
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
BUTIK AURELIA
"Kemas semuanya dengan rapi, Aku mau tidak ada kesalahan." pinta Aurel.
"Baik nyonya." jawab para pegawai.
"Kalian bawa semua barang-barang itu, aku ingin kalian melakukan dengan benar jangan sampai pakaian yang aku minta ada cacat atau apanya. kalian mengerti." pinta Aurel kepada anak buahnya.
"Baik nyonya." jawab para pekerja.
Aurel meminta para pekerjanya untuk membawa beberapa barang yang akan diserahkan kepada Marwah sebagai seserahan. Aurel ingin membawa tradisi yang ada di Indonesia, tradisi seserahan kepada mempelai wanita saat melamarnya.
"Apa semuanya sudah selesai, Sayang?" tanya Saga.
"Sudah sayang semuanya sudah selesai, kita tinggal membawanya setelah itu kita pakai dan kita gunakan saat kita ke rumah Marwah." jawab Aurel dengan senyum yang begitu mengembang.
Sekitar satu jam kemudian Saga dan Aurel sudah kembali ke rumah mereka, di rumah sudah bersiap-siap dengan semua barang yang harus dia bawa Malik.
"Bagaimana?" tanya Aurel.
"Sudah semuanya Mama." jawab Malik yang terlihat tersenyum.
Hari ini Malik akan melamar Marwah, di tempat lain Salim tidak ikut karena dia harus ke rumah Anna Maria. Salim ingin mengutarakan mengenai perasaannya dia ingin Anna Maria mengetahui perasaannya.
TOK..
TOK..
TOK..
pintu rumah Ana Maria diketok oleh seseorang. wanita itu seketika membuka pintu rumahnya.
CEKLEK..
tatapan mata Ana Maria seketika tertuju kepada seseorang yang berdiri di luar rumahnya.
"Tuan Salim." ucap Anna Maria.
"Halo." sapa Salim.
"Tuan Salim, ada apa malam-malam begini ke rumah saya. Apakah ada sesuatu?" tanya Anna Maria.
"Apakah aku harus membawa pekerjaan atau harus ada pekerjaan yang membuat aku ke rumahmu?" tanya Salim.
__ADS_1
"Ya tidak seperti itu juga, tuan." jawab Anna Maria.
Kedua insan itu sedang bercakap-cakap di depan pintu rumah Anna Maria.
"Ada siapa, Ana?" tanya Tanisa kepada Anna Maria.
"Ada Tuan Salim." jawab Ana Maria.
"Tuan Salim?" Tanisa yang sedikit terkejut.
"Kamu ngapain di Sini?" Salim yang juga kebingungan karena Tanisa ada di rumah Ana Maria.
"Apa yang tuan lakukan di sini?" tanya Tanisa kepada Salim.
"Aku hanya ingin berbicara dengan Anna Maria." jawab Salim.
Mendengar perkataan seperti itu seketika Tanisa langsung masuk.
"Silahkan masuk, Tuan. Maaf rumahnya sedang berantakan." Anna Maria yang membuka pintu.
"Begini Anna, Bisakah kamu ikut aku sebentar ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." pinta Salim.
"Tentu saja Tuan." jawab Anna Maria yang kemudian keluar dan menutup pintu rumah itu.
"Bilang pada Tanisa kita keluar sebentar agar dia tidak mencarimu." pinta Salim.
"Semoga berhasil!!" seru Tanisa.
Salim membawa Anna Maria ke sebuah tempat, terlihat jantung Salim berdebar begitu kencang saat dia bersama dengan Anna Maria.
"Memangnya Tuan ingin membicarakan apa? Apakah ada sesuatu yang sangat penting?" tanya Ana Maria.
"Sedikit penting, tapi sangat penting." jawab Salim.
Beberapa menit kemudian di salah satu restoran sederhana Salim membawa Anna Maria, Wanita itu sangat kebingungan namun mau tidak mau Anna Maria hanya harus mengikuti Salim dan masuk ke tempat tersebut.
"Pesanlah makanan untuk kita." pinta Salim.
"Baik Tuan." jawab Anna Maria.
"Jantung Salim terus berdebar begitu kencang ketika Anna Maria menunjukkan senyumnya. ada sebuah perasaan yang begitu berbeda ketika dia berada bersama Anna Maria. Salim sedikit kebingungan, namun pria harus memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.
Bekerja sama dengan Anna Maria selama 1 tahun lebih Salim sedikit mengenal wanita itu, walaupun lebih banyak marah daripada berbuat baik kepadanya.
"Oh ya Anna, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Salim.
__ADS_1
"Iya Tuan." jawab Anna Maria.
"Apakah kamu mempunyai kekasih?" tanya Salim.
"Memangnya ada apa ya, tuan?" tanya Anna Maria yang kebingungan.
"Bagaimana ya aku harus mengatakannya, tapi aku tahu.. kalau apa yang aku katakan padamu ini mungkin tidak akan kamu percaya. karena selama ini aku selalu berbuat kasar padamu." jawab Salim.
"Memangnya ada apa Tuan? Apakah saya berbuat kesalahan? jika saya berbuat kesalahan saya minta maaf, saya akan memperbaiki kinerja kerja saya." ucap Ana Maria yang sedikit kebingungan. takut kalau pria itu tiba-tiba memecatnya.
"Oh ya, jika aku mengatakan sesuatu tolong kamu dengarkan baik-baik." ucap Salim.
Deg..
jantung Ana Maria berdebat begitu kencang, Dia sangat kebingungan dengan kata-kata untuk ucapkan oleh Salim. Anna Maria terus berpikir kalau Salim akan marah padanya, jika sampai Salim memecat dirinya lalu apa yang akan terjadi dengannya. dia harus melakukan pengobatan juga mengumpulkan uang untuk melakukan operasi.
"Tuan, Apakah saya melakukan kesalahan? jika saya melakukan kesalahan saya meminta maaf, tuan. namun Tolong jangan pecat saya, saya masih membutuhkan pekerjaan ini." ucap Anna Maria dengan begitu lesu.
"Bukan, aku tidak sedang marah kepadamu." jawab Salim.
"Lalu?" tanya Anna Maria.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan mengenai perasaanku padamu." jawab Salim.
"Maksud Tuan?" tanya Anna Maria.
"Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan kalau aku menyukai kamu." jawab Salim sembari menatap tajam Ana Maria hingga membuat wanita itu benar-benar terkejut luar biasa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir