
"Apa yang bisa dikatakan, apa yang bisa diucapkan. tubuh lemah itu sekarang berada di ranjang tanpa berdaya. tatapan mata Tanisa menatap sahabatnya yang terkulai lemah.
"Aku harus mencari pinjaman kepada tuan Salim." ucap Tanisa yang kemudian segera keluar dari rumah sakit. langkah kakinya berlari begitu cepat, dia harus segera mendapatkan uang untuk pengobatan Anna Maria, nominal uang yang harus dia dapatkan untuk operasi Anna Maria benar-benar di luar jangkauan tabungannya.
Sebuah taksi dihentikan oleh Tanisa, wanita itu harus segera pergi ke rumah Salim. salah satu tangan Tanisa mengambil ponselnya, dia menelpon Salim untuk bertemu di suatu tempat.
"Memangnya ada apa?" tanya Salim.
"Saya ingin membicarakan sesuatu, tuan. saya butuh bantuan anda secepatnya." jawab Tanisa.
"Sekarang ini aku masih ada di perusahaan, kalau kamu mau kamu datang saja ke perusahaan. Hari ini aku lembur." jawab Salim.
Setelah mengantarkan Anna Maria pulang ternyata Salim langsung kembali ke perusahaan untuk menyelesaikan beberapa urusan.
"Baiklah kalau begitu teman saya akan segera ke sana." jawab Tanisa yang kemudian meminta sopir untuk melajukan mobilnya secepat mungkin.
Sekitar 30 menit kemudian Tanisa sudah berada di depan perusahaan milik Salim, perusahaan tempat kerjanya dan Ana Maria. salah satu security menghentikan Tanisa.
"Nona Tanisa, ada apa?" tanya security.
"Saya harus menemui Tuan Salim, Saya sudah ada janji dengan Tuan Salim." jawab Tanisa.
Sesaat kemudian salah satu security menelpon Salim dan memberitahu mengenai kedatangan Tanisa. di sebuah ruangan Salim meminta Tanisa untuk menunggunya di sana, di ruang tunggu lantai 1 Tanisa menunggu Salim. sekitar 5 menit kemudian Salim sudah ada di sana.
"Tuan." Panggil Tanisa.
"Tanisa, ada apa?" tanya Salim.
"Tuan, saya butuh bantuan Anda." jawab Tanisa.
"Ada apa, Tanisa. Kenapa kamu kebingungan seperti itu?" tanya Salim.
"Tuan, Saya mohon bantuan anda. Saya memerlukan uang, saya butuh bantuan Anda." jawab Tanisa.
"Memangnya kamu kenapa?" tanya Salim.
"Saya membutuhkan uang itu, Tuan. jawab Tanisa.
__ADS_1
"Kamu membutuhkan uang berapa?" tanya Salim. karena sepengetahuan Salim Tanisa adalah Putri orang lumayan kaya, namun sekarang dia kebingungan mengenai uang. Tanisa memberitahu jumlah nominal uang yang ingin dia pinjam.
"Memangnya untuk apa, Tanisa?" tanya Salim.
"Saya membutuhkan uang itu untuk Anna Maria, Tuan." jawab Tanisa.
"Anna Maria? Memangnya Anna Maria butuh uang itu untuk apa?" tanya Salim terus menerus.
"Saya membutuhkan uang itu untuk membayar pengobatan Anna Maria, sekarang Anna Maria berada di rumah sakit." jawab Tanisa yang membuat Salim langsung berdiri.
DEG...
"Maksudmu?" tanya Salim.
"Sekarang Anna Maria berada di rumah sakit, dia harus segera dioperasi. saya baru tahu kalau Anna Maria sedang sakit dan dia harus segera dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya." jawab Tanisa.
Tanpa mengatakan apapun Salim langsung menarik tangan Tanisa dan membawa wanita itu ke dalam mobil.
"Katakan di mana rumah sakit itu?" tanya Salim.
jantungnya berdebar kencang dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Anna Maria, tadi dia bersamanya namun beberapa jam kemudian malah Wanita itu sudah berada di rumah sakit.
"Katakan yang sejujurnya, penyakit apa yang diderita oleh Ana Maria?" tanya Salim.
"Aku tidak tahu tuan, yang aku kira dia hanyalah Sakit biasa Karena setiap bulan dia harus ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. saya tadi baru tahu kalau dia pernah kecelakaan dan di bagian kepalanya ada penyumbatan darah, hal itu akan mengganggu fungsi otaknya kalau tidak segera dioperasi." jawab Tanisa.
DEG..
DEG..
jantung Salim terasa diremas, dia tidak akan pernah mengira kalau wanita yang selama ini bekerja dengannya itu mengalami sebuah penyakit yang sangat mengerikan. Salim menghela nafasnya, Dia memegang dadanya dengan begitu erat. kalau dia tahu selama ini Anna Maria sakit dia tidak akan pernah menyakitinya.
"Lalu bagaimana kondisi nya?" tanya Salim.
"Saya tidak tahu Tuan, kata dokter saya harus segera membawa uang itu agar Ana Maria segera dioperasi." jawab Tanisa.
Salim melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu luar biasa, dia tidak ingin kehilangan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta. Salim melajukan mobilnya pria itu tidak memikirkan apapun ataupun memikirkan jalanan yang begitu ramai. Tanisa yang melihat hal itu dia tidak mampu mengatakan apapun, Tanisa tahu kalau Salim mengkhawatirkan keadaan Anna Maria.
__ADS_1
Sekitar 30 menit lebih Salim sampai di rumah sakit, dengan segera dia keluar dari mobil dan berlari untuk mencari ruang resepsionis.
"Tuan." Panggil Tanisa.
"Ada apa." jawab Salim.
"Kita harus ke kasir, Tuan. kita harus segera membayar biaya operasi agar Ana Maria segera dioperasi." ucap Tanisa.
Dengan segera Salim menarik Tanisa menuju kasir.
"Berapa biaya yang harus saya bayar untuk pengobatan wanita yang bernama Ana Maria?" tanya Salim.
"Maaf tuan, Anda ini siap?" tanya petugas kasir.
"Saya adalah calon suaminya." jawab Salim dengan begitu tegasnya.
Tanisa menatap Salim, wanita itu sedikit terkejut saat pria angkuh dan kasar itu mengatakan kalau dirinya adalah calon suami dari Anna Maria.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1