GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
RANI YANG MULAI TERSENYUM JAHAT


__ADS_3

Siang itu Rani pergi ke perusahaan keluarganya yang di kelola oleh Irawan. pagi itu tanpa disengaja Rani yang berada di perusahaan melihat Tania yang sudah masuk terlebih dahulu ke tempat itu.


"Kalian benar-benar pasangan brengsek yang tidak tahu diri, kalian berdua adalah orang-orang idiot yang akan aku beri pelajaran." ucap Rani yang kemudian berjalan begitu santai memasuki perusahaan tersebut.


Rani memang sengaja tidak memberitahukan kepada Irawan Kalau hari ini dia akan ke perusahaan. Irawan akan mendapatkan sebuah kejutan luar biasa di pagi hari yang sedikit berawan ini.


Di depan kantor milik Irawan, Tania sudah memasuki tempat itu terlihat pria itu menyambut Rani dengan senyuman yang begitu hangat. dia boleh tersenyum begitu menawan tapi sebentar lagi dia akan mendapatkan sebuah hadiah yang sangat istimewa dari Rani. mereka berdua boleh tertawa bahagia di kantor itu, namun apa yang akan terjadi ketika Rani sudah memasuki tempat itu.


"Kamu membawa apa?" tanya Irawan kepada Tania.


"Seperti yang kamu inginkan, aku membawa beberapa makanan yang sudah aku masak sendiri." jawab Tania.


"Ya sudah kalau begitu, kita makan dahulu Aku sangat lapar." jawab Irawan yang kemudian duduk bersama dengan Tania di sofa kantor sekretaris. Irawan yang melihat Rani sudah berada di sana terlihat Wanita itu sungguh panik luar biasa.


"Nyonya." ucap sekretaris Irawan.


"Tidak usah memberitahu kepada pria itu, kamu bekerja di perusahaanku Seharusnya kamu membantuku bukan menutupi kesalahan pria itu terus-menerus." ucap Rani yang membuat sekretaris suaminya itu langsung terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Kamu diam saja dan duduklah, mulai saat ini kamu kabari aku mengenai apapun yang dilakukan oleh suamiku. foto mereka jika bersama dan kamu harus memberitahu aku mengenai semua yang mereka lakukan." Rani yang mengancam sekretaris Irawan hingga membuat wanita itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu, sekarang kamu lakukan apa yang aku minta." ucap Rani.


"Apa yang harus saya lakukan, Nyonya?" tanya sekretaris Irawan.


"Sekarang kamu tidak boleh memberitahu kepada suamiku kalau aku kemari, aku akan berpura-pura untuk menelpon dia dan mengatakan aku dalam perjalanan. sekarang kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan tadi. foto dan video apa yang mereka lakukan." perintah Rani yang membuat sekretaris Irawan menganggukkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian Rani sengaja menelpon Irawan untuk memberitahukan kepada pria itu kalau dia akan ke sana. Irawan yang mendapat telepon dari Rani seketika Dia menyuruh Tania untuk pergi dari tempat itu.


"Ada apa?" tanya Tania kepada Rani.


"Kamu harus segera pergi dari sini, wanita itu akan kemari." jawab Irawan.

__ADS_1


Dengan segera Tania mengemas barang-barangnya kemudian keluar dari kantor Irawan, sekretaris yang sudah melakukan video call secara langsung dengan Rani. tentu saja dia tersenyum setelah itu Rani melakukan sesuatu, Karena dia sudah menaruh salah satu ponselnya untuk membuat video Apa yang dilakukan oleh dua makhluk tidak tahu diri tersebut.


"Aku harus segera pergi dari sini, jika tidak wanita itu akan benar-benar sangat marah." ucap Tania yang kemudian pergi.


Sekitar beberapa menit kemudian akhirnya Rani sudah berada di sekitar kantor Irawan, wanita itu berjalan begitu santai sembari menjinjing tas bermerek yang harganya sangat luar biasa.


"Sayang." Irawan yang kemudian mendekati Rani.


"Apa sedang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu ada di luar kantor?' tanya Rani.


"Kamu tadi bilang akan kemari, karena itu aku ingin menjemputmu." jawab Irawan.


Mendengar kata-kata seperti itu ingin sekali Rani mengatakan kalau kamu adalah pria yang benar-benar tidak tahu diri. Rani nampak terdiam kemudian masuk ke dalam kantor Irawan tanpa mengatakan apapun.


"Tumben sekali kamu kemari, Sayang?" tanya Irawan kepada sang istri.


"Kelihatannya kamu tidak suka ya aku kemari?" tanya Rani kepada Irawan.


Terlihat Rani tidak mengatakan apapun, nampak wanita itu hanya tersenyum kemudian duduk sembari menatap sang suami.


"Beberapa hari lagi aku akan pergi ke Korea untuk melakukan pengobatan lanjutan, aku minta padamu untuk tidak melakukan suatu kesalahan. aku dengar pembangunan proyek yang bekerjasama dengan Tuan Saga mengalami masalah?" tanya Rani yang membuat Irawan menganggukkan kepalanya.


"Iya aku tidak tahu di mana letak kesalahannya, namun kelihatannya Tuan Saga akan menghentikan pembangunan itu." jawab Irawan.


"Kamu selalu saja membuat kesalahan, kamu selalu saja melakukan sebuah kesalahan. Apakah tidak bisa jika kamu tidak melakukan hal itu?" tanya Rani kepada Irawan.


"Aku tidak mungkin melakukan hal itu, kamu tahu kan aku bukan tipe pria seperti itu." jawab Irawan.


"Ya sudah kalau begitu aku harus segera pergi dari sini, aku minta tolong padamu jangan melakukan sesuatu yang akan membuat aku menerima konsekuensi atas perbuatanmu." ucap Rani yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Irawan benar-benar sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Rani, kata-kata yang begitu menusuk kata-kata yang seolah menunjukkan kalau dia tidak akan pernah memberikan maaf kepada dirinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah memaafkanku kan?" tanya Irawan.


"Jangan harap aku memberikanmu Maaf, aku kemari hanya ingin memberitahukan dirimu mengenai hal ini. Jika kamu berani melakukan sesuatu yang tidak pantas kamu lakukan maka kamu harus menanggung akibatnya sendiri. kamu tahu apa yang kamu lakukan itu telah membuat aib yang begitu besar, kamu melakukan perbuatan yang benar-benar berakibat fatal." jawab Rani yang kemudian pergi.


Baru kali ini Irawan melihat Rani memperlakukan dirinya seperti itu, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia sudah kehilangan uang sebanyak 1 miliar sekarang Saga menginginkan pengembalian uang atas proyek yang dibangun oleh Irawan karena proyek itu bermasalah.


"Bagaimana aku harus mengembalikan uang sebanyak itu, uang itu benar-benar sangat fantastis. kalau satu atau dua miliar mungkin aku bisa mengembalikannya namun ini 100 miliar Bagaimana aku mengembalikan pembangun ruang pembangunan itu." ucap Irawan yang benar-benar sangat kebingungan. pria itu tidak akan mampu mengembalikan uang sebanyak itu, proyek pembangunan itu adalah proyek fantastis bahkan satu bangunan apartemen yang dibangun itu seharga beberapa miliar.


"Semuanya ini benar-benar brengsek, kenapa aku sampai melakukan kebodohan seperti ini. aku harus mengembalikan uang sebanyak itu apa yang harus aku lakukan? uang itu bukanlah uang sedikit Jika aku mengembalikan uang sebanyak itu Aku tidak akan bisa melakukannya." Irawan yang benar-benar sangat kebingungan.


Irawan meminta pertolongan kepada siapa? Rani tidak akan mampu menolong dia. 100 miliar itu adalah uang yang tidak sedikit, uang itu mungkin bisa digunakan oleh Irawan untuk membangun perusahaan sendiri.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2