
DUA JAM KEMUDIAN
"Kok kita di sini mas?" tanya Aurel.
"Iya, aku mau ke laut dulu. aku ingin mengajakmu melihat pemandangan indah ini." jawab Irawan.
"Tempatnya sepi banget ya mas?" tanya Aurel.
Tak berselang lama terlihat seorang wanita datang ke tempat Aurel dan Irawan, wanita itu nampak tersenyum begitu bahagia di depan Irawan.
"Halo." sapa Tania kepada Irawan.
"Halo." jawab Irawan.
"Siapa dia Mas?" tanya Aurel.
"Bukan siapa-siapa, cuma teman saja." jawab Irawan.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Irawan kepada Tania, di sebuah pantai yang tidak berpenghuni tidak ada siapapun di tempat itu bahkan lalu lalang manusia pun tidak ada, hanya kicauan burung dan burung yang berseliweran di sekitar tempat itu.
Entah mengapa tiba-tiba saja Aura merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi padanya.
"Oh ya Mas, Kenapa sih kamu mau mengajakku ke sini?" tanya Aurel sambil tersenyum kepada Irawan.
"Sebenarnya aku mengajakmu ke sini karena aku ingin mengakhiri semua jalan cerita ini." jawab Irawan yang menatap Aurel dengan tatapan mata yang benar-benar tidak mempunyai tanggung jawab sama sekali.
"Maksud Mas apa?" tanya Aurel.
Sekarang ini Aurel dan Irawan berada di atas sebuah batu karang yang lumayan tinggi, Irawan tahu kalau Aurel tidak bisa berenang. seketika senyum ditunjukkan oleh Irawan kepada Aura.
"Maafkan aku, Aurel. tapi aku harus melakukan hal ini padamu." ucap Irawan yang kemudian mendorong Aurel dari sebuah batu yang lumayan tinggi tersebut.
BYURR...
Akhirnya Aurel tercebur ke dalam air, Aurel nampak berusaha untuk meminta bantuan.
BYURR..
Hap..
Hap...
Aurel yang mencoba untuk membuat dirinya agar bisa berada di atas lautan.
"Maafkan kami jika kami harus membunuhmu!!" seru Tania kepada Aurel.
Tatapan mata Aurel menatap Irawan dan Tania, tatapan mata yang penuh dengan kebencian. dia tidak akan pernah menyangka kalau Irawan akan melakukan hal ini kepadanya, wanita itu menatap kedua orang itu dengan tatapan mata yang begitu membenci. senyum menjijikkan ditunjukkan oleh Irawan ketika dia menatap Aurel dari atas batu besar tersebut.
__ADS_1
Aurel sedikit demi sedikit tubuhnya yang tidak berdaya itu mulai tenggelam ke dalam air, kedua bola matanya mulai menutup perlahan-lahan. Tak ada kata yang bisa dia ucapkan, hanya penyesalan yang mungkin sudah terlambat.
"Ya Allah maafkan atas semua dosa-dosa yang aku perbuat." ucap Aurel di tengah kesadarannya yang sudah mulai menghilang. tubuhnya sudah mulai tenggelam di lautan dalam tersebut, air mulai membawa tubuh Aurel. 2 manusia yang berada di atas bebatuan besar tersebut nampak tersenyum memandang Aurel yang sudah tidak terlihat.
"Akhirnya wanita itu mampus juga, sayang." ucap Tania.
"Kamu benar sekali, dia tidak akan lagi menghalangi jalanku. jika sampai Rani tahu aku mempunyai anak dengan wanita itu bisa-bisa aku akan kehilangan seluruh hartanya. kamu tahu sendiri kan aku berusaha untuk membunuhnya berulang kali namun tetap saja gagal." Irawan yang terlihat menatap Tania kemudian memberikan ciuman kepada wanita itu.
"Lebih baik kita pergi dari sini, sayang. jika tidak akan ada orang yang melihat kita." ucap Tania yang kemudian meminta Irawan untuk pergi dari tempat itu.
Kedua orang itu meninggalkan tubuh Aurel yang perlahan-lahan mulai tenggelam, sedangkan di tempat yang tidak jauh dari keberadaan dua orang itu terlihat seorang pria menceburkan dirinya di dalam air. dia diperintahkan oleh seorang wanita untuk menyelamatkan wanita yang didorong oleh Irawan.
"Kamu lihat sendiri kan pria itu benar-benar pria brengsek, dia akhirnya menampakan dirinya." ucap Rani kepada Lisa.
"Apakah wanita itu akan selamat?" tanya Lisa.
"Aku tidak tahu, semoga saja wanita itu selamat. jika tidak semua akan sia-sia." jawab Rani.
Rani akhirnya menolong Aurel yang hampir mati, namun wanita itu harus mengalami koma selama beberapa minggu. selama Aurel tidak sadarkan diri Irawan benar-benar begitu bahagia pria itu mengira kalau Aurel sudah meninggal, sedangkan Aurel sendiri sekarang berada di Korea di bawa oleh Rani.
"Sudah dua minggu ini wanita itu belum sadar." ucap Lisa.
"Kondisinya sudah lebih baik mungkin dia mengalami trauma yang benar-benar sangat luar biasa." jawab Rina.
"Bagaimana jika dia tidak bisa bertahan?" tanya Lisa.
"Semoga saja wanita itu baik-baik saja," jawab Lisa yang kemudian membawakan makanan untuk Rani.
Waktu benar-benar sudah mulai berjalan, 2 bulan kemudian Aurel membuka matanya. tatapan matanya menatap sebuah ruangan yang tidak pernah dia lihat.
"Apakah ini surga atau ini neraka." guman Aurel dalam hati yang bisa membuka matanya.
Sesaat kemudian wanita itu berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, namun sayangnya tubuhnya tidak mampu untuk digerakkan.
"Dokter! dokter!!" teriak salah satu perawat.
"Ada apa?" tanya Lisa yang baru ingin masuk ke kamar Aurel.
"Wanita itu sudah sadar, Nyonya." jawab perawat.
"Kamu yakin?" tanya Lisa.
"Benar nyonya, Wanita itu sudah sadar." jawab perawat yang membuat Lisa dan Rani langsung masuk ke dalam ruangan. Aurel menatap dua wanita yang sepertinya dia ingat itu.
"Kamu sudah sadar? Bagaimana kondisimu?" tanya Rani.
Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Aurel, wanita itu mencoba untuk mengembalikan memori masa lalunya.
__ADS_1
"Kalian keluar sebentar, aku akan memeriksa wanita ini." pinta dokter yang kemudian memeriksa Aurel.
Sesaat kemudian Aurel merasakan sakit yang teramat sakit di kepalanya, dia mulai mengingat ketika Irawan dan wanita itu mendorongnya dari batu besar ke dalam air di sebuah lautan atau lebih tepatnya pantai. Aurel didorong oleh sepasang orang brengsek tersebut.
"Bayi, bayiku, bayiku bagaimana?" tanya Aurel yang langsung meraba perutnya.
Dokter nampak terdiam, pria itu memberikan suntikan penenang kepada Aurel yang dari tadi berteriak.
"Bagaimana dokter?" tanya Rani.
"Biarkan dia istirahat sebentar, nanti kalau dia sadar kita akan memberikan pengertian kepadanya." jawab dokter.
Sekitar beberapa jam kemudian Aurel kembali tersadar, wanita itu membuka matanya perlahan-lahan. dia mulai mengingat kembali janin yang sudah dia kandung tersebut.
"Kamu sudah sadar?" tanya Rani.
Tatapan mata Aurel menatap Rani, istri dari pria yang sudah direbut.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Aurel.
"Untung-untung kami menyelamatkanmu, tapi pertanyaanmu benar-benar tidak menyenangkan." jawab Lisa.
Aurel mengingat dirinya yang didorong oleh Irawan dan seorang wanita.
"Pria itu pria itu mencoba membunuhku!!" seru Aurel.
"Tenang kamu harus tenang, kamu tidak boleh seperti ini. lukamu masih cukup parah." ucap Rani.
Aurel kembali meraba perutnya, Dia menanyakan mengenai janin yang ada di perutnya. perlahan-lahan Rani menceritakan mengenai janin yang tidak bisa diselamatkan tersebut, Aurel menangis Wanita itu benar-benar telah disakiti oleh Irawan dengan sangat kejamnya. suara teriakan terdengar dari mulut Aurel ketika dia tahu kalau janin yang berada di kandungannya itu sudah tidak bersamanya lagi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1