
SEMINGGU KEMUDIAN
"Tuan Irawan." Panggil salah satu anak buah Irawan.
"Iya, ada apa." jawab Irawan. pria itu berada di salah satu perusahaan milik Rani.
"Tuan, ada surat untuk Anda." jawab anak buah Irawan.
"Taruh saja di sana, Aku akan membacanya. kamu Segera lakukan apa yang harus kamu lakukan." pinta Irawan.
"Baik Tuan." jawab anak buahnya.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Irawan melanjutkan pekerjaannya, dia melihat beberapa berkas yang harus dia tanda tangani. sesaat kemudian Irawan penasaran dengan salah satu amplop yang tadi diberikan oleh anak buahnya.
"Ini amplop apaan?" tanya Irawan.
Sesaat kemudian Irawan mulai membuka amplop tersebut, tatapan matanya menatap amplop itu. betapa terkejutnya Irawan ketika dia membuka amplop itu.
"Apa-apaan ini." ucap Irawan yang sangat terkejut ketika melihat isi dari amplop coklat itu. Irawan benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat, pria itu membolak-balik kertas putih yang mempunyai arti sangat luar biasa itu. tak berselang lama Irawan mengambil ponselnya, seketika pria itu menelpon Rani dan menanyakan mengenai amplop putih itu.
"Ada apa, kamu menelponku?" tanya Rani yang berada di rumahnya.
"Sayang apa ini? apakah ada seseorang yang mencoba untuk mengganggu ku?" tanya Irawan.
"Memangnya ada apa?" tanya Rani kembali.
"Ada seseorang yang mengirimkan amplop coklat dan amplop itu amplop dari pengadilan." jawab Irawan.
"Memangnya kenapa kalau kamu mendapatkan amplop itu?" tanya Rani.
"Maksudmu?' Irawan yang bertanya balik.
"Aku sudah memberitahu mengenai apa yang harus aku lakukan, bukan? itu adalah amplop perceraian kita, aku sudah menunjuk tiga pengacara untuk mengurus perceraian kita." jawab Rani.
"Kamu ini kenapa sih kenapa kamu terburu-buru melakukan hal ini?" tanya Irawan.
"Terburu-buru Bagaimana? aku tidak terburu-buru kok." jawab Rani.
"Kita masih bisa memperbaiki segalanya, Kenapa kamu malah mengajukan perceraian?" tanya Irawan.
"Kenapa kamu sangat terkejut seperti itu? Bukankah berpisah dariku itu adalah keinginanmu?" tanya Rani.
"Aku tidak pernah menginginkan perpisahan itu, lalu Kenapa kamu bilang seperti itu? Aku mencintaimu Aku tidak akan mau berpisah darimu." jawab Irawan.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Rani.
"Tentu saja Kita sudah mempunyai dua anak, Apakah kamu tidak memikirkan mengenai kehidupan mereka?" tanya Irawan.
"Anak-anak ya..," ucap Rani.
"Ya, tentu anak-anak kita." jawab Irawan yang berada di tempatnya.
Terlihat Rani hanya tersenyum, dia tidak berharap untuk memberikan jawaban seperti itu.
"Aku sudah capek dengan semua yang kamu lakukan kepadaku." jawab Rani.
"Apa maksudmu, sayang? aku akan segera pergi menemuimu. Aku tidak mau bercerai denganmu, Kamu harus tahu!!" seru Irawan yang kemudian mematikan teleponnya dan langsung mengambil kunci mobilnya.
Irawan tidak pernah menduga kalau tiba-tiba saja Rani mau bercerai dengannya.
"Apa yang ada di pikiran wanita itu? bagaimana mungkin dia berpikir ingin bercerai dariku, aku yakin kalau Alan ada di balik semua ini. aku yakin pria itu terus melakukan sesuatu agar Rani berpisah denganku." ucap Irawan sembari memukul setir mobilnya.
Di tempatnya Rani terlihat menunggu kedatangan Irawan, sedangkan Aurel dia mendapatkan bagian untuk menemui Tania. dia harus menghancurkan Tania seperti waktu dia mendorongnya di tebing itu.
"Kelihatannya butikmu ini benar-benar tidak mempunyai pelanggan sama sekali." ucap Aurel yang sudah berada di butik Tania. wanita itu menatap butik yang tidak mempunyai pelanggan sama sekali, begitu sepi dan butik besar itu hanya mempunyai dua pekerja saja.
"Apa yang kamu lakukan di sini? beraninya kamu ke sini!!" teriak Tania kepada Aurel.
"Pergi dari sini, dasar wanita tidak tahu diri. aku tahu kalau kamu dan Rani berusaha untuk menghancurkanku!!" teriak Tania.
"Menghancurkanmu? kenapa aku harus menghancurkanmu, Aku tidak mempunyai keinginan untuk menghancurkanmu." ucap Aurel.
"Dasar sialan." ucap Tania.
"Tapi aku benar-benar tidak menginginkan hal ini, tapi karena masa lalu yang selalu membuatku tidak bisa tidur itu hingga aku jadi seperti ini." Aurel yang terlihat berjalan mendekati Tania.
"Apa maksudmu?" tanya Tania.
"Aku? aku kemari tentu saja ingin membalas dendam kepadamu, berani sekali kamu mencoba membunuhku. waktu itu kamu dan kekasih brengsekmu itu telah merenggut bayi yang ada di kandunganku, kamu membuat aku sengsara kamu membuat aku terluka." ucap Aurel.
Tania wajahnya seketika pucat pasi saat Aurel mengatakan hal itu.
"Kamu tidak akan menyangka kan kalau aku masih hidup." Aurel yang terus mengatakan semua yang perlu didengar oleh Tania.
"Sekarang pergi dari tempatku, kamu berbicara omong kosong!!" seru Tania.
"Omong kosong, Memangnya perkataanku yang mana yang omong kosong? Apakah perkataanku yang mengatakan kalau kamu membunuh aku? kamu telah membunuh bayiku, kamu telah mencelakaiku?" tanya Aurel yang membuat Tania benar-benar ketakutan luar biasa.
__ADS_1
"Memangnya kamu punya bukti kalau aku pernah mencelakaimu?" tanya Tania.
"Jadi kamu ingin bukti mengenai kejadian waktu itu? tentu saja aku pasti akan memberikan kalian bukti yang sangat konkrit." jawab Aurel.
Wajah Tania benar-benar memucat, tubuhnya seolah berada di lemari pendingin. otaknya terasa beku ketika Aurel mengatakan hal itu padanya.
"Hentikan semua omong kosongmu ini, Pergilah dari tempatku!!" Tania yang terus mengusir Aurel.
"Kalau kalian berdua masih mau bekerja sama wanita ini, akan ku jamin kalau kalian juga akan mendekam di penjara. kalian tahu majikan kalian ini adalah seorang pembunuh, dia berusaha membunuhku dan sudah membunuh bayiku. dia juga berusaha untuk membunuh wanita lain untuk menguasai harta orang itu." ucap Aurel yang membuat dua penjaga butik milik Tania itu nampak terdiam. bahkan di mereka berdua benar-benar ketakutan luar biasa.
"Nyonya Tania, kami akan mengundurkan diri kami tidak mau bekerja kepadamu." dua pekerja itu langsung mengundurkan diri dan mereka tidak mau disangkut pautkan dengan semua yang dilakukan oleh Tania.
"Baguslah kalau begitu, Ternyata kalian masih mempunyai pikiran yang jernih. jika kalian berani melakukan sesuatu yang salah maka kalian akan mendapatkan imbalan luar biasa." Aurel yang kemudian duduk begitu santai di salah satu kursi di butik milik Tania.
"Jika kamu tidak mau pergi dari sini akan kupastikan kamu akan ke alam baka untuk yang terakhir kalinya." ancam Aurel.
"Kamu mau mengancamku? apakah kamu yakin?" tanya Aurel.
"Tentu saja." jawab Tania.
"Baguslah kalau begitu, sekarang para polisi itu akan datang kemari untuk menangkapmu, Aku mau tahu apa yang akan kamu lakukan jika kamu sudah masuk penjara." ucap Aurel.
"Apa maksudmu?" tanya Tania.
"Aku sudah merekam semua yang kamu lakukan, aku sudah merekam semua yang kamu katakan. bahkan rekaman itu rekaman langsung dan tertuju pada para polisi mengenai pembunuhan berencana yang kamu lakukan padaku dan Mbak Rani. sekarang aku mau lihat bagaimana kamu mencoba mengelak. Aku sudah memberikan bukti-bukti itu kepada polisi." ucap Aurel benar-benar membuat tubuh Tania gemetar.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
__ADS_1
- Isteri bayaran tuan Presdir