GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
INGIN MELAMAR MARWAH


__ADS_3

DUA HARI KEMUDIAN


Hari ini Saga dan Aurel sudah kembali dari perjalanan dinas mereka.


"Assalamualaikum!" seru Aurel yang masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam." jawab Malik yang baru turun.


"Hello boy." panggil Aurel.


"Mama." Malik yang mendekati orang tuanya.


"Dimana yang lain?" tanya Saga.


"Salim, Faruq!!" panggil Malik.


"Ya, ada apa?" tanya Faruq yang turun ke lantai satu.


"Kamu baru bangun, Faruq?" tanya Saga.


"Papa, mama!" seru Faruq yang kemudian berlari dan memeluk ibunya.


"Hallo Faruq," sapa Aurel.


"Mama.., aku sangat merindukanmu!" Faruq yang langsung memeluk ibunya.


"Ada apa kamu teriak-teriak, Malik?" tanya Salim.


"Tentu ada papa dan mama." jawab Saga.


si kembar begitu bahagia ketika kedua orang tuanya sudah kembali Malik mengutarakan keinginannya untuk melamar Marwah dan menikahi wanita itu secepat mungkin.


"Apa kamu sudah memutuskan dengan yakin?" tanya Aurel.

__ADS_1


"Tentu saja Ma Aku sudah sangat yakin, aku tidak ingin hubungan kami menjadi hubungan terlarang. Aku ingin menjadikan wanita itu istriku halal di dunia dan di akhirat." jawab Malik.


"Alhamdulillah kalau kamu bisa berpikir seperti itu, Malik. lalu Kapan kamu akan melamar Marwah secara resmi?" tanya Saga kepada putranya.


"Malam ini papa, Malam ini aku ingin melamar Marwah. dalam beberapa bulan Aku ingin segera menikahinya." jawab Malik dengan tegas.


Saga tersenyum, pria itu menepuk pundak putranya. "Itu baru pria gentlemen." jawab Malik yang kemudian meminta putranya untuk mempersiapkan semuanya. sedangkan Aurel dan Saga mereka akan bersiap-siap.


"Kamu tahu sayang, aku tidak akan pernah mengira kalau aku akan menjadi ayah mertua." ucap Saga.


"Pertama menjadi ayah mertua setelah itu menjadi kakek dan nenek." jawab Aurel tersenyum.


"Kamu benar sayang, kita menapaki tangga satu persatu. tangga kehidupan yang akan membawa kita pada kenikmatan Tuhan." jawab Saga yang kemudian memeluk istri dengan erat. pria itu segera membawa istrinya ke kamar untuk mengistirahatkan dirinya sebentar kemudian mencari beberapa barang untuk dibawa ke tempat Marwah.


Di salah satu tempat yang ada di rumah tersebut terlihat si kembar sedang berkumpul.


"Apa kamu yakin mau menikah?" tanya Faruq kepada Malik.


"Tentu saja, memangnya kenapa?" tanya Malik balik.


"Tentu saja aku yakin, aku bukanlah pria brengsek yang akan bermain-main dengan beberapa wanita. aku akan meyakinkan diriku jika memang wanita itu cocok denganku." jawab Malik.


"Kamu ini kurang ajar sekali ya, kamu itu menghinaku menyindirku atau mengolok-olok aku?" tanya Faruq yang sedikit kesal.


"Semuanya, anggap saja Aku mengatakan semuanya." jawab Malik santai.


Salim hanya bisa tersenyum melihat perdebatan saudara kembarnya itu, sesaat kemudian Salim terdiam sembari memikirkan Ana Maria yang memang berbeda keyakinan dengannya.


"Ada apa Salim?" tanya Malik kepada saudaranya.


"Entahlah aku tidak tahu, sekarang aku sedang bingung memikirkan mengenai kejelasan perasaan ini." jawab Salim.


"Memangnya Apa yang kau pikirkan?" tanya Malik kembali.

__ADS_1


"Aku menyukai seorang wanita namun aku tidak tahu dia menyukaiku atau tidak, yang lebih penting kami berbeda keyakinan." jawab Salim.


"Kenapa kamu harus mengatakan hal itu, saudaraku. cinta itu adalah luas, artinya begitu besar dan maknanya sangat luar biasa. cinta akan mengalahkan segalanya walaupun itu perbedaan bertanyalah dan yakinkan dirimu seperti aku. memang aku dan Marwah Satu keyakinan, Tapi akan lebih baik jika semuanya dibicarakan dari hati ke hati." jawab Malik.


"Tentu saja kamu harus mendengarkan saudara kita yang sangat moderat ini. Dia benar-benar mengerti bagaimana mengenal seorang wanita." ucap Faruq.


"Sampai Kapan kamu akan seperti ini terus, Faruq. kita ini seorang pria kita tidak boleh terlalu bersenang-senang dengan kehidupan masa muda ini. carilah keberanian keyakinan dan semua kesempatan, untuk apa harus bermain-main jika kita sudah mendapatkan kebaikan yang mestinya kita dapatkan." perkataan yang diucapkan oleh Malik membuat Salim menganggukkan kepalanya.


"Malik benar, Faruq. Apakah kamu akan terus-menerus bermain-main dengan para wanita itu?" tanya Salim kepada saudaranya.


"Aku hanya bermain-main aku tidak pernah menghancurkan kehidupan mereka, aku tahu kalau aku melakukan hal itu bisa-bisa Papa dan Mama akan melemparku Ke Alaska. Aku tidak mau ke sana tempat itu sangat menakutkan. aku masih mau hidup damai di tempat ini, jadi kalau kalian berdua sudah menemukan hati kalian maka jagalah. sayangnya aku belum mendapatkan hal itu aku hanya mencari untuk saat ini." jawab Faruq.


"Semoga kau segera mendapatkannya." Malik yang tersenyum kemudian menepuk pundak saudara kembarnya.


"Kamu juga harus segera mendapatkan kepastian, Salim. jangan seperti ini terus, lakukan apa yang dikatakan Malik kalau kamu dan dia sudah saling cocok Kenapa juga kalian harus saling memendam perasaan kalian masing-masing?" tanya Faruq yang malah membuat Salim tertawa.


"Terkadang kamu itu pikirannya tertancap pada jalurnya, tapi terkadang Kenapa kamu selalu bermain dengan bermain dengan kehidupan ini?" tanya Salim yang seolah dirinya itu bersikap dewasa seperti Malik.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2