
"Tapi, dokter. aku harus mencari uang untuk biaya rumah sakit." ucap Anna Maria.
"Aku tahu, tapi.., kamu juga harus menjaga kondisi kesehatanmu." ucap dokter.
"Terima kasih, dokter." jawab Anna Maria.
"Satu Minggu lagi kamu harus cek kondisimu." pinta dokter.
"Iya, dokter." jawab Anna.
"Ini obatnya dan aku minta kamu untuk menjaga kondisi tubuhmu." dokter yang kemudian memberikan resep obat.
Berjuang dengan begitu gigih untuk mempertahankan hidupnya, kecelakaan beberapa tahun yang lalu membuat Anna sakit di kepala. penggumpalan darah di otak membuat Anna sering merasakan sakit di kepalanya, lima tahun yang lalu Anna mengalami kecelakaan. sebuah mobil menabraknya kemudian melarikan diri.
"Tebus obatnya." pinta dokter.
"Iya, dokter." jawab Anna.
Terlihat Anna melihat resep yang di buat oleh dokter, wanita itu menebus resep yang di berikan oleh dokter.
"Silahkan bayar dahulu." ucap petugas kasir.
Anna benar-benar terkejut Ketika melihat nominal uang yang harus dia bayar.
"Ini lebih dari setengah gajiku." ucap Anna.
"Uangnya, nona." pinta petugas kasir.
Dengan segera Anna memberikan uangnya, tatapan matanya menatap beberapa obat yang harus dia konsumsi untuk meredakan sakit kepalanya. butuh uang banyak untuk melakukan operasi, apalagi Anna juga harus melakukan cek secara berkala untuk mengetahui kondisinya.
DUA HARI KEMUDIAN
"Anna." panggil Tanisa.
"Iya," jawab Anna.
"Nanti kita ada rapat mengenai lelang perhiasan dan peluncuran model baru." ucap Tanisa.
"Iya, aku sudah tahu." jawab Anna.
"Oke, aku kesini lima menit lagi." jawab Tanisa.
BRAKKK...
"Selesaikan laporan ini dalam dua puluh menit, aku tidak mau tahu. aku ingin waktu rapat semua ini selesai!" Salim yang benar-benar marah.
"Maaf tuan, apa ada kesalahan?" tanya Anna.
"Semuanya kacau!!" bentak Salim.
DEG...
Anna sangat terkejut saat Salim melempar beberapa proposal yang akan di buat rapat.
__ADS_1
"Segera saya cetak kembali, tuan." jawab Anna.
Sekertaris Salim tersenyum ketika melihat Anna terus di marahi oleh Salim, wanita itu ternyata yang selalu membuat Anna mendapatkan masalah.
Beberapa saat kemudian terlihat Anna membawa beberapa berkas yang sudah dia cetak.
"Kamu mau ke mana?" tanya sekretaris Salim kepada Anna.
"Aku harus memberikan berkas-berkas ini kepada tuan Salim, karena sebentar lagi akan ada rapat." jawab Anna.
"Berikan berkas-berkas itu." pinta sekertaris Salim.
"Buat apa?" tanya Anna.
tanpa sengaja Salim berada di tempat itu ketika sekertaris nya mencoba untuk mengambil paksa berkas yang ada di tangan Anna.
"Kamu ini masih tetap saja berusaha untuk mengambil hati tuan Salim, aku sudah berulang kali mengganti bekas-bekas yang kamu buat. tapi kamu tetap saja berusaha keras." sekertaris Salim yang terus berusaha mengambil berkas Anna.
"Jadi, kamu yang sudah merusak berkas-berkas dan desain yang di buat Anna." Salim yang dari tadi mendengar perkataan sekertarisnya.
"Tuan." ucap sekertaris Salim.
"Aku tidak pernah mengira kalau kamu akan melakukan hal itu kepada temanmu sendiri." ucap Salim.
"Ini semuanya salah paham, Tuan." sekertaris Salim terus bersilat lidah.
"Salah paham? kamu bilang salah paham?" tanya Salim.
"Buat apa kamu terus mengelak, Aku sudah mendengar semua pembicaraanmu." Salim benar-benar telah salah dengan semua pemikirannya. selama ini berpikir kalau anak adalah wanita yang tidak bisa apa-apa, ternyata semua kerusakan yang terjadi itu adalah ulah dari sekretarisnya sendiri.
"Pergi dari sini." perintah Salim.
"Tapi, tuan..," ucap sekertaris.
"Ternyata selama ini kamu adalah benalu beracun!" bentak Salim.
"Tapi tuan, saya bisa menjelaskan."
"Pergi dari sini!."
"Tuan...,"
"Sekarang kamu keluar dari perusahaanku, aku memecatmu!!!" seru Salim.
Sebuah keputusan yang sudah diambil oleh Salim sebagai direktur perusahannya.
"Saya tidak bisa terima ini, tuan." ucap sekertaris.
"Segeralah pergi sebelum aku melemparmu!" bentak Salim Kembali.
Anna hanya terdiam, wanita itu benar-benar sangat takut akan kemarahan yang selalu di perlihatkan oleh Salim.
DEG..
__ADS_1
DEG...
"Cepatlah bawa berkas-berkasnya." pinta Salim.
Terasa ada perasaan bersalah ketika Salim mengetahui kebenaran yang selama ini tertutupi.
TIGA JAM KEMUDIAN
"Terima kasih, besok acara lelang dan peluncuran model baru. jadi aku ingin kalian bersiap-siap." pinta Salim.
"Baik, tuan." jawab para karyawan Salim.
Terlihat Salim menatap wajah Anna yang terlihat begitu lelah, pria itu benar-benar merasa bersalah.
"Anna." panggil Salim.
"Ya, tuan." jawab Anna.
"Oya, karena ini sudah selesai dan sudah dekat jam pulang.., aku ingin kamu ikut aku sebentar." ucap Salim.
"Kita kemana, tuan?" tanya Anna.
"Tidak usah banyak tanya, aku minta kamu ikut saja." jawab Salim.
Beberapa menit kemudian Anna dan Salim berada di sebuah restoran kecil yang biasa di datangi oleh pria itu.
"Kita mau apa di sini, tuan?" tanya Anna.
"Aku lapar, aku mau makan." jawab Salim.
"..." tak ada kata yang keluar dari mulut Anna.
"Aku tidak suka makan sendirian, jadi aku mau kamu temani aku makan." ucap Salim.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1