GAIRAH TERLARANG

GAIRAH TERLARANG
TERTAWA DI ATAS KETAKUTAN IRAWAN


__ADS_3

Tatapan mata Irawan menatap Aurel yang sudah pergi meninggalkan perusahaannya, tak berselang lama Rani masuk ke dalam kantor Irawan dan menanyakan keberadaan istri Saga Husein Kemal.


"Di mana Nyonya Aurel?" tanya Rani kepada sang suami.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Irawan, pria itu benar-benar begitu terpaku dengan kata-kata yang diucapkan oleh Aurel yang mengaku kalau dirinya adalah kekasihnya dahulu. seorang wanita simpanan yang sudah 2 tahun dia sembunyikan.


"Mas, mas Irawan." Panggil Rani sembari menepuk pundak Irawan.


Hal itu membuat Irawan yang sedang melamunkan sesuatu itu seketika dia langsung tersentak.


"Iya sayang." jawab Irawan.


"Di mana Nyonya Aurel? Kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Rani kepada sang suami


"Tadi.., tadi wanita itu bilang ada keperluan mendadak. jadi dia harus pergi." jawab Irawan.


"Apakah kamu yakin?" tanya Rani.


Irawan menganggukkan kepalanya, namun Rani melihat raut wajah sang suami yang benar-benar sudah pucat.


"Kamu sakit Mas?" tanya Rani kepada sang suami.


"Tidak Sayang, memangnya ada apa?" tanya Irawan balik.


"Tidak apa-apa kok kelihatannya wajahmu pucat? Aku kira kamu sakit." jawab Rani.


"Tidak sayang, mungkin Mas cuma lapar saja aku akan meminta sekretaris membelikan mas nasi." jawab Irawan.


"Ya sudah kalau begitu aku akan mencari wanita itu dulu Mas, kalau dia marah sama kita bisa-bisa aku yang mau kerjasama untuk pembukaan toko perhiasan sama butik itu tidak akan jadi dia setujui." ucap Rani.


"Maksudmu sayang?" tanya Irawan.


"Aku ada kerjasama dengan Nyonya Aurel mengenai pembukaan butik dan toko perhiasan. jadi untuk beberapa saat ini aku akan selalu bersamanya." jawab Rani yang membuat Irawan benar-benar kebingungan dengan jawaban yang dikatakan oleh istrinya itu.


Bagaimana tidak, dia belum mengetahui siapa sebenarnya Aurel malah Sekarang istrinya itu akan bekerja sama dengan wanita itu. jika benar wanita itu adalah simpanannya dulu maka semua kejahatan Irawan akan terbongkar.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


"Hahahaha...," Aurel dan Rani tertawa terbahak-bahak.


"Kamu tahu Aurel, wajah pria itu benar-benar sangat pucat pasi. bahkan wajahnya seperti mayat baru meninggal." ucap Rani.


"tentu saja Mbak, Mbak tahu tidak ketika tadi aku mengatakan hal itu untuk pertama kalinya wajahnya saja sudah begitu menakutkan dan begitu jelek. setelah itu aku membeberkan semua yang telah kami lakukan dulu, mbak tahu bagaimana wajah dari pria itu?" tanya Aurel.


"Yang jelas pasti wajahnya sudah seperti mayat yang baru meninggal, pasti wajahnya sudah pucat pasi, matanya merah dan kedua tangannya itu sedikit gemetaran." jawab Rani yang membuat Aurel juga tertawa.

__ADS_1


"Kalian ini kalau bicara bisa lihat situasi nggak? kalau sedang bergosip itu lebih baik di luar jangan di kantorku. kalau kalian bertawa terbahak seperti itu apa kalian itu tidak akan menggangguku dan Alan?" tanya Saga.


"Maaf sayang, kami lupa tempat." jawab Aurel yang kemudian menutup mulutnya.


"Oh ya, Bagaimana kesehatan mental pria itu?" tanya Alan.


"Tentu saja pria itu sudah setengah gila, yang pasti sebentar lagi dia akan benar-benar gila." jawab Aurel.


"Aku ingin pria itu segera mendapatkan balasan, Aku tidak mempunyai bukti mengenai Apa yang dilakukan kepada Rani. tapi sekarang akan kupastikan Kalau pria itu akan mendapatkan balasan." jawab Alan.


"Tentu saja kita akan membalasnya, Alan. lagi pula kamu kan yang memegang tender beberapa perusahaan yang bekerja dengan sama dengannya?" tanya Saga.


"Iya, emangnya ada apa Tuan Saga?" tanya Alan kepada Saga.


"Kenapa kamu pusing-pusing memikirkan rencana? buat dia kehilangan seluruh pekerjaannya dan buat dia kehilangan seluruh kliennya. Bahkan dia tidak akan bisa mendapatkan tender dari orang-orang yang ada di sekitarnya." jawab Saga.


Ketika mereka berempat sedang membicarakan mengenai Irawan seorang pria tua nampak menemui Saga dengan semua rencana busuknya itu.


TOK..


TOK..


TOK..


"Masuk." jawab Saga.


"Tuan Saga, Tuan Johan ingin menemui Tuan." ucap sekretaris.


"Oh ya hari ini aku udah janji dengannya, minta dia menungguku di ruangan pertemuan. aku dan Alan akan menemuinya." jawab Saga tuan Johan.


"Bukankah pria itu adalah Ayah dari wanita menyebalkan itu?" tanya Aurel yang langsung menatap sang suami.


"Aku tidak tahu sayang, tapi jika kamu ingin tahu silahkan kamu ikut dengan kami. lagi pulang aku tidak tertarik bekerja sama dengan pria itu." jawab Saga.


"Benarkah? bagaimana kalau putrinya yang mengajukan kerjasama?" tanya Aurel yang ternyata sudah mendekati level cemburu berat.


"Tenanglah Sayang, di kedua bola mataku ini hanya ada kamu. aku tidak akan melirik wanita lain." jawab Saga yang kemudian menggandeng tangan sang istri.


Alan hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Kok masih ada pria bucin tingkat dewa seperti ini." guman Alan dalam hati yang kemudian melirik Rani.


"Kalau begitu aku akan menunggu di ruang tunggu saja!" seru Rani.


"Baiklah, nanti aku akan ke sana Mbak. nanti aku akan minta sekretaris membelikan kita pizza." jawab Aurel yang mengikuti sang suami di sebuah ruang pertemuan terlihat di sana Tuan Johan sudah bersama dengan putrinya, Kartika terus menatap pintu yang sudah terbuka itu. wanita itu melihat seorang pria yang mungkin seumuran dengan Saga.


Sesaat kemudian pria yang dia tunggu-tunggu itu masuk, namun yang membuat senyum itu langsung hilang saat Saga menggandeng tangan sang istri dan membawa wanita itu masuk.

__ADS_1


"Selamat siang, tuan Saga." sapa Tuan Johan.


"Selamat siang." jawab Saga singkat.


"Ada apa anda kemari, Tuan Johan?" tanya Alan kepada tuan Johan.


"Saya kemari karena ingin menanyakan mengenai kontrak kerjasama itu." jawab Tuan Johan.


Saya kan sudah bilang kalau saya tidak menerima kontrak kerjasama itu." jawab Saga.


Tatapan mata Rani terus menatap Aurel yang berada di samping pria yang menjadi targetnya itu.


"Apakah ada kekurangan di kontrak kerjasama kami, Tuan?" tanya Kartika kepada Saga.


"Begitu banyak kekurangan di kontrak kerjasama itu." jawab Saga.


"Bisakah anda menunjukkan poin-poin kekurangan itu, Tuan?" tanya Kartika kembali


"Ada banyak kekurangan pada perjanjian Itu, Nona. perjanjian yang kalian ajukan itu benar-benar kami tolak karena tidak sesuai dengan yang kami inginkan. beberapa proyek yang kalian tangani mengalami masalah bukan?" tanya Alan.


Saga nampak terdiam namun tangannya tetap memegang erat tangan Aurel.


"Apa saja kekurangannya Tuan?" tanya Tuan Johan kepada Alan.


"Dari beberapa informasi yang kami dapatkan kalau kalian selalu menyuntik dana anggaran agar kalian mendapatkan banyak keuntungan. salah satu bangunan hotel yang kalian bangun juga mengalami masalah, bukan? ada beberapa titik yang mengalami kerusakan padahal bangunan itu masih baru. bangunan itu baru dibangun 5 tahun yang lalu, bukan? tanya Alan yang membuat Tuan Johan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Isteri simpanan bos kejam


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Mantra cinta gadis pemikat


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


__ADS_2