
"Ada apa?" tanya Salim.
DEG..
DEG..
DEG..
Jantung Anna Maria berdebar begitu kencang saat dirinya bersama dengan Salim.
"Tapi..," Anna Maria yang bingung.
"Ada apa?" tanya Salim.
"Maaf, tuan." jawab Anna.
"Kenapa, apakah kamu sudah mencintai pria lain?" tanya Salim.
Anna Maria tidak berani mengatakan apapun, dia tidak akan mungkin menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh pria yang ada di depannya itu.
"Kenapa kamu diam saja, Ana. Jika kamu mencintai pria lain aku bisa mengerti." ucap Salim.
"Maafkan saya tuan, Tidak sepantasnya anda mencintai saya. Tidak sepantasnya anda memiliki perasaan kepada saya, Siapa lah diri saya ini, masih banyak wanita di luar sana yang lebih pantas untuk Anda." jawab Anna Maria.
Pikiran yang mulai kebingungan membuat Anna Maria langsung pergi meninggalkan Salim. kata-kata yang diucapkan Anna Maria sudah dianggap Salim sebagai penolakan, Salim tidak marah namun dalam hati dia terluka dan mengerti kenapa Anna Maria menolak dirinya.
Pantaslah Anna Maria menolaknya karena Salim selalu membuat wanita itu terluka, pria itu selalu menunjukkan arogansinya tidak pernah sekalipun Salim bersikap baik kepada Anna Maria hingga membuat wanita itu tidak akan pernah bisa menerimanya.
Salim berdiri, pria itu berjalan mendekati Anna Maria.
"Aku akan mengantarmu." ucap Salim yang kemudian memegang tangan Anna Maria.
Ingin sekali Anna Maria tersenyum bahagia, namun situasi yang dihadapi Ana Maria benar-benar membuat wanita itu tidak mampu mengatakan iya. kesakitan yang dia rasakan akan membuatnya merasakan penderitaan sendiri, tidak mungkin bagi wanita itu mengatakan kepada Salim kalau dia sedang sakit.
"Hemmm..., maaf." ucap Anna Maria dalam hati.
Sekitar 10 sampai 15 menit kemudian Salim dan Anna Maria sudah berada di rumah Anna Maria, terlihat wanita itu meminta maaf kepada Salim.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu seperti itu, Aku tahu kenapa kamu menolak aku. tapi aku benar-benar minta maaf atas semua yang sudah aku lakukan." ucap Salim.
Ana Maria menatap Salim dengan tatapan mata yang sangat kebingungan. setelah mengatakan itu Salim langsung pergi meninggalkan Anna Maria, ingin sekali Anna Maria menangis dan menjerit. ingin sekali wanita itu mengejar Salim dan mengatakan kalau dia juga memiliki perasaan itu.
Langkah kaki Ana Maria memasuki rumahnya, terlihat wanita itu begitu sedih. Tanisa yang melihat temannya masuk ke rumah nampak dia sedikit kebingungan.
"Kalian dari mana saja?" tanya Tanisa.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Anna Maria, wanita itu hanya diam tanpa mengatakan apapun.
"Anna." Panggil Tanisa.
setetes Air mata terjatuh dari kelopak mata Ana Maria, sesaat kemudian Anna Maria menatap Tanisa.
"Aku tidak bisa menerima cinta pria itu, Aku tidak bisa menerima kebahagiaan semua ini." ucap Anna Maria.
"Maksudmu apa? memangnya ada apa?" tanya Tanisa.
Setelah mengatakan hal itu Anna Maria memeluk Tanisa dengan begitu erat, wanita itu ingin sekali mencurahkan isi hatinya. namun sesaat kemudian tiba-tiba penyakit itu terasa kembali, Anna Maria tidak mampu menahan sakitnya, seketika wanita itu tidak sadarkan diri diperlukan Tanisa.
"Anna, Anna!!" seru Tanisa.
Sekitar satu jam kemudian Anna Maria sudah berada di rumah sakit, Tanisa nampak kebingungan. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Apakah dia masih belum sembuh." ucap Tanisa.
"Maaf Nona, Kamu harus mengisi formulir." minta salah satu perawat.
Tanpa mengatakan apapun akhirnya Tanisa mengisi formulir untuk Anna Maria, sekitar 1 jam kemudian salah satu dokter keluar untuk mencari keluarga dari pasien.
"Keluarga dari Nona Ana Maria." Panggil Pak dokter.
Tanisa yang Mendengar hal itu tentu saja wanita itu langsung berlari.
"Iya dokter, Saya temannya." jawab Tanisa.
"Di mana keluarganya?" tanya Dokter.
__ADS_1
"Dia tidak punya keluarga, dokter. saya adalah keluarganya satu-satunya." jawab Tanisa.
"Dengarkan Aku baik-baik, Nona. temanmu harus segera dioperasi agar penggumpalan darah yang ada di otaknya itu tidak mengganggu saraf otak dan saraf-saraf yang ada di kepalanya." ucap dokter.
ZDARRRR...
Tanisa benar-benar sangat kebingungan, dia tidak tahu penyakit apa yang diderita oleh Anna Maria.
"Maksud dokter apa Ya?" tanya Tanisa.
"Kamu tidak tahu ya kalau temanmu itu harus segera dioperasi, jika tidak dia akan mengalami kelumpuhan saraf otak, ada penyumbatan pembuluh darah yang harus segera dioperasi." jawab dokter.
"Lalu Berapa biayanya, dokter?" tanya Tanisa.
"Silahkan kamu tanya di bagian kasir, kemungkinan nominal itu lumayan banyak." jawab dokter.
Tanisa mencoba mencari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan saat operasi tersebut.
"Semoga saja tabunganku dan tabungan Anna Maria bisa menutup operasi ini." ucap Tanisa yang kemudian diberi selembar kertas nominal yang harus dibayar oleh Tanisa untuk biaya operasi tersebut.
"Uangku tidak akan cukup untuk biaya operasi ini, aku harus mencari pinjaman untuk menutupi biaya operasi ini." ucap Tanisa yang kebingungan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir