GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
RANI KEMBALI KE INDONESIA


__ADS_3

KEESOKAN HARI


BANDARA SOEKARNO HATTA


"Aurel!" panggil Rani.


"Selamat datang, mbak." Aurel yang kemudian memberikan pelukan kepada Rani.


"Senang melihatmu, Aurel." ucap Rani.


"Bagaimana? apakah tadi Mbak Rani baik-baik saja?" tanya Aurel.


"Tentu saja aku baik-baik saja." jawab Rani.


"Lalu, di mana anak-anak?" tanya Aurel kepada Rani. wanita itu mencari keberadaan dua anak kembaran yang sekarang sudah kelas 3 SMP.


"Kamu tahu kan mereka harus menghadapi beberapa ujian untuk kenaikan sekolah." jawab Rani.


"Baiklah kalau begitu, Mbak Rani mau pulang ke rumah atau ke rumahku?" tanya Aurel.


"aku harus kembali ke rumahku, aku tidak ingin semua milikku diambil dariku." jawab Rani.


"Apa mbak yakin?" tanya Aurel kembali.


"Tentu saja aku yakin, di sana ada kakakku yang akan datang dari Dubai. katanya dia akan menetap di rumah bersama dengan istrinya." jawab Rani.


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku akan mengantar Mbak Rani setelah itu kita bisa berbicara panjang lebar berdua." Aurel yang kemudian meminta Rani untuk masuk ke dalam mobil.


Kakak Rani adalah teman dari saga, mereka teman bisnis di Dubai. Memang perusahaan milik Kakak Rani yang bernama Alan Rasyid tidak sebesar dan sebanyak perusahaan milik Saga, namun Saga selalu membantu Alan Rasyid karena pria itu adalah pria yang sangat bersahabat.


Alan Rasyid adalah seorang pria yang hidup selalu sederhana, Walaupun dia sudah menjadi pengusaha sukses di Dubai namun Alan selalu mempertegas dirinya untuk hidup secara sederhana tanpa kehidupan glamour.


"Bukankah Mas Alan Baru beberapa hari ini pulang, Mbak?" tanya Aurel.


"Mungkin dua atau tiga hari lagi Dia baru kembali ke Indonesia, perusahaannya yang ada di Dubai dialihkan ke Indonesia karena perusahaan yang ada di sana akan dipegang alih oleh suamimu." ucap Rani.


"Mas Alan adalah orang yang sangat hebat, bahkan pria itu adalah pria yang mempunyai tanggung jawab luar biasa." Aurel yang memuji Kakak dari Rani.


"Iya pria itu adalah pria yang hebat, bahkan seorang pria yang selalu memprioritaskan keluarganya apalagi dia mendapatkan seorang istri yang benar-benar begitu baik. begitu santun Bahkan dia seorang wanita yang selalu menunjukkan kebaikannya." jawab Rani.


Di tengah perbincangan antara dirinya dan Rani ponsel milik Aurel telah berbunyi, tatapan mata Aurel menata ponselnya. terlihat di sana sudah ada sang pawang yang sudah mencari keberadaan Aurel.


"Siapa yang telepon?" tanya Rani.


"Siapa lagi." jawab Aurel.


Rani hanya bisa tersenyum, Dia sangat tahu benar Bagaimana sifat dari saga.


"Alihkan ke panggilan video call saja." ucap Rani.

__ADS_1


"Memang dia lagi melakukan video call." jawab Aurel yang kemudian menjawab panggilan video call dari sang suami yang ada di dalam mobil.


Pembicaraan dan canda tawa di dalam mobil membuat suasana benar-benar begitu menyenangkan, di tempat lain Irawan masih belum mengetahui kalau istrinya kembali ke Indonesia. pria itu sudah berada di rumahnya bersama dengan Tania, Irawan sekarang benar-benar begitu menyebalkan. secara terang-terangan dia membawa Tania ke rumah bahkan wanita itu sering sekali menginap di rumah milik Rani sewaktu wanita itu berada di Korea.


"Kamu lebih baik pulang saja, Aurel. aku akan menghadapi pria itu, Oh ya nanti kirim salam sama suamimu ya." ucap Rani.


"Baiklah Mbak, kamu harus berhati-hati." jawab Aurel.


Langkah kaki Rani memasuki rumahnya, para pembantu nampak benar-benar sangat terkejut dengan kedatangan Rani yang secara tiba-tiba. wajah para pembantu dan pekerja yang ada di rumah itu seketika pucat, mereka sangat kebingungan mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan. karena Irawan bersama kekasihnya berada dalam rumah.


"Nyonya." ucap salah satu pembantu.


Tak Ada jawaban yang diucapkan oleh Rani, wanita itu hanya tersenyum kemudian berjalan masuk ke rumah.


Ceklek...


pintu rumah itu telah terbuka, seorang wanita memasuki rumahnya dengan semua emosi yang sudah luar biasa.


"Tumben hari ini Kamu tidak ke perusahaan, Mas?" tanya Rani kepada Irawan yang sedang duduk di ruang tengah. Tania sedang ke dapur untuk mengambil beberapa makanan, wanita itu belum tahu kalau Rani telah kembali.


DEG..


tatapan mata Irawan menatap Rani yang sudah kembali, pria itu benar-benar terkejut sekaligus kebingungan.


"Sayang." ucap Irawan ketika melihat istrinya sudah kembali dari Korea.


"Kenapa kamu sangat terkejut seperti itu, mas?" tanya Rani.


Raut wajah Irawan seketika memucat, pria itu benar-benar kebingungan. Bagaimana jika Tania tiba-tiba muncul dan Rani melihatnya?


"Kelihatannya kamu tidak suka melihatku, Mas?" tanya Rani.


"Bukan.., bukan seperti itu, sayang. mas benar-benar sangat terkejut." jawab Irawan.


Sebuah senyum ditunjukkan oleh Rani, terlihat wanita itu meletakkan kopernya kemudian berjalan mendekati Irawan.


"Kelihatannya kamu sibuk sekali ya Mas?" tanya Rani.


"Memangnya ada apa?" jawab Irawan yang kebingungan.


"Kamu menelponku hanya satu minggu sekali atau dua kali, Apakah kamu tidak merindukanku, Mas?" tanya Rani kepada Irawan yang membuat pria itu menunjukkan senyum palsunya.


"Tentu saja sayang, Tentu saja aku sangat merindukanmu." jawab Irawan.


"Lalu, apakah kamu tidak ingin memeluk istrimu yang baru kembali ini?" tanya Rani yang membuat Irawan langsung memberikan pelukan kepada sang istri.


"Aku sangat senang kamu sudah kembali sayang." ucap Irawan.


"Maaf ya Mas, jika aku harus membuatmu kelelahan dengan mengurus beberapa perusahaan sekaligus." ucap Rani.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, tapi maaf ya kita harus kehilangan dua perusahaan karena perusahaan itu tiba-tiba mengalami ketidakstabilan." ucap Irawan yang membuat Rani harus menunjukkan senyum palsu juga.


"Tidak apa-apa, apalagi aku sedang sakit jadi kita tidak bisa melakukan apapun." jawab Rani.


Langkah kaki Rani berjalan hendak meninggalkan ruang tamu, sesaat kemudian tiba-tiba saja telepon rumah itu berdering. Rani berjalan mendekati telepon tersebut.


KRINGGGG...


"Halo.," ucap Rani.


Rani berbicara dengan wanita itu.


"Siapa yang menelpon sayang?" tanya Irawan.


"Entahlah, mungkin salah sambung. katanya dia mencari kekasihnya." jawab Rani.


"Maksudmu?" tanya Irawan.


"Entahlah Siapa orang yang tadi menelpon, kelihatannya dia kehilangan kekasihnya Mungkin dia wanita gila." jawab Rani.


"Apa dia tidak menyebutkan namanya?" tanya Irawan kembali.


"Entahlah, katanya namanya Aurel." jawab Rani yang membuat Irawan tersentak luar biasa.


Tentu saja Irawan sangat terkejut karena nama Aurel adalah nama wanita yang sudah dia bunuh.


"Mungkin itu hanya telepon iseng saja, Sayang. lebih baik kamu Segera berganti pakaian, aku akan membuatkan Kamu sesuatu untuk menghangatkan dirimu." Irawan yang kemudian mengajak sang istri untuk berjalan ke kamar mereka.


Tatapan mata seorang wanita nampak menatap Rani yang tiba-tiba kembali, Tania yang sedang bersembunyi di suatu tempat itu pun nampak dia benar-benar terkejut luar biasa.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2