
Langkah kaki Anna Maria berjalan begitu santai, wanita muda itu sedang melihat lalu lalang jalanan.
"Hemm.., malam ini cukup dingin juga." ucap Anna Maria.
Sebuah mobil nampak berjalan tidak terlalu cepat, tatapan mata Salim nampak menatap Anna Maria yang sedang berjalan begitu santai di tepi jalan.
"Itu kan wanita itu?" ucap Salim yang melajukan mobilnya pelan sembari mengikuti Anna Maria.
Di sebuah jalan kecil terlihat Anna Maria berjalan, Salim yang begitu penasaran tentu saja pria itu langsung menghentikan mobilnya kemudian keluar dari mobil dan mengikuti Anna Maria.
Rumah kecil sederhana itu sudah ada di depan mata, Anna Maria masuk ke dalam rumah itu. terlihat Salim sangat terkejut ketika dia melihat wanita muda itu masuk ke rumah itu.
"Apakah itu rumahnya?" guman Salim dalam hati.
Mungkin Salim benar-benar sangat terkejut ketika melihat sebuah rumah sederhana yang dimasuki oleh Anna Maria selama ini. Salim mengira Kalau Anna Maria adalah anak orang kaya, karena itu dia selalu teledor padahal Anna Maria adalah seorang wanita yang selalu cekatan dalam bekerja.
Seorang pria terlihat berjalan di depan Salim, seketika pria itu menghentikan pria yang berjalan di depannya.
"Tuan." Panggil Salim.
"Iya." jawab pria setengah baya.
"Tuan, itu rumah siapa ya?" tanya Salim.
Pria setengah baya itu menoleh dia menatap rumah Anna Maria.
"Oh itu ya itu adalah rumah Anna Maria." jawab pria setengah baya yang kemudian pergi.
Salim tidak pernah berpikir kalau kehidupan seorang wanita yang dia kenal begitu menyebalkan itu ternyata begitu sederhana. kalau dipikir kembali Anna Maria memang selalu membawa bekal makanan, dia berusaha untuk menghemat biaya kehidupannya. dia harus mempunyai tabungan untuk masa depannya dan hidup dengan layak.
Di depan mata.., pemandangan rumah sederhana itu benar-benar mengejutkan Salim, dia berpikir kalau Anna Maria adalah wanita yang suka berfoya-foya dengan semua fasilitas yang diberikan oleh perusahaannya. setelah melihat rumah sederhana itu akhirnya Salim pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Sedangkan Anna Maria yang berada di dalam rumah itu nampak dia membereskan rumahnya kemudian memasak untuk dirinya sendiri. Anna Maria harus memasak malam ini agar esok pagi dia hanya tinggal menghangatkan masakan itu kemudian dibawa ke tempat kerjanya. hidup memang tidak selalu terlihat baik, di depan orang Terkadang hidup adalah sebuah kebohongan yang selalu memberikan ketidakpastian.
Beberapa hari kemudian sering sekali Salim mengikuti Ana Maria setelah pulang dari perusahaan. pria yang selalu bersikap kasar kepada wanita itu, nampak Salim dibuat terkejut karena apa yang dia pikirkan benar-benar sangat berbeda dengan kenyataan. Ana Maria yang memang sederhana Walaupun dia memiliki kecerdasan luar biasa.
Salim berpikir Anna Maria adalah anak dari orang yang mempunyai kehidupan layak karena dia adalah lulusan dari sekolah hukum walaupun usianya masih 22 tahun.
Beberapa hari kemudian
"Cepat selesaikan desain ini." pinta Salim.
"Tapi, tuan. saya hari ini tidak bisa lembur kerja." ucap Anna Maria.
"Jika kamu tidak mau lembur jangan harap kamu akan mendapatkan gajimu di akhir bulan ini." jawab Salim.
"Tapi Tuan, Saya minta maaf hari ini saya benar-benar tidak bisa lembur. Besok saya akan lembur kerja." pinta Anna Maria.
"Lakukan apa yang Aku perintahkan, Aku tidak suka terus-menerus dibantah olehmu!" seru Salim yang membuat Anna Maria seketika terdiam.
Sekitar beberapa jam kemudian tepatnya pukul 10.00 malam Anna Maria sudah selesai dengan pekerjaannya, wanita itu nampak membereskan beberapa barang yang ada di mejanya. tak ada penampakan satu orang pun di perusahaan, Anna Maria nampak menatap ruang kosong yang ada di depannya. rasa takut dan kebingungan.., Anna Maria benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Drertttttt....
Drertttttt...
ponsel Ana Maria terus berdering, wanita itu menatap ponselnya kemudian menjawab panggilan telepon tersebut.
"Kamu ini ke mana saja, Anna. aku sudah menunggumu dari tadi." seorang pria nampak marah karena Anna belum datang juga.
"Maafkan saya, saya baru selesai lembur kerja." jawab Ana Maria.
"Baiklah kalau begitu, cepatlah kemari aku akan menunggumu. Hari ini aku juga lagi shift malam." ucap si pria.
__ADS_1
Akhirnya Anna Maria bergegas meninggalkan perusahaan, sekitar 30 menit kemudian dia sudah sampai di rumah sakit.
"Semoga dokter belum pulang." ucap Anna Maria yang terlihat berlari sekencang mungkin untuk mencari salah satu dokter.
"Dokter." Panggil Ana Maria.
"Kamu ini dari tadi aku tunggu kenapa baru kemari?" tanya Dokter kepada Anna Maria.
"Aku harus lembur dokter." jawab Ana Maria.
"Aku kan sudah bilang kalau kamu tidak boleh lembur, kondisimu itu semakin melemah kalau kamu memaksakan diri itu juga tidak akan baik bagi tubuhmu." seorang dokter pria yang memperingatkan anak Maria.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1