GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
AKU ADALAH AURELIA


__ADS_3

"Aaaa!!!" teriak Irawan.


tiba-tiba saja suara teriakan Irawan menggema ketika Aurel dan Rani masuk ke dalam kantor pria itu, tatapan mata Aurel dan Rani nampak menatap pria yang ada di depannya itu.


"Kelihatannya pria ini benar-benar sangat gila, Mbak." ucap Aurel.


"Tentu saja kita akan membuatnya gila, Jika dia tidak gila itu tidak akan menyenangkan." jawab Rani sembari tersenyum.


"Mbak Rani ini benar-benar sangat jahat ya." ucap Aurel yang membuat Rani malah tertawa.


"Kita jahat karena dia yang membuat kita seperti itu." jawab santai Rani.


Tak berselang lama kesadaran Irawan mulai kembali, Pria itu menatap istrinya dan istri dari Saga.


"Sayang kenapa kamu tidak bilang kalau kamu mau kemari." Irawan yang kemudian berdiri dan menyambut sang istri.


Mendapatkan sambutan seperti itu tentu saja Rani ingin tertawa keras, namun demi membalas dendamnya dia harus terlihat sesantai mungkin.


"Iya Mas, aku tadi kemari karena ingin mengantar Nyonya Aurel kemari. katanya dia ingin membahas sesuatu." jawab Rani.


"Duduklah sebentar Sayang, aku akan meminta sekretarisku untuk membuatkan kalian minuman terlebih dahulu." ucap Irawan yang mempersilahkan isterinya dan Aurel untuk duduk.


"Oh ya sayang, tumben sekali kamu ke perusahaan, apa kamu tidak ingin melihat perusahaan yang lainnya?" tanya Irawan.


"Tentu saja aku mau melihatnya, Mas. tapi karena nyonya Aurel ingin meminta aku mengantar ke sini jadi aku harus ke sini terlebih dahulu." jawab Rani.


Sesaat kemudian terlihat Rani keluar dari kantor Irawan, wanita itu berpamitan untuk keluar sebentar.


"Oh ya Nyonya Aurel, saya akan keluar sebentar untuk melihat sesuatu di perusahaan ini, boleh kan?" tanya Rani kepada Aurel.


"Tentu saja Nyonya Rani, silakan." jawab Aurel. tak berselang lama terlihat pula Rani memberikan isyarat kepada wanita itu.


"Apakah kamu mau ku antar, sayang?" tanya Irawan kepada sang istri.


"Tidak usah sayang, aku bisa pergi sendiri." jawab Rani yang kemudian pergi.


Setelah Rani pergi dari kantor sang suami terlihat Aurel sedang duduk bersama dengan Irawan, tatapan mata Aurel nampak menatap pria yang sudah menyakitinya tersebut.


"Kamu ingin makan apa, Nyonya Aurel?" tanya Irawan kepada Aurel. pria itu ingin memberikan kesan yang sangat baik kepada Aurel karena dia tidak ingin mempunyai masalah dengan Saga.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Aurel, namun sesaat kemudian terlihat wanita itu menatap Saga kemudian berdiri.

__ADS_1


"Dari dulu sampai sekarang kamu tetap saja menjadi pria brengsek." ucap Aurel yang tiba-tiba.


Irawan yang mendengarkan perkataan dari Aurel nampak wanita pria itu menatap Aurel dengan pandangan yang begitu tajam.


"Maksud Nyonya Aurel apa ya?" tanya Irawan.


Aurel nampak tertawa dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu, tak berselang lama Aurel menatap ruangan yang berwarna putih tersebut.


"Kamu sangat tidak cocok berada di ruangan ini, Seharusnya ruangan ini berwarna hitam sama seperti hatimu yang benar-benar sangat hitam." jawab Aurel.


Kata-kata yang diucapkan oleh Aurel semakin membuat Irawan begitu penasaran dengan Perkataan wanita itu.


"Saya tidak mengerti dengan perkataan Anda, nyonya Aurel." jawab Irawan.


"Kata-kata yang begitu manis, cinta yang begitu manis. berjanji untuk tetap bersama mengatakan kalau rumah tangganya di ambang kehancuran, memberikan cinta namun cinta itu ternyata cinta palsu. Apakah sifat dan tabiatmu masih tetap saja sama, Tuan Irawan?" tanya Aurel.


Tetap saja irama tidak mengatakan apapun, pria itu menatap Aurel dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Seharusnya aku tidak mengatakan ini, tetaplah bersamaku untuk menjadi kekasihku. kita jalani hubungan ini selayaknya kita adalah sepasang kekasih." ucap Aurel.


DEG..


beberapa kalimat yang dikeluarkan oleh Aurel seketika membuat Irawan benar-benar sangat tersentak luar biasa. kata-kata itu sering dia katakan kepada Aurel wanita simpanannya dulu.


"Jadi kamu sudah lupa dengan semua janji palsu yang kamu katakan itu?" tanya Aurel.


DEG...


Irawan kembali tersentak, semakin lama Irawan semakin penasaran dengan sosok yang ada di depannya itu.


"Siapa sebenarnya kamu? kenapa kamu mengetahui kalimat-kalimat itu?" tanya Irawan .


Hahaha jadi kamu ingat dengan kata-kata itu ya?" tanya Aurel.


"Jangan berbelit-belit, Nyonya Aurel, Bagaimana kamu tahu mengenai kata-kata itu?" tanya Irawan kembali.


"Apakah kamu sudah melupakan wanita itu? wanita yang hampir kamu bunuh bersama kekasihmu itu di tebing dekat pantai? kamu mendorongku bersama wanita itu, aku begitu percaya padamu namun nyatanya kamu membuatku kehilangan bayi yang ada di kandunganku." jawab Aurel.


DEG..


DEG..

__ADS_1


jantung Irawan benar-benar tersentak luar biasa ketika Aurel mengatakan semua perkataan itu. tatapan matanya menatap Aurel dengan tajam.


"Tidak mungkin, kamu tidak mungkin dia." ucap Irawan.


"Hehehe..., Kenapa tidak mungkin? Apakah kamu takut karena kamu tidak bisa membunuhku waktu itu, mas Irawan ku sayang. seharusnya waktu itu kamu membunuhku dengan cara yang lain, Seharusnya waktu itu kamu menabrakku atau bagaimana, nyatanya kamu coba mendorong ku namun aku tetap hidup hingga sampai sekarang ini." Aurel yang terus-menerus memprovokasi Irawan.


DEG..


DEG..


"Tidak mungkin, tidak mungkin itu adalah kamu." ucap Irawan.


"Memangnya kenapa tidak mungkin? nyatanya Aku adalah wanita yang hampir kamu bunuh, mungkin kamu bermaksud membunuhku namun sayangnya aku masih hidup." Aurel yang semakin membuat Irawan terkejut.


"Tidak, itu semuanya tidak mungkin tidak mungkin kalau kamu adalah wanita itu." Irawan yang semakin ketakutan jika memang dia adalah wanita simpanannya itu.


Maka Irawan harus bersiap-siap dengan konsekuensi yang akan terjadi, namun jika benar kalau wanita yang ada di depannya itu adalah wanita simpanannya. maka Irawan harus bersiap-siap menanggung segala apa yang sudah dia lakukan.


"Hahaha.., Nyonya Aurel. dengarkan saya baik-baik, saya bukanlah pria bodoh yang akan begitu saja percaya dengan kata-kata Anda, tidak mungkin kalau anda itu adalah wanita itu." ucap Irawan yang dari tadi berusaha untuk menenangkan dirinya.


Jika benar wanita itu adalah Aurel kekasihnya dahulu maka Irawan harus bersiap-siap.


"Baiklah kalau begitu, kalau kamu tidak percaya tidak apa-apa. namun satu kata yang bisa aku ucapkan adalah kamu harus berhati-hati, istrimu itu sekarang dekat denganku bisa saja Aku mengatakan mengenal masa laluku kepadanya. Bagaimana jika tiba-tiba mulut ini tidak bisa terkontrol? Apakah kamu masih bisa duduk manis di tempat ini?" tanya Aurel yang kemudian berdiri dan meninggalkan kantor tempat Irawan.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang

__ADS_1


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2