
"Ada apa ma?" tanya Salim, Malik dan Faruq.
"Kalian ikut mama sekarang." jawab Aurel.
Aurel dan tiga anak kembarnya pergi ke perusahaan sang suami, Aurel akan memperlihatkan apa yang harus mereka lihat.
PERUSAHAAN HUSEIN
"Selamat datang, Nyonya." sapa salah satu pekerja yang ada di perusahaan Saga.
Terlihat Aurel menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam bangunan tersebut. tatapan mata orang-orang yang ada di perusahaan itu nampak menatap istri dari saga Husein Kemal yang selalu terlihat cantik, lembut dan sangat pandai bergaul dengan para kalangan atas.
"Apakah Tuan ada di dalam?" tanya Aurel kepada sekretaris suaminya.
"Tuan sedang rapat, Nyonya. mungkin 15 menit lagi sudah datang." jawab sekretaris.
"Ya sudah kalau begitu, Oh ya Bisakah aku minta tolong sesuatu?" tanya Aurel.
"Baik nyonya." jawab sekretaris.
"Tolong kamu buatkan aku mocacino serta buatkan anak-anak coklat hangat." pinta Aurel.
"Baik nyonya." jawab sekretaris yang meminta salah satu petugas bagian dapur untuk membuatkan Aurel minuman yang dia minta.
"Mama, kita mau ngapain di sini?" tanya Salim.
"Tadi kalian bilang mau ke mana." jawab Aurel.
"Tadi aku minta sama mama untuk melihat sosial media seorang wanita yang bekerjasama dengan Papa." jawab Salim.
"Cuma itu kan?" tanya Aurel.
Terlihat Salim menganggukkan kepalanya kemudian menatap Malik.
"Kalau kalian ingin bermain-main silakan Mama tidak akan menghentikan kalian." ucap Aurel yang membuat si kembar menganggukkan kepalanya.
Sekitar 15 menit kemudian akhirnya Saga sudah kembali ke kantornya, pria itu sedikit terkejut ketika mendapatkan kunjungan dari sang istri bersama dengan tiga anak kembarnya.
"Sayang." ucap Saga yang melihat sang istri duduk di ruangan itu bersama 3 putranya.
"Hai Sayang." jawab Aurel.
Saga mendekati sang istri kemudian pria itu memberikan ciuman di pipi istrinya.
"Senang melihatmu di perusahaan kembali, sayang." ucap Saga.
"Tentu saja sayang, apalagi tiga putramu ini ingin sekali bertemu denganmu." jawab Aurel.
__ADS_1
Seorang wanita nampak berdiri di tempat itu, tatapan mata si kembar nampak menatap seorang wanita yang ada di tempat itu.., bukan seorang wanita tapi dua orang wanita yang ada di tempat itu.
"Apakah kamu sedang sibuk Sayang?" tanya Aurel.
"Tidak sayang, aku tidak sedang sibuk. acara pertemuannya sudah selesai, Memangnya kenapa? Apakah kalian mau ke suatu tempat?" tanya Saga.
"Iya Papa, kami mau ke suatu tempat. kami ke sini karena kami ingin mengajak papa keluar sebentar." jawab Salim yang terlihat menatap dua wanita yang ada di kantor Papanya.
"Ya sudah kalau begitu, Papa mau membereskan berkas-berkas itu dulu. Setelah itu kita keluar." jawab Saga yang kemudian duduk di kursi kebesarannya.
Sedangkan dua wanita yang ikut masuk itu nampak mereka menatap seorang wanita bersama tiga putranya.
"Tuan Saga." Panggil seorang wanita.
"Iya." jawab Saga.
"Bisakah kita membicarakan sesuatu mengenai perjanjian kita yang baru?" tanya seorang wanita.
"Kita bisa melanjutkan besok karena aku, isteri dan anak-anakku akan segera keluar." jawab Saga.
Seorang wanita yang bernama Emilia, dia adalah pengusaha wanita yang berusia sekitar 30 tahun. wanita itu adalah janda muda yang terlihat memiliki perasaan kepada Saga.
"Tapi tuan, Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja." minta Emilia.
"Saya tidak akan memberikan waktu walaupun 1 menit, karena besok masih bisa kita lanjutkan. silakan kalian berdua keluar dari ruangan saya." jawab Saga yang tidak akan bisa diminta untuk mendengarkan permintaan mereka.
"Baiklah kalau begitu, Tuan. besok saya akan kembali lagi." ucap Emilia yang kemudian pergi.
"Memangnya kita mau ke mana, Sayang?" tanya Saga.
"Hari ini ada pameran perhiasan dan peluncuran merk baru butik tempatku, Sayang." jawab Aurel.
"Kenapa tidak bilang dari kemarin? hari ini kan aku bisa datang ke sana tanpa ke perusahaan." ucap Saga.
"Tidak, aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu. lagi pula aku dan anak-anak cuma ingin keluar sebentar saja." jawab Aurel sembari menatap 3 putranya.
Aurel ingin melihat 3 putranya mengerti apa yang dimaksud oleh ibu mereka, tidak semua yang mereka katakan itu benar terkadang cinta itu pun ada batasnya. namun jika cinta itu memang benar-benar sudah ditakdirkan dan cinta itu akan bertahan selamanya maka kepercayaan adalah landasan utamanya.
"Papa." Panggil Faruq.
"Iya ada apa, Faruq." jawab Saga.
"Papa, kenapa Papa keluar. Kenapa tidak di perusahaan? tadi kan pekerjaannya belum selesai?" tanya Faruq.
"Pekerjaan itu tidak akan pernah selesai, Faruq, tapi kewajiban sebagai seorang suami dan orang tua sampai kapanpun tidak akan pernah berhenti. walaupun kalian sudah menikah." jawab Saga sembari menatap tiga putranya.
Aurel tersenyum, wanita itu kemudian menepuk pundak suaminya.
__ADS_1
"Itulah yang aku maksudkan, sayang. seorang pria harus bisa membedakan pekerjaan dan keluarga, lalu sampai kapanpun pekerjaan tidak akan selesai tapi keluarga sampai kapanpun akan selalu bertahan. Aku ingin memberitahukan kepada mereka mengenai kepercayaan." jawab Aurel.
"Ya sudah kalau begitu, kita masuk mobil Setelah itu kita ke tempat mama. Papa yakin Mama harus segera melihat butik dan toko perhiasannya." Saga yang kemudian melajukan mobilnya.
Si kembar nampak menatap Papanya, mereka benar-benar sangat salut dengan pemikiran yang dimiliki oleh Papa mereka.
"Seperti inikah keyakinan yang dimiliki Mama Untuk Papa." ucap Salim dalam hati.
Sekitar beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di butik milik Aurel, peluncuran merk baru dan perhiasan baru itu mengundang begitu banyak tamu. mereka begitu antusias untuk melihat perkembangan model dari pakaian dan perhiasan, seorang tamu yang sangat spesial pun datang Rani datang bersama dengan suami keduanya. seorang pengusaha yang berasal dari Singapura, seorang pria yang memiliki beberapa perusahaan di Indonesia.
"Aurel!" panggil Rani.
"Mbak Rani." jawab Aurel.
"Seneng banget deh Mbak kamu bisa datang kemari." ucap Aurel.
"Tentu saja aku kemari, aku juga merindukanmu apalagi dua Putraku itu sekarang tinggal di sini juga." jawab Rani.
"Benarkah? Kenapa Mbak Rani nggak bilang, Kenapa juga mereka tidak datang ke tempatku?" tanya Aurel.
"Mereka setiap hari kan ketemu sama si kembar, masak si kembar nggak bilang sama kamu!" tanya Rani yang membuat Aurel mencibirkan bibirnya.
"Pasti mereka berlima ingin melakukan sesuatu, mereka itu benar-benar sangat menjengkelkan." jawab Aurel yang terlihat sedikit kesal.
"Selamat datang Rani." Saga yang mendekati Rani dan menjabat tangan wanita itu bersama suaminya.
"Senang bertemu Anda tuan Saga." sapa Kris suami dari Rani.
"Senang bertemu denganmu juga, Kris." jawab Saga yang kemudian mempersilahkan orang-orang itu untuk beristirahat di sebuah tempat yang sudah di persiapkan.
Saga melihat perkembangan butik dan toko perhiasan milik istrinya, memang tempat itu selalu dipenuhi oleh pengunjung setiap hari.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir