GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
KENYATAAN


__ADS_3

"Aurel, kakak mu sudah menjemput. cepatlah pulang." pemilik toko kosmetik yang meminta Aurel untuk segera pulang karena waktu sudah menandakan jam kerja berakhir.


"Hati-hati, Aurel." Yudistira yang juga pulang.


"Iya, mas." jawab Aurel.


CEKLEK


Aurel masuk ke dalam mobil, Irawan melajukan mobilnya untuk segera pulang. sekitar 20 menit mereka sudah sampai di rumah.


"Mas." panggil Aurel.


"Ada apa?" tanya Irawan balik.


"Mas tadi pergi ke mana?" tanya Aurel.


"Tentu saja kerja, Memangnya ada apa?" tanya balik Irawan.


"Gak apa-apa." jawab Aurel.


Hari demi hari mulai berjalan, setiap hari Aurel selalu mendapatkan pesan dan foto dari seseorang. beberapa foto Irawan bersama dengan para wanita.


"Sebenarnya siapa orang ini, kenapa dia selalu memberikan aku foto-foto seperti ini." ucap Aurel yang terus memikirkan dan menatap foto-foto yang dikirimkan oleh seseorang itu.


Lambat laun pasti Aurel akan merasa tidak tenang dengan semua pesan yang dikirim oleh seseorang itu, karena itu secara diam-diam Aurel mencari tahu kebenaran mengenai foto-foto itu. dia harus mendapatkan kebenaran mengenai pesan yang dikirim oleh seseorang, Aurel yang sangat yakin dengan Irawan Tentu saja dia tidak akan percaya begitu saja.


Aurel mulai mengingat mengenai apartemen yang dulu dia datangi bersama Yudistira. Dia pernah melihat Irawan berada di sana, hari ini Aurel ingin memastikan mengenai foto-foto tersebut.


"Mas Hari ini kamu ada di mana?" tanya Aurel.


"Aku masih ada meeting di salah satu tempat, Memangnya ada apa?" tanya Irawan.


"Tidak, mas." jawab Aurel. wanita itu yakin kalau Irawan tidak ada di perusahaan tempatnya, wanita itu yakin kalau sekarang Irawan berada di sebuah tempat. Aurel secara diam-diam mengambil libur dua hari untuk mencari tahu kebenaran mengenai foto-foto yang dikirimkan oleh seseorang tersebut.


Langkah kaki Aurel keluar dari rumahnya, dia harus memastikan mengenai foto-foto yang dikirim oleh seseorang tersebut. sekitar 40 menit kemudian Aurel sudah berada di salah satu bangunan apartemen yang beberapa waktu lalu dia datangi bersama dengan Yudistira. ketika Aurel hendak memasuki bangunan tersebut ternyata pintu apartemen itu sudah terbuka, Aurel melihat Irawan bersama dengan seorang wanita. mereka bercanda gurau bahkan Irawan memeluk erat pinggang wanita itu.


"Kamu tahu sayang, kamu benar-benar sangat luar biasa." ucap si wanita.


"Tentu saja, untukmu akan aku lakukan Apapun." jawab Irawan.


"Oh ya Sayang, bagaimana dengan wanita itu? wanita bodoh yang kamu bohongi itu?" tanya si wanita.


"Tenang saja, dia hanyalah pelampiasanku saja setelah aku bosan dengannya mungkin aku akan mencari wanita lain." jawab Irawan.

__ADS_1


"Kamu boleh mencari wanita lain, asalkan kamu tidak menghianatiku." ucap si wanita.


"Tentu saja aku tidak mungkin melakukan hal itu, lagi pula aku harus melakukan sesuatu kepada Istriku itu. hingga sekarang dia belum mati dia tetap hidup hingga aku sulit untuk menggerogoti kekayaannya." jawab Irawan.


Aurel yang berada di suatu tempat nampak wanita itu memegang dadanya, ternyata benar apa yang dikatakan oleh istri sah Irawan, pria itu hanya mempermainkannya apalagi Irawan hanya mendekati wanita-wanita kaya untuk menggerogoti hartanya.


"Ternyata apa yang dikatakan oleh wanita itu benar, mas Irawan hanya mempermainkanku." ucap Aurel dalam hati yang terlihat masih bersembunyi. dia begitu sedih hatinya begitu tertekan dengan semua kenyataan yang dia lihat.


"Tidak, aku tidak boleh seperti ini. aku tidak boleh terus-menerus dibohongi oleh mas Irawan." ucap Aurel.


Irawan bersama kekasihnya pergi dari apartemen, mereka berdua meninggalkan bangunan itu dan pergi entah ke mana. Aurel kembali menelpon Irawan wanita itu menanyakan keberadaan Irawan karena hari ini dia harus mengantarkan Aurel ke sebuah tempat.


"Mas, kamu ada di mana?" Aurel yang menelpon Irawan.


"Aku masih ada di jalan, Aku mau pulang Habis meeting." jawab Irawan.


"Ya sudah kalau begitu Aku tunggu kamu di perempatan jalan tempat kerjaku ya, aku sekarang sudah pulang." ucap Aurel.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menjemputmu Kamu tunggu di sana sebentar ya." minta Irawan.


"Iya Mas." jawab Aurel.


Setelah mengatakan hal itu Aurel mematikan ponselnya, hatinya benar-benar tersakiti dengan semua kebohongan yang dikatakan oleh Irawan.


"Tega sekali kamu melakukan hal itu padaku, Mas. aku sudah menyerahkan segalanya aku sudah melakukan kebodohan dengan menjadi wanita simpananmu." ucap Aurel sembari memegang ponselnya dan menangis.


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Irawan.


"Aku mau memberimu suatu kejutan, Mas." jawab Aurel. wanita itu berharap Irawan akan mengingat dirinya bahkan akan memilih dirinya.


"Memangnya kejutan apa?" tanya Irawan.


"Kita pergi ke suatu tempat yuk Mas." minta Aurel.


"Baiklah aku akan mengajakmu ke suatu tempat." jawab Irawan.


Di sebuah tempat Aurel dan Irawan berada, mereka berada di salah satu taman yang tidak jauh dari tempat kerja Aurel.


"Memangnya kamu punya kejutan apa sih?" tanya Irawan.


Sesaat kemudian Aurel mengeluarkan sebuah kotak kecil.


"Aku kan tidak ulang tahun, ini hadiah apa?" tanya Irawan.

__ADS_1


"Buka aja Mas, kamu pasti suka." jawab Aurel. karena begitu penasaran akhirnya Irawan membuka kotak kecil tersebut. tatapan matanya menatap Sebuah alat kecil yang bergariskan merah.


"Bukankah ini alat tes kehamilan?" tanya Irawan.


Aurel menganggukkan kepalanya, wanita itu tersenyum kepada Irawan.


"Iya Mas, aku sebenarnya mau mengatakan ini kepadamu. tadi pagi tapi karena ada sesuatu yang membuatku lupa jadi aku ingin mengatakan hari ini padamu." jawab Aurel.


"Maksudnya?" tanya Irawan yang mulai tidak suka.


"Aku sudah hamil Mas, Kata dokter aku sudah hamil 1 bulan lebih." jawab Aurel yang menunjukkan kebahagiaannya.


Berbeda dengan Irawan, raut wajahnya begitu muram, pria itu memandang Aurel dengan tatapan mata yang benar-benar tidak suka.


"Maksudmu kamu sekarang hamil?" tanya Irawan.


"Iya Mas, kamu suka kan kamu bahagia kan?" tanya Aurel.


Irawan menutup matanya, pria itu menghela nafasnya dengan begitu dalam.


"Kamu gila ya, aku kan sudah bilang kalau kamu tidak boleh hamil. Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini padaku?" tanya Irawan.


"Maksud Mas apa? ini adalah kebahagiaan kita mas, kita berdua akan mempunyai anak aku sudah menantikan anak ini sudah lama." jawab Aurel.


"Kamu gila ya, Aku tidak mungkin menerima anak ini. kamu tahu aku sudah mempunyai dua anak dari istriku, Bagaimana mungkin aku mau menerima anak darimu. kalau sampai istriku tahu aku mempunyai anak darimu dia akan sangat murka, kamu tahu aku akan kehilangan segalanya!!" bentak Irawan dengan sangat marah.


"Tapi Mas.., anak ini adalah buah cinta kita." ucap Aurel.


"Aku tidak peduli." jawab Irawan yang kemudian langsung pergi meninggalkan Aurel.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William

__ADS_1


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


__ADS_2