GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
RENCANA MENGHANCURKAN AUREL


__ADS_3

Sekarang mereka bisa tertawa terbahak-bahak dengan semua rencana yang ada di pikiran mereka, rencana yang sudah diperhitungkan oleh Irawan dan Tania. namun mereka belum mengetahui rencana yang akan mereka buat itu akan menghancurkan mereka sendiri. tidak apa-apa mereka mempunyai rencana seperti itu dengan begitu rencana yang dimiliki oleh Aurel dan Rani juga akan berjalan dengan begitu mulus.


Dua kubu yang akan saling menyerang satu sama lain, orang-orang yang dihancurkan dan orang-orang yang menghancurkan. di sebuah tempat terlihat Irawan sedang bersama dengan Tania membuat rencana untuk menghancurkan Aurel. wanita itu tertawa sembari merangkul tubuh Irawan.


"Aku mulai membayangkan Bagaimana jika Tuan Saga mengetahui kalau istrinya dulu itu adalah wanita simpanan." ucap Tania kepada Irawan.


"Tentu saja akan sangat menyenangkan, kemungkinan besar Tuan Saga akan langsung melempar wanita itu sejauh mungkin." jawab Irawan.


"Kamu tahu, Setelah wanita itu disingkirkan aku akan membuat rencana mendekati pria itu. aku akan menggerogoti seluruh harta kekayaannya, akan kubuat wanita itu menyerahkan segalanya padaku." Tania yang mulai berhalusinasi untuk mendapatkan Saga, Siapa yang tidak akan terbuai dengan kekayaan yang dimiliki oleh pengusaha tersebut.


"Bagaimana jika kamu tergoda dengan nya?" tanya Irawan kepada Tania.


"Tidak mungkin, aku hanya ingin bersenang-senang saja dengannya. kita berdua ini adalah pasangan yang tidak akan terpisahkan, Jadi seandainya aku mendekati pria itu kamu tidak boleh cemburu akan keruk seluruh hartanya. kita akan bersenang-senang di atas penderitaan wanita itu." ucap Tania yang terlihat mulai membayangkan begitu banyak kekayaan yang dimiliki oleh Saga.


"Terserah apa yang ingin kamu lakukan, namun kamu harus tahu, kita akan membuat Tuan Saga bertekuk lutut padamu. Sama halnya Rani yang bertekuk lutut hingga perusahaannya aku ambil satu persatu." jawab Irawan.


"Mereka semuanya adalah orang-orang yang bodoh, mereka tidak tahu kalau kita sudah membuat mereka hancur." ucap Tania.


Dengan sangat bangganya mereka memikirkan rencana yang begitu teratur, namun mereka tidak akan tahu kalau rencana yang mereka buat itu akan menghancurkan mereka sendiri. suara canda tawa terdengar di mulut dua orang itu, sesaat kemudian terlihat Rani mulai menelpon Irawan dan menanyakan mengenai keberadaan pria itu.


Rani sengaja menelepon pria itu untuk membuat rencana dua orang itu gagal.


"Iya sayang." Irawan yang menjawab panggilan dari sang istri.


"Kamu harus Segera pulang, Sayang. aku akan membuat sesuatu untuk kita." pinta Rani.


"Sebentar lagi aku akan pulang, sayang. Aku sedang melihat salah satu gedung yang sedang aku bangun." jawab Irawan.


"Ya sudah kalau begitu, kamu Segera pulang karena aku akan memberikan kamu surprise. hari ini kan hari ulang tahunku Aku ingin kamu membelikan aku kado." pinta Rani yang membuat Irawan menganggukkan kepalanya.


"Ada apa?" tanya Tania kepada Irawan.


"Aku harus pulang dahulu, hari ini Rani ulang tahun aku akan memberikan dia beberapa hadiah. karena kamu tahu kan kalau nyawanya itu sudah tidak lama lagi." ucap Irawan.


"Bagaimana kalau aku menemanimu untuk mencari hadiah buat Rani? setelah kita mendapatkan hadiah itu kamu berikan dan aku turun di jalan. Aku juga mau membeli beberapa pakaian." ucap Tania.


"Baiklah kalau begitu, kamu carikan aku hadiah yang sangat cocok untuknya." ucap Irawan.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita beri dia peti mati, dengan begitu dia cepat pergi ke akhirat." jawab Tania sembari memberikan ciuman di pipi Irawan.


"Tentu saja, sebentar lagi dia akan mati Kamu tahu kan racun yang aku berikan itu racun yang tidak ada obat penawarnya. aku yakin sedikit demi sedikit wanita itu akan meninggal, Dia akan mampus dengan racun yang setiap hari aku berikan." jawab Irawan yang kemudian menggandeng Tania keluar dari apartemen, senyum yang terlihat di wajah mereka benar-benar menyebalkan. Mereka terlihat begitu bahagia di atas penderitaan seorang wanita yang telah mereka khianati.


Ketika mereka hendak memasuki mobil tiba-tiba saja ada beberapa preman yang langsung mencopet tas dan barang-barang berharga yang dibawa oleh Irawan dan Tania.


"Serahkan seluruh barang-barang kalian!" perintah seorang pria sembari menodongkan pistol ke arah Irawan.


"Berani sekali kalian merampok kami." ucap Irawan.


"Tentu saja kami berani, Lihatlah pistol sudah ada di tangan kami. jika kalian berani macam-macam akan ku tembak kepala kalian." jawab para perampok.


Terlihat Irawan begitu bangga akan dirinya, dia berusaha untuk melawan para perampok tersebut. sesaat kemudian.


DOR..


DOR..


dua tembakan dilayangkan oleh beberapa perampok hingga menembus kaca mobil, kalian kira kami ini sedang bercanda.


"Kalian kira kalian bisa lepas dari kami?" tanya para perampok yang membuat Irawan langsung terdiam. Jika sampai dia melakukan sesuatu yang salah malam itu juga kepalanya akan bersarang beberapa peluru.


"Begini kan bagus, Kenapa tidak dari tadi sok-sokan melawan kami." ucap para perampok yang kemudian pergi. 4 pria yang merampok mereka itu seketika berlalu meninggalkan Irawan dan Aurel.


"Brengsek, berani sekali mereka merampok kita." ucap Irawan.


"Sudah, lebih baik mereka merampok kita daripada mereka membunuh kita!!" bentak Tania yang kemudian masuk ke dalam mobil.


"Kita tidak mempunyai uang sepeser pun, mereka sudah mengambil barang-barang kita." jawab Irawan yang sangat kesal.


Sesaat kemudian terlihat Irawan sangat kebingungan seluruh barang sudah diambil mereka, yang tertinggal hanyalah mobil. kunci apartemen uang tunai kartu kredit kartu debit semuanya diambil. dua orang itu nampak kebingungan sedangkan 4 perampok itu kemudian menelpon seorang wanita yang sudah membayar merek.


"Bagaimana?" tanya Rani.


"kami sudah melakukan apa yang Anda minta." jawab seorang pria.


"Temui aku di tempat yang tadi aku katakan." ucap Rani.

__ADS_1


"Baik nyonya." jawab si perampok.


Tak berselang lama keempat orang itu menemui Rani yang sedang bersama dengan Aurel.


"Nyonya." panggil salah satu perampok.


"Dimana barang-barangnya?" tanya Aurel.


"Ini Nyonya." salah satu pria memberikan semua yang di bawa Tania dan Irawan. Aurel tersenyum.


"Kartu ini akan kubawa ke tempat seseorang, Mbak. aku yakin mereka bisa melakukan sesuatu." ucap Aurel.


"Tentu saja, Oh ya. ini bayaran kalian, ponsel dan kartu ATM itu berikan padaku." ucap Rani.


"Lalu, bagaimana dengan uang yang ada di dompet dan perhiasan serta jam tangan ini, nyonya?" tanya salah satu perampok.


"Ambil saja, semuanya itu untuk kalian." jawab Rani yang membuat 4 perampok itu langsung tersenyum.


"Baik nyonya, Terima kasih." ucap salah satu pria.


Sebenarnya 4 pria itu bukanlah perampok asli, mereka dibayar oleh Rani dan Aurel untuk merampok Irawan dan Tania yang baru keluar dari apartemen. terlihat dua orang itu sudah memata-matai dua pasangan menjijikkan itu.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2