberapa pakaian itu.
"Apakah tidak seharusnya kalian bersikap sopan, mereka itu juga pembeli Jangan menilai dari luarnya saja." ucap salah satu wanita yang sedang berada di sana.
"Lihatlah penampilan mereka berdua mereka itu, mereka pasti tidak mempunyai uang. berani-berani sekali mereka masuk kemari dan mencoba untuk memakai pakaian yang ada di sini." jawab dua pelayan.
Rani sudah tidak tahan lagi, sedangkan Aurel Tentu saja dia langsung menahan Rani.
"Jangan seperti itu, Mbak. jika ingin bermain cantik maka bermain cantiklah. jika ingin melakukan sesuatu harus dengan hati-hati, mbak tidak inginkan dikatakan sebagai wanita tidak berkelas." ucap Aurel yang membuat Rani nampak terdiam.
Sesaat kemudian Tania datang ke tempat kedua anak buahnya, terlihat wanita itu menatap dua anak buahnya yang sedang memarahi dua pembeli.
"Ada apa ini?" tanya Tania.
"Ini loh bu, dua wanita ini tidak mempunyai uang tapi ingin mengambil beberapa barang yang ada di sini." ucap dua pelayan. melihat dua wanita yang dimaksud oleh dua anak buahnya tersebut tatapan matanya menatap Rani dan Aurel. seorang wanita yang benar-benar bisa membuat dirinya sangat terkejut.
Bagaimana tidak, Tania menatap Rani tentu saja dia tahu karena Rani adalah istri dari Irawan. sedangkan Aurel adalah istri seorang pengusaha luar biasa yang baru menetap di Indonesia, jadi seperti inikah pelayanan di butik ini?" tanya Aurel kepada Tania.
Hal itu membuat Tania benar-benar tidak bisa berkata apapun.
__ADS_1
"Maaf, saya mohon maaf atas ketidakmanan yang dilakukan oleh dua anak buah saya." ucap Tania.
"Tapi Bu, kenapa harus minta maaf. dua wanita ini tidak mempunyai uang tapi gaya-gayanya masuk ke dalam butik ini." ucap dua pelayan butik seketika.
Tania menatap kesal kepada dua pelayannya tersebut.
"Pantas saja ada rumor yang mengatakan kalau butik ini adalah butik yang tidak mempunyai kelas sama sekali, butik yang tidak bisa dijamah oleh orang kaya sepertiku." ucap Aurel.
Dua wanita yang menjadi pelayan toko itu nampak menatap Aurel dengan tatapan mata yang tajam.
"Kalian tahu siapa dua wanita ini?!" bentak Tania kepada dua anak buahnya. kedua wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Dia adalah nyonya Rani, salah satu pengusaha ternama yang ada di kota Jakarta. sedangkan wanita yang satunya adalah nyonya Aurel, istri dari pria kaya yang baru sampai di Indonesia." Tania yang benar-benar sangat kesel dengan apa yang dilakukan oleh dua anak buahnya tersebut.
"Tadinya aku berharap aku bisa bekerja sama dengan butik ini, aku berharap beberapa pakaian yang ingin aku sponsori dikerjakan di sini. sayangnya orang-orang yang ada di tempat ini adalah orang-orang yang tidak berkelas sama sekali, mereka tidak bisa menghargai orang lain." ucap Aurel yang kemudian berdiri sembari menarik tangan Rani.
"Maafkan saya nyonya, ini semuanya salah paham. dua anak buah saya ini tidak bermaksud seperti itu." ucap Tania
Rani hanya bisa tersenyum dengan semua yang dilakukan oleh Aurel. Ternyata wanita itu sekarang benar-benar sangat luar biasa, Aurel menatap Tania.., wanita yang ikut mendorongnya hingga dia hampir kehilangan nyawa dan bayi yang ada di kandungannya itu juga tidak bisa tertolong lagi.
Itu kenapa hampir 2 tahun ini Aurel masih belum mempunyai keturunan, Aurel harus menyembuhkan dirinya dari trauma bahkan dia harus sering-sering berobat untuk menyembuhkan kandungannya yang mengalami sedikit kendala. Dengan begitu sabarnya Saga selalu sabar menemani Aurel, dia tidak pernah menuntut Aurel untuk segera memberikan dia keturunan. Saga selalu berpikir kalau Tuhan pasti akan memberikan dia kebahagiaan walaupun itu bukan sekarang.
"Maafkan saya Nyonya Aurel, saya akan memperbaiki situasi ini." ucap Tania.
"Kamu bisa memperbaiki situasi ini, jika kamu melakukan apa yang aku minta." ucap Aurel.
"Maksud Nyonya?" tanya Tania.
"Aku ingin sekarang juga Kamu memecat dua pekerja in, aku tidak ingin dua wanita ini tetap bekerja di sini. kami adalah orang kaya dan mempunyai uang, aku adalah wanita yang sangat sederhana Aku tidak selalu memakai pakaian mewah saat keluar. ternyata saat berada di sini aku diperlakukan seperti ini, aku diperlakukan seperti wanita yang tidak mempunyai kelas sama sekali." Aurel yang kemudian keluar dari tempat itu.
__ADS_1
Tatapan mata Tania menatap Aurel dan Rani yang sudah pergi, wanita itu kemudian menatap dua anak buahnya tersebut.
"Cepat kalian berdua ke kantor!!" bentak Tania.
Beberapa pembeli yang ada di butik itu nampak menatap dua wanita yang pergi dengan begitu kesal. Memang mereka memakai pakaian sederhana tapi jangan dilihat dari kesederhanaan itu, walaupun pakaian mereka sederhana namun mereka adalah wanita berkelas, namun sayangnya mereka diperlakukan begitu buruk di butik milik Tania.
"Jika kalian tetap berada di sini dan membeli pakaian di sini, aku yakin kalian juga adalah wanita tidak berkelas." ucap Aurel yang berbicara kepada beberapa pembeli. tatapan mata mereka menatap seorang wanita yang mungkin pakaiannya sederhana tapi kata-katanya begitu menusuk di hati mereka.
"Jadi itu adalah istri dari tuan Saga Husein Kemal, pengusaha kaya raya yang berasal dari Dubai itu?" tanya seorang wanita kepada temannya.
"Tadi sih pemilik butik ini bilang begitu." jawab wanita yang lain.
"Mereka berdua diperlakukan seperti itu, tentu saja mereka marah." ucap wanita A dengan sengaja memang Aurel memancing kata-kata seperti itu agar para pembeli yang ada di butik milik Tania segera pergi meninggalkan tempat itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir