
"Kamu jangan main-main ya, siapa kamu?!" tanya Irawan yang mulai marah.
"Ada apa, Sayang? kenapa kamu marah-marah?" tanya Tania sembari memberikan ciuman di leher Irawan.
"Ternyata kamu sedang bercinta dengan wanita murahan itu." ucap Aurel.
"Katakan siapa kamu?" teriak Irawan sembari berteriak dengan sangat keras.
"Hahaha Kenapa kamu sangat marah seperti itu, Sayang? apakah kamu tidak merindukanku?" tanya Aurel.
Irawan yang dari tadi tidak bisa mengatakan apapun, pria itu jantungnya berdebar begitu kencang. suara yang menelponnya barusan adalah suara Aurel.
"Ada apa Sayang?" tanya Tania.
"Tidak mungkin, dia sudah mati tidak mungkin wanita itu masih hidup." ucap Irawan.
"Ada apa?" tanya Tania kembali.
"Wanita itu, wanita itu menelponku." jawab Irawan.
"Siapa?" tanya Tania.
"Siapa lagi kalau bukan wanita simpananku itu, wanita yang sudah kita bunuh." jawab Irawan.
DEG..
Seketika Tania tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Irawan.
"Maksudmu Aurel?" tanya Tania yang tidak percaya.
"Iya." jawab Irawan yang tubuhnya seketika lemas.
"Tidak mungkin kan, Wanita itu sudah mati kan?" tanya Tania kembali.
"Tentu saja Wanita itu sudah mati." jawab Irawan.
"Lalu bagaimana mungkin dia menelpon kamu?" tanya Tania.
"Aku tidak tahu." jawab Irawan
"Coba kamu lihat nomor ponselnya, Apakah kamu yakin kamu tidak mengenal nomor itu?" Tania meminta agar Irawan melihat nomor yang barusan menelpon dirinya.
Sesaat kemudian Irawan menatap nomor ponsel itu, jantungnya seketika tersentak saat membaca nomor yang tertera di ponsel tersebut.
"Tidak mungkin." ucap Irawan.
"Ada apa?" tanya Tania.
__ADS_1
"Ini adalah nomor ponsel wanita itu, tidak mungkin...," ucap Irawan.
"Maksudnya ini adalah nomor ponselnya?" tanya Tania.
"Aku sangat ingat betul 4 digit angka yang ada di belakang ini." Irawan yang benar-benar tidak menyangka kalau nomor ponsel yang 3 tahun yang lalu itu sudah dia buang itu sekarang menelponnya kembali.
"Apa kamu yakin?" tanya Tania.
"Tentu saja aku yakin." jawab Irawan.
"Tapi bagaimana mungkin?" Tania yang ikut kebingungan.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas ini adalah nomor ponsel wanita itu." jawab Irawan yang benar-benar kebingungan.
Irawan benar-benar sangat kebingungan dan ketakutan, pria itu tidak akan pernah menyangka hari ini dia mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang sudah coba dia lupakan itu.
"Cobalah kamu ingat sesuatu, Mas. mungkin itu bukan nomornya." Tania yang ikut takut.
"Tiba-tiba wanita itu datang dan masih hidup, butuh 3 tahun kah wanita itu untuk kembali lagi?" tanya Tania.
"Aku tidak tahu, jika benar wanita itu masih hidup kita harus siap-siap. Berarti wanita yang aku lihat tadi itu bukan wanita simpananku." ucap Irawan.
"Tidak mungkin lah kalau istri dari tuan Saga itu simpananmu dulu, aku yakin mereka hanyalah mirip saja." Tania takut jika tiba-tiba saja Irawan jatuh hati kepada istri dari sang jutawan. jika itu terjadi Tania akan kehilangan Irawan pria yang sudah bersamanya selama hampir 10 tahun tersebut.
"Aku yakin kalau ada seseorang yang mencoba untuk menerormu atau ada seseorang yang mengetahui apa yang kita lakukan dahulu?" tanya Tania.
"Aku harap ada seseorang yang menelpon nyasar atau mencoba untuk menggangguku, tapi aku tidak pernah berharap kalau wanita itu akan kembali lagi." Irawan yang kemudian masuk ke kamar mandi. dia tidak ingin dibuat kebingungan dengan telepon yang sudah mengganggunya tersebut.
Di tempat lain tentu saja Aurel tertawa terbahak-bahak dengan semua yang dia lakukan. wanita itu nampak menatap langit malam yang sudah gelap tersebut. Saga Sudah terlelap sedangkan Aurel melakukan kejahilan malam untuk meneror mantan pria yang sudah menghancurkannya itu.
Sesaat kemudian Aurel mengambil ponselnya dan mulai menelpon Rani untuk menceritakan mengenai apa yang dia lakukan.
"Halo mbak." Aurel yang menelpon Rani.
"Ada apa Aurel?" tanya Rani yang ada di Korea.
"Aku sudah melakukan rencana kita, Mbak. aku mulai meneror pria itu, kelihatannya dia habis bercinta dengan wanita itu. setelah mereka bercinta aku meneror mereka." jawab Aurel yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Terima kasih Aurel, Terima kasih karena kamu mau menolongku." ucap Rani.
"Tidak Mbak, akulah yang sudah berhutang budi kepada mbak Rani. akulah yang harus berterima kasih kepada mbak Rani karena telah memberikan padaku kehidupan yang baru ini." jawab Aurel.
"Pria itu tidak pernah sekalipun mencoba untuk mengunjungiku di Korea, dia tahu aku sedang berobat namun pria brengsek itu lebih memilih untuk menghabiskan seluruh hartaku sedikit demi sedikit bersama kekasihnya." Rani yang sudah mulai kesal.
"Mbak Rani tidak boleh terlalu kesal, jaga kesehatan Mbak Rani. aku akan membalaskan dendam kita aku pasti akan meminta tolong kepada suamiku." terlihat Aurel meminum segelas air yang tadi dia bawa.
"Kamu belum menceritakan mengenai pria itu?" tanya Rani.
__ADS_1
"Aku belum sempat menceritakannya Mbak, karena aku tadi baru bertemu dengannya." jawab Aurel.
"Kamu harus menceritakan mengenai semua yang terjadi, jangan sampai suamimu yang gila dan buta itu sampai mencurigai dirimu." pinta Rani.
"tentu saja Mbak, aku nanti akan menceritakan kepada Mbak Rani apa yang akan aku lakukan." Aurel yang kemudian menutup panggilan telfon itu.
Rani benar-benar sangat bahagia dengan semua kabar yang dikatakan oleh Aurel, Rani tiba-tiba mendapatkan sebuah kekuatan dia tidak ingin Aurel berjuang sendirian, dia tidak ingin suaminya itu terus-menerus membodohi dirinya. Aurel akan memperjuangkan segalanya Aurel ingin semuanya berjalan sesuai dengan yang dia harapkan.
"Aku tidak boleh berhenti di sini, benar apa yang dikatakan Lisa dan Aurel aku harus memperjuangkan hidupku. aku harus mencoba untuk menata diriku kembali." ucap Rani.
Sudah satu Minggu ini Aurel sudah membuat kehidupan Irawan dan Tania seperti berada di neraka, mereka benar-benar ingin membuat kehidupan Irawan dan Tania tidak bisa tenang sama sekali.
"Selamat pagi, sayang." Aurel yang baru masuk ke kantor sang suami.
Pria itu sedang mendesain sebuah perhiasan untuk hadiah pernikahan mereka.
"Kamu sedang mendesain apa, Sayang?" tanya Aurel kepada sang suami.
"Aku sedang mendesain sebuah perhiasan yang sangat cantik untuk dirimu." jawab Saga.
"Ayolah sayang. sudah begitu banyak perhiasan yang kau berikan padaku, aku sampai bingung harus memakai yang mana." Aurel yang terlihat menatap sang suami yang sedang mendesain kalung dan cincin untuk dirinya.
"Tapi aku suka memberimu hadiah, Sayang." jawab Saga yang tidak memperdulikan perkataan sang istri.
Sesaat kemudian Aurel memberikan ciuman kepada suaminya tersebut, wanita itu nampak ingin meminta sesuatu kepada Saga. karena itu diam-diam Aurel memberikan ciuman pagi yang begitu indah.
"Aku yakin istriku ini ingin meminta sesuatu." ucap Saga yang kemudian menarik sang istri hingga duduk di pangkuannya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1