GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
S2. KATA-KATA YANG PEDAS


__ADS_3

*Malik, seorang pembisnis di bidang kontraktor sana sepeti papanya.


*Salim, pembisnis permata


*Faruq, pengusaha di bidang perhotelan.


Di tempat lain terlihat Salim sedang keluar dari perusahaannya, walaupun perusahaannya menjadi satu gedung dengan Malik, tapi mereka berbeda bidang.


"Kamu ini kenapa bodoh sekali!!" seru Salim pada sekretarisnya.


"Tapi tuan, saya tidak membuat desain itu." jawab Anamaria.


"Saya tidak tahu, tuan. selalu saja kamu menjawab seperti itu." seru Salim.


Tak ada perkataan yang keluar dari mulut Anamaria. wanita itu terlihat benar-benar sangat sedih, dia kebingungan dengan semua yang harus dia lakukan.


BRAKK...


Salim mengebrak mejanya.


"Kasian kamu." ucap salah satu karyawan wanita.


"Cepat, kamu buat kembali desainnya lagi!!" seru Salim.


Anamaria hanya bisa menahan tangisnya, wanita itu benar-benar sedih dengan semua yang selalu dia dengar.


"Kenapa dia selalu seperti ini..," ucap Anamaria dalam hati.


"Pergi, cepat!!" seru Salim.


Seketika Anamaria langsung berdiri dan membuat desain. satu, dua, tiga jam kemudian waktu sudah berlalu. Anamaria membuat beberapa desain perhiasan.


"Mana desainnya?" tanya Salim.


"Sudah tuan." jawab Anamaria.


Salim melihat beberapa desain dari perhiasan yang dibuat oleh Anna Maria, terlihat Salim benar-benar sangat tidak menyukai desain tersebut. entah apa yang membuat Salim selalu saja tidak memberikan kesempatan bagi Anna Maria.


BRAKK...


"Kamu ini bisa bekerja tidak sih? kalau kamu tidak bekerja jangan mencari pekerjaan, kamu ini sudah bekerja di sini selama satu tahun tapi kamu ini tetap saja masih bodoh." Salim terus mencela Anna Maria.

__ADS_1


"Tuan Salim, Ana sudah mencoba yang terbaik. Bahkan dia sudah memberikan Anda begitu banyak desain." jawab Salah satu karyawan.


"Desain apa? desain murahan seperti yang dia serahkan di atas mejaku?" tanya Salim.


"Tidak Tuan, beberapa desain itu sudah diperlihatkan kepada saya." jawab Tanisa kepada Salim.


"Jadi maksudmu itu aku yang bodoh?" tanya Salim.


"Bukan begitu tuan, saya kemarin sudah merevisi beberapa gambar itu. karena itu saya yang memberikan ke ruangan anda." jawab Tanisa.


"Desain apaan, desain anak kecil itu?" tanya Salim.


Tak berselang lama terlihat Tanisa membuka laptopnya, untung saja kemarin dia membuat salinan di laptopnya.


"Tuan, ini adalah desain yang sudah di buat oleh Anna beberapa hari yang lalu. kemarin saya menyimpannya di berkas laptop saya, setelah itu saya serahkan di meja anda." jawab Tanisa.


"Tapi yang ada di mejaku berbeda, bukan itu semua." jawab Salim.


"Saya kurang tahu, Tuan. karena saya yang menemani anak untuk mengerjakan beberapa pekerjaan itu." jawab Tanisa.


Anna Maria benar-benar kebingungan, Kenapa desain yang dia buat sangat berbeda dengan desain yang diserahkan di meja Salim hingga membuat pria itu sangat marah.


"Ya sudah kalau begitu, serahkan desain itu padaku sekarang." pinta Salim.


Beberapa menit kemudian


"Kok bisa desain yang aku buat ganti." ucap Anna Maria.


"Entahlah." jawab Tanisa.


"Jika ini benar-benar desain gadis itu, lalu kenapa desainnya bisa berubah ketika berada di mejaku." ucap Salim.


sesaat kemudian pria itu tidak memperdulikan mengenai hal itu, dia benar-benar tidak mau tahu apakah perkataannya akan melukai seseorang atau tidak.


Beberapa jam kemudian semua pekerjaan sudah selesai, terlihat Anna Maria sudah membereskan meja kerjanya.


"Ayo, Anna." ajak Tanisa.


"Hemmm..," ucap Anna Maria.


"Ada apa?" tanya Tanisa.

__ADS_1


"Aku lapar." jawab Anna Maria.


"Kalau gitu kita cari makan, bagaimana?" tanya Tanisa.


"Iya." jawab Anna Maria.


Dua wanita itu terlihat berjalan keluar dari perusahaan, dua wanita itu terlihat berjalan bersama. Salim juga baru keluar dari kantornya, pria itu melihat Anna Maria dan Tanisa yang keluar dari perusahaan.


"Dasar wanita rendahan." ucap Salim yang terlihat berjalan menuju parkiran mobilnya.


"Kita makan di rumah makan dekat sini saja ya." pinta Tanisa.


"Iya." jawab Anna Maria.


Kehidupan Tanisa dan Anna Maria sangatlah berbeda, Tanisa mempunyai keluarga dan kehidupannya lebih baik dari Anna Maria. sedangkan Anna Maria sendiri..., dia hanyalah gadis miskin yang berjuang sendiri, semenjak kecil Anna Maria harus berkerja untuk bisa sekolah. Anna Maria adalah seorang wanita muda yang mempunyai cita-cita yang tinggi, bisa menjadi mahasiswi dan mendapatkan beasiswa karena dia adalah seorang siswa yang sangat pandai. menjadi bahan gunjingan bagi teman-teman nya, di tertawakan dan sering di bully.


Di usianya yang ke 22 tahun Tanisa sudah selesai kuliah dan mendapatkan gelar S2.


"Kenapa kamu tidak bekerja di firma hukum saja?" tanya Tanisa.


"Aku masih belum berani, mungkin 1 tahun lagi aku akan mencoba melamar di salah satu firma hukum." jawab Anna Maria.


"O..iya, kamu masih baru merayakan kelulusan beberapa minggu yang lalu." ucap Tania. padahal Tania sendiri masih belum bisa menyelesaikan S2.


Setelah sampai di tempat itu, kedua wanita itu memesan makanan setelah itu mereka kembali ketempat mereka masing-masing, Tania memanggil taksi sedangkan Anna berjalan kaki.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2