
BRAKKK...
"Apa ini, bagaimana bisa mereka tahu?" tanya Irawan.
"Aku tidak tahu, mas." jawab Aurel.
"Apa kamu yakin tidak mengatakan kepada siapapun?" tanya Irawan.
"Tentu saja Mas, aku tidak mungkin kan mengatakan kalau aku menyimpan seorang pria di rumahku." jawab Aurel yang marah.
"Lalu?" tanya Irawan kembali.
"Aku tidak tahu Mas, Apa mungkin ada seseorang yang mengetahui kalau kamu itu berselingkuh lalu kamu dia balas dendam padamu?" tanya Aurel kembali.
"Kamu jangan macam-macam, tidak mungkin." jawab Irawan.
"Lalu bagaimana mungkin mereka tahu, Mas?" tanya Aurel.
Dengan sengaja Aurel tidak mengatakan mengenai kedatangan dari istri sahnya Irawan, Aurel ingin diam-diam dengan semua yang sudah dia rencanakan.
"Sudahlah, lebih baik kamu ikut aku. aku akan membawamu ke kota aku akan mencarikan mu rumah kontrakan dan aku akan mencarikan mu pekerjaan baru." ucap Irawan.
"Apa kamu yakin Mas?" tanya Aurel.
"Tentu saja." jawab Irawan.
Akhirnya Aurel mengemasi seluruh barang-barangnya, dia bergegas dengan semua barang yang sudah dia ambil semua.
Di ibukota Jakarta akhirnya Aurel dan Irawan tinggal di sana, Rani meminta salah satu anak buahnya untuk mencari tahu mengenai keberadaan Aurel. semua yang direncanakan oleh Rani berjalan dengan mulus.
"Apa yang sedang kau lamunkan, Rani?" tanya Lisa kepada Rani.
"Wanita itu sudah berada di Jakarta, sebentar lagi dia akan mengetahui bagaimana kelakuan dari pria yang begitu dia puja itu." jawab Rani.
Jadi wanita itu sudah ada di Jakarta, lalu Kenapa kamu tidak membalas wanita itu?" tanya Lisa.
"Aku sudah bilang kepadamu mengenai kata-kata yang sudah aku katakan, bukan wanita itu yang harus aku balas, tapi yang harus aku balas adalah mas Irawan. orang yang akan membalas dendam untukku adalah wanita itu, dia memang terlihat begitu sederhana tapi akan sangat mengerikan Jika dia mengetahui kalau pria yang dia cinta itu sudah mengkhianatinya." jawab Rani.
"Apakah kamu yakin?" tanya Lisa.
"Tentu saja aku yakin karena pria wanita itu akan merasakan kesakitan sama sepertiku, dia akan merasakan kesakitan yang tidak akan bisa dihadapi." jawab Rani.
"Baiklah, kalau begitu Jika kamu memang berpikir seperti itu aku nurut sama kamu aja deh. lagi pula aku harus ke rumah sakit untuk mengantar suamiku berobat." ucap Lisa.
"Bagaimana kondisi suami mu?" tanya Rani.
"Sudah lebih baik, kata dokter dalam 2 tahun ini dia akan sembuh total." jawab Lisa.
__ADS_1
Di tempat lain Aurel sudah berada di sebuah rumah kontrakan yang tidak terlalu besar di salah satu perumahan yang ada di sekitar ibukota Jakarta.
"Bagaimana, kamu suka dengan rumah ini?" tanya Irawan kepada Aurel.
"Rumahnya Bagus Mas." jawab Aurel.
"Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini, aku akan mencarikanmu pekerjaan. satu atau dua hari lagi kamu akan bekerja." Irawan yang terlihat menatap Aurel dengan tatapan mata yang begitu bahagia sekaligus dia harus berhati-hati dengan semua yang mungkin akan terjadi.
"Oh ya, aku akan pergi dulu aku akan pulang untuk mencarikan kamu barang-barang. setelah itu besok siang aku akan kemari." Irawan yang berpamitan kepada Aurel.
"Baik Mas, kamu hati-hati ya." jawab Aurel yang kemudian melambaikan tangannya kepada Irawan.
Mulai dari hari itu awal dari kehidupan Aurel, dia akan mengetahui bagaimana sepak terjang pria yang dia cintai itu. disebuah toko kosmetik di salah satu pusat perbelanjaan Aurel bekerja, Irawan memang sengaja menjauhkan Aurel dari perusahaannya agar Rani tidak mengetahui kalau wanita itu sudah berada di Jakarta.
SATU BULAN KEMUDIAN
Terlihat Aurel menatap foto Irawan bersamanya. wanita itu tersenyum begitu bahagia dengan semua pemikiran bahagia yang ada di otaknya.
"Aurel, Panggil salah satu pekerja. Iya ada apa Mbak." jawab Aurel.
"Oh ya Aurel, Hari ini aku meminta kamu Untuk mengantarkan sepaket kosmetik di salah satu tempat." pinta pemilik toko.
"Memangnya Saya akan mengantar ke mana, Mbak? Mbak tahu kan kalau saya nggak tahu tempat ini." jawab Aurel.
"Tenang saja, Yudistira akan mengantarkan kamu. tapi kamu harus ingat kalau kamu jangan keluyuran ke mana-mana, setelah mengantarkan kosmetik itu langsung kembali ya." pinta pemilik toko kosmetik.
Akhirnya Aurel pergi mengantarkan kosmetik di salah satu bangunan apartemen diantarkan oleh temannya.
"Apartemen ini bagus sekali ya Mas." ucap Aurel.
"Tentu saja Ini adalah hunian para orang kaya." jawab Yudistira.
"Kalau aku kaya aku mau mempunyai tempat seperti ini." ucap Aurel.
"Kalau kamu mau mempunyai tempat seperti ini kamu harus bekerja keras, kalau tidak bekerja keras enggak mungkin kita orang miskin mempunyai hunian mewah seperti ini." jawab Yudistira sembari tersenyum.
Tak berselang lama Yudistira berhenti di sebuah ruangan.
"Ini kamarnya ya Mas?" tanya Aurel.
"Iya ini apartemen yang akan kita datangi." jawab Yudistira.
Entah mengapa tiba-tiba saja tatapan mata Aurel menatap sosok seorang pria yang begitu familiar di matanya, seorang pria yang begitu dicintai oleh Aurel.
"Bukankah itu mas Irawan? Apa yang dilakukan mas Irawan di apartemen ini." ucap Aurel yang membuat Yudistira menoleh menatap wanita tersebut.
"Ada apa Aurel?" tanya Yudistira.
__ADS_1
"Enggak apa-apa Mas." jawab Aurel.
Sesaat kemudian langkah kaki Aurel mendekati tempat tersebut, tatapan matanya menatap Irawan yang berada di gedung apartemen itu bersama dengan seorang wanita.
"Bukankah dia mas Irawan? bersama siapa dia?" guman Aurel yang terlihat terus menatap Irawan masuk ke dalam salah satu apartemen.
"Ada apa Aurel? cepat Ayo kita kembali nanti Bos marah-marah lho." ucap Yudistira.
"Iya Mas." jawab Aurel yang kemudian pergi bersama dengan Yudistira.
"Mungkin aku tadi salah lihat, mungkin dia bukan mas Irawan." Aurel yang mencoba untuk menenangkan dirinya.
Saat berada di toko tempat dia bekerja tiba-tiba saja ponsel Aurel mendapatkan pesan dari seseorang, seketika Aurel membuka ponselnya tatapan matanya menatap beberapa foto yang entah siapa yang mengirimkannya.
DEG..
seketika Aurel tersentak, dia benar-benar terkejut dengan beberapa foto yang dikirimkan oleh seseorang. foto Irawan bersama seorang wanita, mereka berciuman berpelukan bahkan mereka terlihat begitu akrab.
"Siapa wanita ini? apa yang dilakukan oleh mas Irawan." ucap Aurel.
Tak berselang lama sebuah pesan video juga masuk ke ponsel Aurel, beberapa adegan yang begitu memilukan. Aurel yang melihat hal itu seketika dia menjatuhkan ponselnya. dia tidak akan pernah mengira Kalau pria yang begitu dia cintai itu bisa melakukan hal itu kepadanya.
"Tidak, mas Irawan tidak mungkin melakukan hal ini padaku. dia mencintaiku dia tidak akan menghianatiku." ucap Aurel.
Jantung Aurel berdebar begitu kencang, dia tidak bisa menerima foto dan video yang dikirimkan oleh seseorang itu.
"Ada apa Aurel?" tanya Yudistira kepada Aura.
"Tidak apa-apa Mas." jawab Aurel yang kemudian mematikan ponselnya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1