GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
AKU SUDAH TAHU


__ADS_3

DEG..


Irawan benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Rani akan akan mengetahui semua rencananya.


"Pasti ada orang yang ingin mencelakai ku, dia dengan sengaja ingin mengatakan hal itu. aku yakin ada seseorang yang ingin aku celaka agar aku tidak bisa menjagamu." Irawan benar-benar begitu pandai berbicara bahkan pria itu terus mengelak dengan semua tuduhan yang sudah dikatakan oleh Rani.


"Dasar pria tidak tahu diri, adikku sudah memberikanmu kehidupan mewah tapi sayangnya kamu selalu saja membuat dia seperti orang bodoh. kamu berusaha membunuhnya, setiap hari kamu memberikan dia racun agar dia cepat mati dan kamu bisa menguasai kekayaan adikku bersama dengan kekasihmu itu." Alan menjelaskan semua yang telah dilakukan oleh Irawan.


Bukan Irawan namanya Jika dia langsung mengakui apa yang dia lakukan. Irawan terus mengelak dari semua yang sudah dia lakukan. Dia selalu mengatakan kalau dia tidak pernah berusaha untuk mencelakai Rani.


"Jangan-jangan kamu yang berusaha untuk mencelakai adikmu agar kamu bisa menguasai harta kekayaannya. Bukankah seperti itu?" Irawan yang malah menuduh Alan Kalau pria itu ingin mencelakai adiknya sendiri.


Alan yang mendengar tuduhan itu seketika pria itu tidak bisa menahan emosinya, dengan segera Alan langsung memberikan tinju di wajah Irawan dan membuat pria itu diam tanpa mengatakan apapun.


BUG..


BUG..


"Jika kamu berani mengatakan hal itu padaku maka kamu harus bersiap-siap dengan semua konsekuensi yang harus kamu tanggung. beraninya kamu menuduhku seperti itu." Irawan terus menerus menuduh Alan agar dirinya terlepas dari semua itu.


"Sudahlah kamu selalu saja membuatku seperti orang bodoh, Sudah berapa kali kamu menjengukku ketika aku berada di rumah sakit? kamu selalu menghabiskan waktu dengan kekasihmu itu, sekarang kamu menuduh kakakku ingin membunuhku. Kamu kira aku wanita bodoh yang akan percaya begitu saja, Aku sangat menyesal sudah mengambilmu dari jalanan. memberikanmu jabatan dan tempat mewah, nyatanya setiap menit yang ada di pikiranmu itu menghabisiku agar bisa bersama dengan kekasihmu itu. Oh ya, apakah kamu belum mengetahui mengenai kabar dari kekasihmu itu?" tanya Aurel yang membuat Irawan sedikit kebingungan.


"Maksudmu apa?" tanya Irawan.


"Yang aku dengar kalau kekasihmu sekarang sudah berada di kantor polisi, karena dia sudah masuk penjara terlebih dahulu atas semua tuduhan dan bukti yang sudah diberikan oleh Aurel yang dulunya adalah kekasih gelapmu itu." jawab Rani yang membuat Irawan seketika tubuhnya terasa kehilangan tulang.


DEG..


DEG..

__ADS_1


DEG..


"Bagaimana mungkin mereka mengetahui apa yang sudah aku lakukan, apakah mungkin kalau wanita itu sudah mengatakan kepada Rani mengenai semua yang terjadi kepada kami. Lalu kenapa Rani tidak marah? lalu Kenapa wanita itu membela selingkuhanku dahulu?" Irawan terus bergelut dengan semua pemikirannya.


Terlihat pria itu memikirkan apa yang ada di otaknya, Irawan yakin kalau apa yang ada di pikiran Rani itu adalah hasutan dari Alan.


"Kenapa kamu diam saja, Apakah kamu mulai memikirkan apa yang kamu lakukan dahulu kepada adikku?" tanya Alan.


"Untuk apa aku harus memikirkannya, Aku tidak akan pernah mau mengakui apa yang tidak aku lakukan." jawab Irawan.


Alan benar-benar sangat kesal luar biasa, pria itu tidak pernah mau mengakui kesalahannya. ingin sekali Irawan mengambil pistol dan langsung menembak Irawan. tapi jika dia langsung mati maka semua yang dilakukan oleh Irawan akan berakhir, hukuman itu terlalu ringan hukuman itu tidak sepadan dengan semua yang dirasakan oleh Rani selama ini.


Sedikit demi sedikit racun yang diberikan oleh Rani memang selalu dimakan oleh Irawan, terkadang pria itu mengeluh sakit, berhalusinasi bahkan dia harus bolak-balik ke rumah sakit.


"Bagaimana rasanya ketika kamu memakan makanan yang sudah aku berikan racun sama sepertimu yang selalu memberikan aku racun dahulu?" tanya Rani yang membuat Irawan terkejut.


"Kenapa harus bertanya, Bukankah dulu kamu selalu memberikan aku racun di makanan dan minumanku? setiap hari kamu memberikan aku racun, bukan obat yang kamu berikan. setiap hari kamu memberikan aku racun selama bertahun-tahun aku merasakan sakit, aku merasakan penderitaan setiap hari. aku menderita tapi kamu berbahagia bersama kekasihmu itu, sekarang bagaimana rasanya ketika aku memberikan kamu kesakitan yang sama seperti kamu lakukan kepadaku?" tanya Rani.


DEG..


Irawan yang mendengar kalau dirinya telah diberi racun oleh istrinya, tentu saja dia langsung marah.


"Apa yang kamu lakukan? berani sekali kamu memberikan aku racun!" teriak Irawan yang marah.


Melihat kemarahan Irawan Alan langsung berdiri sembari mendorong tubuh pria itu.


"Kamu tahu, aku sudah cukup bersabar dengan semua yang kamu lakukan kepada adikku. Sekarang aku tidak akan pernah memberikanmu maaf Wanita itu sudah masuk penjara sebentar lagi kamu juga akan masuk penjara dengan semua bukti yang sudah kami dapatkan. pencurian dana penggelapan dana perusahaan, pengalihan perusahaan tanpa sepengetahuan adikku. itu semua sudah cukup bagi kami untuk menjebloskanmu ke penjara atas tuduhan penipuan dan percobaan pembunuhan." Alan yang mempertegas kata-katanya.


"Kalian.., kalian tidak akan pernah bisa melakukan hal itu. kalian tidak mempunyai bukti atas semua yang kalian katakan." ucap Irawan.

__ADS_1


"Benarkah, kamu kira kami tidak mempunyai bukti atas apa yang kami katakan. tentu saja kami sudah mempunyai bukti dan bukti-bukti itu sudah kami serahkan ke kantor polisi. hasil dari laboratorium juga sudah aku berikan ke kantor polisi, obat yang aku temukan di tempatmu juga menjadi bukti. salah satu pelayan yang telah melihatmu memberikan racun itu kepada Rani setiap hari juga sudah menjadi saksi, semuanya sudah aku perhitungan dengan matang. bahkan terakhir kamu memberikan Rani racun pun sudah di rekam semuanya sudah kami serahkan ke kantor polisi. Apakah kamu ingin bukti yang lain tanya Alan yang membuat Irawan seketika terdiam.


"Sayang, kamu tidak bisa melakukan hal ini. kasihan anak-anak jika aku ditangkap polisi." ucap Irawan yang mencoba untuk membuat Rani berpihak padanya.


"Untuk apa aku menolongmu, kamu saja berusaha membunuhku Aku tidak akan membiarkan kamu bebas berkeliaran di sana. beberapa menit lagi polisi akan datang kemari untuk menangkapmu, kekasihmu itu sudah masuk penjara terlebih dahulu sebentar lagi kamu juga akan masuk penjara dengan tuduhan percobaan pembunuhan kepadaku dan mantan kekasihmu itu." jawab Rani yang membuat Irawan terdiam.


"Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan hal itu." ucap Irawan yang kemudian keluar dari rumah milik Rani dan berharap bisa melarikan diri. ketika pria itu hendak melarikan diri ternyata para polisi sudah ada di rumah Rani mereka sudah mengepung rumah itu, andai kata Irawan berusaha melarikan diri dan ternyata pria itu benar-benar berusaha untuk melarikan diri.


"Jangan bergerak, jika anda bergerak kami terpaksa menembak Anda!!" seru salah satu polisi yang membuat Irawan yang hendak melarikan diri itu pun seketika langkah kakinya terhenti.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2