GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
HANCUR PERLAHAN


__ADS_3

"Sekarang pergilah dari sini, aku tidak ingin berbicara lagi denganmu. Saga yang mengusir Irawan.


"Tuan, Aku ingin berbicara satu hal lagi." ucap Irawan.


"Memangnya ada apa?" tanya Saga.


"Tuan, bolehkah saya bertanya sesuatu kepada tuan saga?" tanya Irawan yang mempunyai rencana licik karena dia tidak ingin hancur sendiri.


"Memangnya ada apa?" tanya Saga.


"Apakah Tuan mengenal istri tuan dengan baik?" tanya Irawan yang secara tiba-tiba.


"Maksudmu?" tanya Saga.


"Maksud saya, apakah Anda mengenal istri anda dengan baik?" tanya Irawan kembali.


Saga yang mendengar pertanyaan seperti itu yang tentu saja pria itu menyipitkan matanya.


"Jika kamu menanyakan sesuatu yang jelek kepadaku mengenai istriku maka akan kupastikan dinding kaca ini akan pecah dan tubuhmu itu akan keluar melewati dinding kaca ini." seketika Saga langsung berdiri kemudian mendekati Irawan Irawan nampak sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Saga.


"Maksud Tuan?" tanya Irawan.


"Jangan pernah menyebut nama istriku itu dengan mulut kotormu itu, jika kamu berani mengatakan sedikit saja mengenai istriku maka akan kupastikan Kamu tidak akan bisa keluar dari kantorku ini." jawab Saga.


"Tuan, dengarkan saya baik-baik. saya hanya ingin anda tidak dibohongi oleh istri anda." ucap Irawan.


BRAKK...


seketika Saga langsung menggebrak meja kantornya, pria itu berjalan mendekati Irawan.


"Jika mulut kotormu itu tidak bisa berhenti mengatakan sesuatu.., maka akan kupastikan mulutmu itu tidak akan bisa terbuka sama sekali." jawab Saga yang kemudian berjalan mendekati Irawan dan langsung mencekik leher Irawan dengan sangat kerasnya.


"Ugh...,"


Irawan benar-benar kesakitan ketika lehernya langsung dicekik oleh Saga.


"Camkan ini baik-baik, jika kamu berani mengatakan sesuatu mengenai istriku dengan mulut kotormu itu. akan kupastikan kamu akan menjadi gembel, Kamu kira aku tidak tahu mengenai masa lalumu? apa Kamu kira aku tidak tahu siapa dirimu itu?" tanya Saga yang membuat Irawan benar-benar kehilangan kata-kata.


Saga mencekik leher Irawan dengan sangat keras, sedangkan Irawan berusaha untuk melepaskan dirinya. sesaat kemudian Saga langsung melempar tubuh Irawan dengan sangat kasarnya.

__ADS_1


"Pergilah dari sini sebelum aku membunuhmu. jika sampai aku mendengar sepatah kata mengenai istriku maka akan kupastikan pemakaman akan terjadi di tempatmu besok." ancam Saga yang kemudian berdiri sembari memasukkan salah satu tangannya ke saku celananya.


Saga adalah orang yang benar-benar melakukan segalanya dengan tenang, bahkan marah pun dia benar-benar sangat tenang. Entahlah apa yang ada di pikiran Saga, namun pria itu tidak akan membiarkan Irawan berusaha untuk menghancurkan istrinya. langkah kaki Irawan terlihat tertatih ketika membuka pintu kantor Saga.


CEKLEK..


"Aku tidak pernah menyangka kalau orang ini benar-benar sangat menakutkan." ucap Irawan yang kemudian berjalan keluar.


Saga menarik nafasnya kemudian menghembuskan nafas itu perlahan, dia mengatur emosinya dia tidak ingin wanita yang dia cintai itu melihatnya marah. Salah satu tangan Saga mengambil ponselnya, dia menelpon Alan dan meminta Alan untuk terus memantau Irawan bagaimanapun caranya.


"Tuan ingin saya melakukan apa?" tanya Irawan.


"Minta kepada para preman untuk selalu memantau pria itu, Aku tidak ingin pria itu berkeliaran di jalanan." perintah Saga.


"Baik Tuan, Saya akan melakukan seperti yang Tuan inginkan." jawab Alan.


Di tempat lain Saga terlihat masih berada di dalam mobilnya, pria itu terus memikirkan apa yang harus dia lakukan dia terus mencerna kata-kata yang dikatakan oleh Saga.


"Apakah mungkin jika Tuan Saga sudah mengetahui mengenai masa lalu Aurelia? Lalu bagaimana wanita itu masih hidup? Lalu bagaimana juga dia sampai bertemu dengan Tuan Saga?" Irawan yang terus memikirkan hal itu. Irawan benar-benar dibuat kebingungan dengan semua yang terjadi.


"Lebih baik aku tidak melakukan apapun, jika sampai aku berusaha untuk melakukan sesuatu maka Tuan Saga akan benar-benar membuatku celaka." ucap Irawan yang kemudian pergi dari perusahaan Saga.


"Tuan." Panggil Alan.


"Masuklah Alan." jawab Saga.


"Kalian tersenyum puas sekali, Apakah kalian sudah melakukan sesuatu?" tanya Aurel kepada suaminya.


"Kamu tahu sayang, semua rencana yang dilakukan oleh Alan sudah dimakan oleh pria itu. sekarang aku tinggal menekan pria itu dengan sangat baik jika aku sudah menekannya pasti dia tidak akan bisa bergerak sama sekali." jawab Saga.


"Aku tidak pernah menyangka kalau kalian berdua ini sangat pandai berakting." canda Aurel.


"Aku tidak akan berakting, Aurel. Kamu tahu kan pria itu sudah membuat adikku menderita selama bertahun-tahun. aku hanya mampu menatapnya tanpa bisa melakukan apapun, karena Rani terlalu percaya dengannya dan terlalu mencintai pria itu." ucap Alan.


"Sekarang Mbak Rani tidak akan pernah membantu pria itu karena Mbak Rani sekarang adalah wanita yang berbeda." jawab Aurel.


"Oh ya, Bagaimana dengan rencana kalian berdua untuk menghancurkan wanita itu?" tanya Alan.


"Tinggal selangkah lagi Mas, lagi pula dia sudah tidak mempunyai apapun. dia sekarang dikejar-kejar hutang yang sangat banyak, butiknya sudah tidak ada pengunjung sama sekali para pembeli yang ada di sana sekarang berpindah ke butik milik kami." jawab Aurel.

__ADS_1


"Semua yang terjadi ini adalah karma mereka akan menunggu apa yang harus mereka lakukan, mereka akan mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa. Jadi untuk saat ini aku pasti akan membalas kesakitan Rani." jawab Alan.


"Sudahlah, Kalian tidak usah membahas pria itu. Oh ya Alan Lakukan sesuatu agar proyek itu tidak hancur, Aku tidak mau proyek itu mengalami kendala. singkirkan pria itu secepatnya dan lakukan penuntutan terhadap kesalahannya." pinta Saga.


"Baiklah kalau begitu tuan, saya akan melakukannya." jawab Alan yang kemudian pergi dari kantor Saga.


Aurel menatap sang suami, Wanita itu melihat kemarahan yang tertahan di wajah Saga.


"Apakah ada sesuatu sayang?" tanya Aurel sembari memberikan pelukan hangat kepada suaminya.


"Tidak ada apa-apa sayang." jawab Saga yang mencoba menenangkan dirinya.


"Apakah pria itu membuatmu marah?" tanya Aurel yang membuat Saga hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Kamu sudah tahu semuanya mengenai aku, kamu sudah mencari tahu apa yang telah aku lakukan. aku sudah bilang kan aku hanya meminta kepercayaanmu, aku tidak meminta yang lain. hubungan ini kita bangun atas kepercayaan, bukan?" tanya Aurel.


Saga memberikan ciuman di pipi sang istri, pria itu memeluk Aurel dengan sangat erat.


"Aku tidak meragukanmu sayang, aku hanya tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan mengenai dirimu." jawab Saga.


"Jangan hiraukan semua itu, dia hanya ingin menghancurkan hubungan kita." Aurel yang kemudian memeluk sang suami kembali.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang

__ADS_1


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2