GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
ADU MULUT


__ADS_3

BRUKK..


Tanpa sengaja Tanisa yang sedang bersembunyi malah dia menabrak Faruq yang ingin menemui saudaranya.


"Kamu ini lagi ngapain sih?" tanya Faruq.


"Seharusnya aku yang bilang kamu ngapain D


di sini?" tanya Tanisa kembali.


"Ini juga perusahaanku, Kenapa juga aku tidak boleh di sini." jawab Faruq.


Tatapan mata Faruq melihat keributan yang ada di sekitar tempat itu.


"Ada apa rame-rame seperti itu?" tanya Faruq.


"Sudah nggak usah ikut campur sama urusan orang lain." jawab Tanisa.


"Ini itu juga perusahaanku, kenapa aku tidak boleh ikut campur." jawab Faruq yang kemudian berjalan mendekati orang tua Tanisa.


"Ada apa ini?" tanya Faruq.


"Kami berdua kemari karena kami ingin mencari anak kami." jawab orang tua Tanisa.


"Memangnya anak Kalian ada di mana?" tanya Faruq.


"Anak kami melarikan diri, Kami yakin dia berada di sini." jawab orang tua Tanisa.


Faruq sedikit menghela nafasnya, dia tidak tahu kalau dua orang yang ada di depannya itu adalah orang tua Tanisa.


"Dengar ya Tuan, lebih baik kalian keluar dari sini. jika tidak aku akan melempar kalian!!" bentak Faruq.


"Memangnya siapa kamu? kenapa kamu berani mengusir kami?" tanya orang tua Tanisa.


"Kalian kira perusahaan ini tempat orang bersembunyi? ini adalah perusahaan tempat orang bekerja, lebih baik kalian keluar dari sini sebelum aku mengusir kalian." usir Faruq.

__ADS_1


"Kami tidak mau pergi sebelum kami mendapatkan keberadaan anak kami." jawab ibu Tanisa.


"Benarkah seperti itu? baiklah jika kalian masih tetap menginginkan hal itu. maka jangan salahkan aku jika aku memerintahkan para petugas keamanan untuk melempar kalian dari perusahaan ini." Faruq yang mengancam.


"Kamu kira kamu ini takut?" ayah Tanisa yang malah menantang Faruq.


"Baiklah kalau begitu, kalian berdua lempar kedua orang ini dari sini. aku tidak suka di perusahaan ini ada keributan." perintah Faruq.


"Lepaskan, lepaskan kami!!" teriak ayah dan ibu Tanisa.


"Aku sudah bilang kan lebih baik kalian keluar dari sini, jika tidak kalian akan mendapatkan sesuatu yang tidak akan bisa kalian pikirkan." jawab dua security.


Akhirnya orang tua Tanisa diseret keluar dari perusahaan milik Faruq dan Salim, pria itu menatap dua orang yang benar-benar sangat menyebalkan.


"Memangnya seperti apa sih anaknya itu? berani sekali dia masuk ke sini dan membuat keributan." ucap Faruq.


"Sebenarnya mereka berdua itu adalah orang tuaku." jawab Tanisa yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuh Faruq.


"Kamu ini ngagetin aja!!" bentak Faruq.


"Pantas saja orang tuanya seperti itu, lah anaknya saja seperti dia." cibir Faruq yang membuat Tanisa langsung menoleh.


"Dasar pria tidak tahu diri, beraninya kamu mengatakan hal itu padaku!" tunjuk Tanisa.


"Kalau kamu main tunjuk-tunjuk seperti itu nanti jarimu itu akan aku potong." ancam Faruq kembali.


"Kamu mau memotong jariku? Memangnya kamu berani?" tanya Tanisa sembari mengancam.


"Kamu kira aku tidak berani? Tentu saja aku akan memotong jari-jarimu itu." jawab Faruq.


Dua orang yang berbeda haluan, satu kiri dan satunya kanan. namun setiap perbedaan pasti ada kesamaan, mereka berdua sama-sama menyebalkan dan sama-sama selalu membuat onar. langkah kaki Faruq meninggalkan tempat itu sesaat kemudian ponselnya mulai berdering.


BRETTTT...


BRETTTT...

__ADS_1


"Siapa sih yang dari tadi telepon." ucap Faruk yang kemudian mengambil ponselnya. tatapan mata Faruq menatap ponselnya yang baru dia ambil, seketika pria itu berdecak kesal saat melihat nama yang tertera di ponselnya.


"Ngapain juga sih wanita ini terus-menerus menggangguku? dia ini punya pekerjaan atau tidak sih?" gerutu Faruq yang kemudian mematikan ponselnya.


Di tempat lain terlihat Salim bersama dengan Anna Maria bertemu dengan salah satu pengusaha yang ingin memberikan kejutan kepada istrinya.


"Aku sangat suka dengan desain ini, aku ingin memberikan kejutan ini kepada istri dan anakku." ucap si pengusaha.


"Perhiasan ini akan membuat istri anda sangat bahagia, Tuan. apalagi perhiasan ini mempunyai kualitas yang sangat bagus, permata berlian dan batu mulia ini memberikan kesan mewah dan tanda cinta yang begitu besar dari Anda." ucap Ana Maria.


"Hahaha..., kamu benar sekali, nona. Aku memang ingin menunjukkan kepada istri dan putriku, kalau aku benar-benar mencintai mereka aku ingin memberikan mereka hadiah yang sangat indah ini. karena aku sangat tahu betul Bagaimana repurtasi dari perusahaan ini, karena dulu aku selalu memesan kepada Nyonya Aurel. Karena Wanita itu selalu memberikan yang terbaik."'jawab si pengusaha.


"Tentu saja, Tuan. Nyonya Aurel adalah wanita yang sangat luar biasa, nyonya Aureli bisa melihat apa yang diinginkan oleh pembelinya. karena itu Bos saya akan menunjukkan bagaimana perusahaan kami akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi anda." Anna Maria benar-benar memberikan kesan yang sangat luar biasa kepada pengusaha tersebut.


"Sekretaris Anda benar-benar sangat luar biasa, Tuan Salim. dia memang wanita istimewa, Terima kasih karena sudah bersedia menemui saya." ucap si pengusaha.


"Sama-sama Tuan, Semoga kita sama-sama saling percaya untuk kedepannya." jawab Salim yang kemudian menjabat tangan si pengusaha.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang

__ADS_1


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2