
"Pergilah dari sini." Alan yang mengusir Irawan.
"Apa yang kamu lakukan." jawab Irawan.
"Apa yang aku lakukan? Tentu saja aku tidak ingin kamu tetap berada di sini." jawab Alan.
"Kamu tidak berhak mengusirku." Irawan yang terus berusaha untuk melawan Alan.
"Aku tidak berhak mengusirmu? Apakah kamu yakin?" tanya Alan.
"Tentu saja, Ini adalah rumah Istriku kamu tidak berhak berada di sini." jawab Irawan.
Seketika Alan tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh Irawan, pria itu nampak menatap Irawan dengan tatapan mata yang begitu jijik.
"Pantas saja dunia ini mencemooh dirimu, lihatlah kamu adalah sampah yang pantas dibuang. Kamu adalah sampah yang harus dijauhkan agar tidak mencemari udara di sekitar." ucap Alan yang membuat Irawan seketika tersulut emosinya.
"Apa maksud kata-katamu itu?" tanya Irawan.
"Tentu saja maksud kata-kataku ini kamu sudah tahu kan kamu adalah pria gembel yang diambil oleh adikku karena dia terpesona dengan semua kebohongan itu. sekarang semua yang kamu lakukan itu sudah terbongkar, kamu mau apa? kamu ingin membela diri apa? Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu yang ingin didengar oleh adikku?" tanya Alan yang membuat Irawan sedikit terdiam.
"Kamu harus percaya denganku, Aku bukanlah pria seperti itu. Aku tidak mungkin menghianati istriku." Irawan yang masih tetap saja berusaha untuk menyelamatkan dirinya.
"Benarkah? Apakah kamu yakin kalau dirimu itu benar-benar tidak berkhianat?" tanya Alan.
"Aku ada pria setia, Aku tidak mungkin menghianati istriku." jawab Irawan yang membuat Alan tertawa terkekeh.
"Hahaha..., Kamu adalah pria setia? Apakah kamu tahu, Seharusnya aku mengatakan hal ini dari dulu kepada adikku. namun aku sangat bodoh karena aku baru mendapatkan beberapa bukti ini." jawab Alan.
"Apa maksudmu?" tanya Irawan.
__ADS_1
"Kamu ingin tahu apa yang aku maksudkan?" tanya Alan yang membuat Irawan sedikit penasaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.
"Aku sudah tahu kalau kamu berselingkuh dengan beberapa wanita di belakang adikku." jawab Alan yang membuat Irawan terkejut sekaligus tidak percaya.
"Kamu kira aku percaya dengan kata-kata bohongmu itu? Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, aku bukanlah pria bodoh. lagi pula dirimu tidak pernah ada di sini jadi jangan pernah kamu mengatakan hal itu. seolah-olah kamu berada di sini dan mengetahui segalanya." jawab Irawan santai yang membuat Alan langsung menarik kerah baju Irawan.
"Seharusnya aku melakukan hal ini dari dulu kepadamu, seharusnya aku tidak mengizinkan adikku menikah dengan pria gembel sepertimu. seadanya Kamu pria gembel yang bisa dipercaya mungkin itu lebih baik, kamu adalah seorang pria gembel yang memiliki pikiran licik. kamu kira aku akan diam saja? Kamu kira aku akan membiarkanmu mencoba untuk melukai adikku?" Alan yang benar-benar sudah kehilangan akal.
"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Irawan yang benar-benar ingin menantang Alan.
"Jadi kamu ingin seperti itu ya?" tanya Alan yang membuat Irawan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, kita lihat Apa yang bisa aku lakukan. namun untuk sekarang ini Pergilah dari sini aku tidak akan membiarkan adikku bersama pria menjijikkan sepertimu. kalian Pergilah dari sini dan jangan pernah menampakkan diri kalian di depanku." ancam Alan yang kemudian mengusir Irawan bersama dengan Tania.
"Dengarkan aku Rani, semuanya ini benar-benar adalah kebohongan. Aku tidak mungkin melakukan hal itu padamu." Tania yang berusaha untuk meyakinkan Rani.
"Kenapa aku harus percaya padamu? Apakah aku harus percaya dengan orang yang aku tolong namun sekarang menghianatiku?" tanya Rani yang membuat Tania kebingungan.
"Pergilah dari sini sekarang juga sebelum aku melempar kalian ke jalanan!" bentak Alan dengan sangat keras.
Akhirnya kedua orang itu pergi meninggalkan rumah Rani, mereka benar-benar dibuat kebingungan siapa sebenarnya orang yang sudah membuat mereka dipermalukan sejauh ini Rani langsung pergi ke kamarnya tanpa menghentikan suami yang begitu dia cintai dulu.
Irawan terus menatap punggung Rani, pria itu berharap Rani akan menghentikannya namun sayangnya apa yang diinginkan oleh Irawan tidak akan pernah dia dapatkan. karena Rani malah tersenyum dengan kepergian pria itu.
"Apa yang terjadi? kenapa seperti ini?" tanya Tania.
"Tutup mulutmu, lebih baik kamu pergi dan jangan mendekatiku untuk beberapa waktu." Irawan yang mencoba untuk mencari aman.
"Kita harus melakukan sesuatu, aku yakin pria itu yang sudah melakukan hal ini." ucap Tania.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, aku sudah pusing aku benar-benar dibuat kebingungan. Aku tidak pernah menyangka kalau apa yang kita lakukan sekarang diketahui oleh Rani." Irawan yang memegang kepalanya sembari menjambak rambutnya dengan sangat kasar
"Rencana kita Untuk mempermalukan wanita itu malah kita sendiri yang dipermalukan seperti ini." Tania yang benar-benar kesal setelah itu dia langsung pergi.
Kejutan demi kejutan akan didapatkan oleh Irawan, pria itu akan mendapatkan sesuatu yang sangat mengerikan. Beberapa hari kemudian di salah satu perusahaan yang dipegang oleh Irawan terlihat pria itu benar-benar tidak bisa berpikir sama sekali. Rani tidak mau berbicara dengannya sama sekali, dia benar-benar kebingungan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Brengsek brengsek brengsek, Bagaimana ini bisa terjadi." ucap Irawan.
Terkadang Irawan tidur di perusahaan karena dia tidak ingin di jebak oleh seseorang ketika dia bersama dengan Tania. pagi itu sebuah notifikasi masuk ke ponselnya, dengan sangat enggan Irawan mengambil ponselnya dan membuka notifikasi yang ada di ponselnya. seketika dua bola mata Irawan membulat sempurna saat dia melihat beberapa penarikan dengan nominal yang lumayan besar dari beberapa kartu kredit dan kartu ATM yang lain.
"Ada apa ini? Dasar brengsek." ucap Irawan. dalam kurun waktu beberapa hari Irawan sudah kebobolan uang di atm-nya sebanyak 100 juta dari sekitar 6 ATM itu. Irawan akan mendapatkan sesuatu mungkin nominal itu tidak sebanyak Apa yang dipikirkan, namun ada beberapa transaksi lagi yang masuk ke ponsel Irawan. beberapa pemindahan uang dengan nominal yang luar biasa, sekitar 750 juta telah dipindahkan ke sebuah rekening seseorang. Hal itu membuat Irawan benar-benar sangat terkejut.
"Sialan Siapa yang melakukan hal ini, bagaimana mungkin orang itu bisa mengalihkan uang sebanyak ini dalam beberapa hari. dia telah menguras uangku sebanyak 850 juta." ucap Irawan yang kemudian berjalan keluar dari perusahaan. Percuma saja dia melakukan hal itu karena apa yang akan dia lakukan itu tidak akan menghasilkan apapun. memblokir atm-nya pun percuma Karena dia sudah kehilangan uang sebanyak 850 juta + 375 juta dari salah satu kartu yang tidak pernah dia pakai namun kartu itu sangat dirahasiakan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir