GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
TANISA PERGI


__ADS_3

Tanisa tahu apa yang diinginkan oleh kedua orang tuanya.


"Heh...," helaan nafas Tanisa.


"Ada apa?" tanya Michael.


"Aku mau ganti baju dulu." Tanisa yang kemudian pergi meninggalkan Michael.


Lima belas menit...


Tiga puluh menit kemudian...


Sudah tiga puluh menit sudah Tanisa masih belum menampakkan dirinya. Michael terus menunggu keberadaan Tanisa yang belum keluar juga.


"Kenapa Tanisa belum keluar juga?" tanya Michael kepada salah satu pembantu.


"Saya tidak tahu, tuan." jawab pembantu


"Kalau begitu tolong kamu panggilkan, nona mu." pinta Michael.


"Ya, tuan." jawab pembantu.


Hingga tiga puluh menit kemudian Tanisa belum keluar, sedangkan di tempat lain seorang wanita sudah pergi ke tempat lain.


"Apa kamu yakin mau tidur di sini?" tanya Anna Maria kepada Tanisa.


"Tentu saja aku mau tidur di sini saja, aku tidak mau kembali aku juga sudah membawa beberapa pakaian dan uang." jawab Tanisa.


"Memangnya ada apa?" tanya Ana Maria.


"Kamu tahu pikiran yang dimiliki oleh kedua orang tuaku itu sangat kuno, Mereka ingin menjodohkanku dengan salah satu Putra sahabat mereka." jawab Tanisa.


"Lalu apa salahnya?" tanya Anna Maria kembali.


"Tidak ada yang salah tapi kamu belum tahu siapa pria yang dijodohkan oleh orang tuaku itu." ucap Tanisa.


"Memangnya pria itu siapa? Lalu kenapa kamu tidak pernah mau hidup bersama pria itu?" tanya Anna Maria yang terlihat begitu penasaran.


"Aku tidak mau dengan pria itu, karena aku tahu bagaimana dia dia itu adalah pria licik tidak tahu diri dan sudah menghamili beberapa wanita." jawab Tanisa.


"Maksudmu?" tanya Ana Maria kembali.

__ADS_1


"Pria itu sudah membuat kesalahan yang sangat besar, dia sudah menghamili tiga wanita mereka meminta pertanggungjawaban dari pria itu. namun dia tidak mau melakukannya." jawab Tanisa.


"Apa yang bisa dilakukan oleh Anna Maria hanyalah mendengarkan keluh kesah dan semua curhatan dari sahabatnya tersebut.


"Ya sudah kalau begitu kamu tidur aja di sini, kalau kamu mau sih.., kamu tahu kan rumahku ini sempit kecil dan tidak ada bagus-bagusnya." ucap Ana Maria.


"Tidak apa-apa, aku tidak perlu rumah mewah ataupun apapun yang penting aku mempunyai tempat untuk berlindung." jawab Tanisa.


"Ya sudah kalau begitu, Kamu tidur saja karena besok aku harus berangkat pagi untuk ikut bersama Tuan Salim menemui salah satu pembeli." ucap Anna Maria.


"Ya sudah kalau begitu, kita tidur saja Besok aku juga harus menyelesaikan beberapa pekerjaan kamu tahu kan Tuan Salim itu sangat cerewet jika pekerjaan kita belum selesai." ucap Tanisa yang kemudian ikut tidur.


Rumah yang hanya berukuran sekitar tujuh kali tujuh meter itu sekarang ditempati oleh Anna Maria dan Tanisa.


"Jangan sampai ada orang yang tahu kalau aku di sini." pinta Tanisa.


"Baiklah, memangnya siapa yang akan bilang." jawab Ana Maria yang kemudian tertidur.


Keesokan pagi Anna Maria sudah bangun, Wanita itu sudah memasak sedangkan Tanisa masih berada di kamar mandi dengan semua aktivitasnya.


SEPULUH MENIT KEMUDIAN.


"Ada apa?" tanya Anna Maria.


"Aku belum belanja." jawab Anna Maria.


"Kalau begitu nanti kita belanja, aku ingin masak beberapa makanan." ucap Tanisa.


SATU JAM KEMUDIAN


PERUSAHAAN SALIM


"Anna." panggil Salim.


"Ya, tuan." jawab Anna Maria.


"Ayo kita berangkat pinta Salim ini masih pukul 08.00, tuan." ucap Anna Maria.


"Orang itu bilang dia akan segera pergi, jadi dia ingin menemui kita sekarang juga." jawab Salim.


"baik, tuan. Saya akan mengambil tas saya dahulu." Anna Maria yang kemudian mengambil tas kecil yang selalu dia bawa.

__ADS_1


"Oh ya Tanisa, Nanti kalau ada yang mencariku Tolong kamu bilang aku sedang keluar. aku kembali sekitar pukul 11.00, kamu mengerti." ucap Salim.


"Baik, tuan. nanti ya aku akan memberitahu orang-orang yang mencari anda." jawab Tanisa.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu," Salim yang kemudian pergi dari perusahaan.


Sekitar beberapa menit kemudian terlihat Tanisa membuka laptopnya, wanita itu ingin mengerjakan sesuatu. namun sayangnya salah satu temannya mengatakan kalau orang tua Tanisa mencari wanita itu, dengan segera Tanisa langsung bersembunyi untuk menghindari orang tuanya.


Teman Tanisa memberitahu mengenai hal itu, tentu saja dia tahu apa yang terjadi kepada Tanisa.


"Kamu bilang kalau aku tidak masuk kerja, jangan bilang kalau aku ada di sini." pinta Tanisa.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan mengatakan kepada orang tuamu. lagian aku tahu kalau orang tuamu itu benar-benar sangat sombong." jawab teman Tanisa.


Orang-orang yang ada di tempat itu sepakat untuk tidak memberitahu orang tua Tanisa mengenai keberadaan wanita itu, mereka tidak akan membiarkan kedua orang tua tanisa mengetahui keberadaan wanita itu.


"Tidak mungkin dia tidak ada di sini?!" tanya ayah Tanisa.


"Tapi, Tuan. dia tidak masuk kerja." jawab teman Tanisa.


"Kamu pasti berbohong!" bentak ayah Tanisa


"Tuan, lebih baik anda keluar dari sini. Jika tuan tidak mau saya akan menarik anda dengan paksa." ucap salah satu security.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang

__ADS_1


- Isteri bayaran tuan Presdir


__ADS_2