
"Kenapa Kalian menangkapku?!" teriak Irawan.
"Kami sudah membawa surat penangkapan atas nama Anda, tuan Irawan." jawab para polisi.
"Aku tidak melakukan apapun, kenapa aku harus ditangkap!!" teriak Irawan berulang kali.
Percuma saja Irawan mengatakan hal itu berulang kali, dia sudah melakukan kesalahan yang sudah membuatnya seperti itu. untuk apa dia kebingungan nyatanya dia sudah melakukan kesalahan yang membuat orang lain harus menderita selama bertahun-tahun.
"Lebih baik anda bekerja sama dengan kami, Tuan Irawan. jika tidak kami akan melakukan tindak pemaksaan kepada anda." ucap salah satu polisi yang kemudian memborgol tangan Irawan.
Melihat semua kejadian itu Rani nampak tersenyum, Akhirnya hari ini datang juga hari di mana dia selalu menantikan untuk membuat pria yang dulu dia cintai itu mendekam di penjara.
"Sayang, kamu tidak bisa melakukan hal ini!!" teriak Irawan.
"Kenapa kami tidak bisa melakukan hal ini, kamu saja sudah berusaha untuk membunuh adikku berulang kali. Kenapa aku tidak boleh melakukan hal ini kepadamu? dia sudah membuat keputusan dia tidak akan pernah melepaskanmu!!" teriak Irawan yang terus memberontak ketika dia dibawa oleh polisi.
Seketika Rani meneteskan air matanya, beban yang ada di hatinya terasa sudah terlepas semuanya.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Alan.
"Aku lega Mas, aku lega setelah membuat pria itu mendapatkan hukuman. Aku ingin pria itu mendekam di penjara agar tidak ada wanita-wanita sepertiku kembali." jawab Rani.
"Kita akan tahu apa yang terjadi selanjutnya, Aurel sudah membuat wanita itu mendekam di penjara. sekarang kamu membuat Irawan mendekam di penjara Kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya, kita tidak boleh diam saja kita akan membuat mereka merasakan balasan atas apa yang sudah mereka lakukan." Alan yang berusaha untuk menenangkan adiknya. padahal Rani menangis bukan karena sedih melihat Irawan masuk penjara, wanita itu menangis karena bahagia akhirnya suaminya itu bisa dimasukkan ke penjara atas semua yang sudah dia lakukan kepada dirinya dan Aurel.
Beberapa hari kemudian persidangan dilakukan Rani dan Aurel datang menjadi saksi atas semua yang dilakukan oleh dua orang itu. Irawan dan Tania selalu menyangkal apa yang mereka lakukan, namun Aurel masih memiliki beberapa bukti mengenai apa yang dilakukan oleh Irawan.
"Kalian tidak akan pernah bisa lepas dari hukuman setelah kalian membuat kami seperti ini." ucap Aurel yang kemudian menatap dua orang yang sudah menghancurkan kehidupannya itu.
Beberapa saat kemudian palu sudah diketuk, Pak hakim sudah memutuskan hukuman untuk Irawan dan Tania. 15 tahun penjara diberikan oleh Pak hakim atas semua yang sudah dilakukan oleh Irawan dan Tania, kedua orang itu tidak menerima hasil dari sidang itu. mereka berteriak dengan sangat keras mereka berusaha untuk lepas dari tempat itu.
"Membusuklah kalian di penjara atas apa yang kalian lakukan selama ini." ucap Rani yang kemudian pergi bersama dengan Alan. sedangkan Aurel menggenggam erat tangan suaminya.
__ADS_1
"Mulai sekarang hiduplah dan jalanilah kehidupan baru kita, kamu harus melakukan apa yang kamu janjikan padaku. kita akan membuat kehidupan yang baru dan meninggalkan semua Masa lalu itu." ucap Saga.
Aurel menganggukkan kepalanya, wanita itu memeluk suaminya dengan pelukan yang begitu erat.
"Terima kasih terima kasih atas semua yang kamu berikan padaku." ucap Aurel yang benar-benar sangat bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.
Beberapa bulan setelah Tania dan Irawan dijebloskan ke penjara dan mendapatkan hukuman selama 15 tahun penjara. kehidupan Aurel dan Saga ditata kembali.
"Kamu yakin kamu mau melakukan bayi tabung?" tanya Saga kepada sang istri.
"Tentu saja aku sangat yakin Sayang, lebih baik aku melakukan bayi tabung dari keturunan kita sendiri. aku tidak mau menyewa rahim orang lain ataupun melakukan ensiminasi buatan ke rahim lain." jawab Aurel.
"Memangnya kenapa?" tanya Saga sambil tersenyum.
"Kamu jangan mengatakan hal itu ya, sayang. kamu Ingin membuatku marah aku sudah bilang kan memang setelah kejadian waktu itu kondisiku tidak memungkinkan untuk hamil. tapi kata dokter jika aku melakukan pembuahan di luar janinku dan jika sudah berkembang, jika aku melakukan bayi tabung itu kemungkinan besar bisa sukses." jawab Saga.
"Aku mengerti sayang, karena dalam hukum agama kita, jika aku membuahi sel ku di induk wanita lain hukumnya akan haram. berarti belum tentu anak itu adalah keturunan kita. Kamu benar dengan memilih memakai bayi tabung dari hasil keturunan kita sendiri dengan begitu ketika kita sudah tiada kita tidak akan menanggung dosa yang sangat besar." Saga yang kemudian memeluk sang istri.
Saga memang sangat mengenal Bagaimana sifat istrinya itu, di balik kata-katanya itu memang Ada kecemburuan yang sangat besar di hati Aurel. jika pembuahan itu dilakukan di rahim wanita lain dia takut kalau tiba-tiba anak itu dibawa pergi atau bagaimanapun. Aurel lebih memilih cara-cara aman dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.
"Baiklah kalau begitu, kita akan ke rumah sakit dan memulai proses bayi tabung. Aku ingin kehidupan kita menjadi kehidupan normal seperti selayaknya rumah tangga yang lain." jawab Saga.
Setelah memberikan persetujuan akhirnya semuanya akan dimulai, enam bulan kemudian kehidupan mulai berjalan dengan begitu cepat. sekarang Aurel benar-benar mengandung, proses bayi tabung itu berhasil dan membuat Aurel sekarang mengandung bayi yang begitu dia inginkan.
Siang itu terlihat Saga pulang agak siang dengan membawa beberapa makanan yang sudah dipesan oleh sang istri.
"Memangnya kamu bisa memakan ini semuanya, sayang?" tanya Saga.
"Tentu saja Sayang, aku bisa makan semuanya. kamu tahu perutku benar-benar menginginkan semua makanan ini." jawab Aurel.
"Kelihatannya anak kita benar-benar rakus ya. Canda Saga.
__ADS_1
"Jangan bilang seperti itu, sayang. masa kamu bilang anak kita seperti sih." jawab Aurel yang tidak terima.
Kebahagiaan benar-benar terpancar begitu nyata, Saga dan Aurel selalu menjaga bayi yang sudah berusia 6 bulan tersebut. Saga selalu menjaga anak dan istrinya dengan begitu protektif, terkadang Aurel marah ketika Saga melarangnya ini dan itu.
"Sayang, kamu makan yang itu aku makan yang ini." minta Aurel.
"Aku tidak suka ini, Sayang. aku mau yang itu." jawab Saga.
"Kalau kamu tidak mau jangan dimakan, anakmu ini ingin makan itu bukan makan ini." Aurel yang marah-marah hingga membuat Saga nampak terdiam sembari menatap istrinya yang benar-benar cerewet luar biasa saat dia hamil.
"Sabar tuan." ucap salah satu pembantu.
"Anak yang ada di kandungan Istriku itu benar-benar cerewet, entah bagaimana kalau dia sudah besar nanti. bisa-bisa cerewetnya melebihi mamanya." jawab Saga yang kemudian hanya diam sembari menatap sang istri yang makan dengan lahapnya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir