
Anna Maria terlihat menatap wajah Tanisa, Wanita itu tidak pernah berfikir kalau Salim akan menolongnya.
"Ada apa?" tanya Tanisa.
"Entahlah." jawab Anna Maria.
Tak berselang lama terlihat Salim sudah berada di kamar Anna Maria.
"Kamu sudah lebih baikan?" tanya Salim.
Anna Maria terlihat terkejut saat melihat Salim sudah ada di kamarnya
"Tuan." ucap Anna Maria.
"Halo...," sapa seorang wanita yang sudah memasuki kamar Anna Maria.
Ana Maria menatap seorang wanita yang terlihat cantik, bahkan wanita itu sekarang sudah memakai hijab.
"Bagaimana? Apakah kondisimu sudah lebih baik?" tanya Salim.
Ana Maria tidak menatap Salim namun wanita itu menatap Aurel yang sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Bagaimana? apakah kondisimu sudah lebih baik?" tanya Aurel yang membuat Anna Maria menganggukkan kepalanya.
Sorot mata yang begitu indah, Ana Maria benar-benar sangat terkejut bahkan begitu suka dengan tatapan mata yang ditunjukkan oleh Aurel. setelah hari itu Aurel sedikit demi sedikit menerima kehadiran Salim di hatinya, wanita itu nampak menatap Salim dengan tatapan mata yang begitu bahagia. waktu mulai berjalan, seiring waktu akhirnya Anna Maria bisa menerima Salim bahkan wanita itu mau berpindah agama dan mengikuti keyakinan Salim.
Tak ada kata yang bisa terucap, waktu terus berjalan dengan semua cerita cinta yang mulai berkembang itu. begitu pula dengan Faruq, setiap kali bertemu dengan Tanisa pria itu selalu bertengkar hebat, tak ada waktu yang mereka sia-siakan jika bersama. selalu saja mereka bertengkar dan bertengkar, lambat laun pertengkaran itu membuat mereka semakin dekat juga, terkadang Faruk sering mencuri pandang ketika dia ke perusahaan milik Salim.
"Oh ya, hari ini kamu keluar sama pria itu tidak?" tanya Anna Maria kepada Tanisa.
"Ogah ah, lagi pula dia udah tua banget sih. aku nggak selera sama dia." jawab Tanisa.
Faruq yang berada di tempat itu nampak pria itu sedikit tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh Tanisa.
"Memangnya kenapa?" tanya Anna Maria kembali.
"Ya tidak setua itu sih, Masa aku mau menikah dengan pria tua itu. usianya sudah 40 tahun lebih, gila ya Kamu." jawab Tanisa.
"Ya mungkin aja dia menjadi sugar Daddy mu." ucap Anna Maria.
"Ya nggak mungkin lah, aku nggak suka sugar Daddy. lagi pula aku mau mencari seorang pria yang begitu baik mengerti dengan semua yang aku inginkan, bahkan pria itu bisa membuatku merasakan sesuatu yang berbeda." jawab Tanisa.
__ADS_1
"Seperti siapa?" tanya Anna Maria.
"Memangnya seperti siapa?" Tanisa yang malah bertanya balik.
"Ya mungkin aja seperti Tuan Faruk." jawab Ana Maria yang membuat Tanisa langsung memukul lengan Ana Maria.
"Ya Nggak mungkinlah seperti pria itu, kamu tahu nggak pria itu kalau ketemu aku seperti aku ini kucing dan dia itu anjing. Kami selalu bertengkar Bahkan dia selalu mengejekku." jawab Anna Tanisa.
"Mungkin aja, karena itu namanya cinta." ucap Anna Maria.
"Ya nggak mungkin dia mencintaiku, dia kalau melihatku aja seperti aku ini umpan ikan." jawab Tanisa kembali.
"Memangnya kamu nggak suka sama dia? ya nggak lah, Bahkan dia aja selalu menghinaku, nggak mungkin aku suka dia dan dia nggak mungkin juga suka sama aku." jawab Tanisa.
Faruq yang berada di tempat itu nampak dia terdiam, benar apa yang dikatakan oleh Tanisa. dia selalu saja mengejek Tanisa dengan kata-kata yang sangat pedas. tentu saja wanita itu tidak akan mungkin berpikir kalau Faruq akan mencintainya dan dia akan mencintai pria itu.
"Bagaimana kalau kamu dan dia saling mencintai?" tanya Anna Maria yang membuat Tanisa malah tertawa.
"Hahaha..., nggak mungkin lah." jawab Tanisa.
Sesaat kemudian Anna Maria mendapat pesan singkat dari Salim mengenai cincin pertunangan mereka.
"Iya." jawab Anna Maria.
"Semoga kamu bahagia dan semoga kamu mendapatkan semua yang kamu inginkan." Tanisa yang kemudian memeluk Anna Maria.
"Aku juga berdoa semoga kamu cepat bersama dengan pria yang kamu cintai." jawab Anna Maria.
Beberapa hari kemudian Akhirnya hari pertunangan Salim dan Anna Maria, walaupun sudah berpindah agama Anna Maria masih tetap menggunakan nama itu. di acara itu akan ada sebuah kejutan dari seorang pria yang sudah memutuskan mengenai Jalan hidupnya, sebuah kesempatan yang harus diambil oleh Faruq untuk memberanikan dirinya melamar Tanisa.
Akhirnya malam pertunangan itu sudah terjadi, Salim benar-benar sangat bahagia. di sela kebahagiaan itu nampak Faruq mendekati Tanisa dan langsung menatap wanita itu dengan tatapan mata yang begitu berbeda.
"Ada apa denganmu? Kenapa kamu kemari?" tanya Tanisa.
Faruq mengeluarkan cincin dari saku jas yang dia pakai.
"Aku tidak mau ketinggalan dengan dua saudaraku, aku harus menjadi pria gentle." jawab Faruq.
"Maksudmu?" tanya Tanisa.
"Baiklah kalau begitu, karena kamu bilang sama Anna Maria kamu ingin mencari seorang pria yang ingin bersamamu dan kamu bersamanya. maka aku bertanya padamu maukah kamu bersamaku menjalani hidupmu dan sisa dari nafas kita berdua?" tanya Faruq yang langsung membuka cincin sembari bersimpuh di depan Tanisa.
__ADS_1
Keluarga yang ada di tempat itu benar-benar tidak akan pernah mengira, keluarga Tanisa yang juga hadir nampak mereka sangat terkejut karena tiba-tiba saja Faruq melamar Putri mereka.
Ternyata apa yang dipikirkan oleh Tanisa itu semuanya salah tanpa mengatakan apapun Tanisa langsung mengulurkan tangannya.
"Buktikan kalau kamu memang serius segera nikahi aku." jawab Tanisa sembari menatap dengan tatapan mata yang mengejek.
"Tentu di depan seluruh keluargaku dan keluargamu aku akan menikahimu bersama dengan dua saudaraku yang lain. kita akan menikah bersama." jawab Faruq yang kemudian memeluk Tanisa.
Gari itu akan menjadi hari yang begitu bahagia, hari di mana kebahagiaan itu akan menjadi titik dari semua cerita. si kembar akhirnya mendapatkan cinta mereka. Saga dan Aurel benar-benar dibuat bahagia oleh tiga putranya, beberapa bulan kemudian hari pernikahan mereka sudah tiba. si kembar menikah secara bersamaan.
"Apakah sah?!" tanya tiga penghulu.
"Sah!!" jawab para saksi.
suara tawa yang begitu menggelegar, pesta yang meriah diadakan oleh Saga. sebagai pria paling berpengaruh kebahagiaan itu akan menjadi cerita dari perjalanan Saga dan Aurel.
"Inilah kebahagiaan yang kita cari." ucap Aurel.
"Tentu, jalan berliku dan semua cerita dari perjalanan kita." jawab Saga yang kemudian memeluk sang istri.
** TAMAT **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- Antara dendam dan cinta
__ADS_1