Game Over (Mantan Suami)

Game Over (Mantan Suami)
Kejutan Istimewa yang Tidak diinginkan!


__ADS_3

Benar dugaanku, tidak harus menunggu lama kini Handan dan dua mobil polisi datang ke tempat di mana aku terlibat kecelakaan. Kini kerumunan orang-orang pun tidak seramai tadi. Hanya ada beberapa ibu-ibu dan saksi mata di mana aku terjadi kecelakaan. Begitu turun dari mobil Handan langsung menghampiriku sedangkan beberapa polisi langsung mengecek-ngecek motor dan meng interogasi saksi. Yah, tanpa aku minta dan aku konsultasi, Handan bisa di andalkan untuk urusan seperti ini. Meskipun penabrak itu kabur, aku yakin pasti polisi bisa menemukannya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Handan dengan setengah berlari menghampiriku. Meskipun aku yakin handan bisa melihat luka-lukaku yang tidak seberapa parah.


"Aku tidak apa-apa hanya luka ringan. Tapi pengemudi ojek online katanya parah. Aku tidak sempat melihatnya karena aku juga pingsan," jawabku dengan jujur.


"Kita ke rumah sakit. Jangan bilang tidak apa-apa lebih baik kita check up agar tahu apakah ada luka dalam atau tidak. Urusan kasus penabrakan kamu akan ditangani oleh polisi. Kamu ikut aku untuk periksa kondisi kamu luar dan dalam, dan juga melihat kondisi sopir ojek online." Handan langsung  meminta aku untuk ikut dengannya.


"Aku baik-baik saja Handan. Lebih baik aku pulang saja, aku kepikiran dengan Gio," balasku yah memang dari tadi yang mengganggu pikiranku adalah Gio. Apalagi sudah dari tadi aku telpon dan kirim pesan pada Bi Jum belum juga ada balasannya, dan telpon juga tidak diangkat. Rasanya aku ingin langsung pulang dan memastikan kalau anak aku baik-baik saja.


"Udah kamu jangan cemaskan Gio, dia pasti baik-baik saja. Aku akan kirimkan orang-orang aku untuk menjaga di rumah Meli. Aku akan pastikan Gio baik-baik saja. Sekarang kamu periksa, dan setelah semuanya dipastikan baik-baik saja. Kamu boleh pulang dan ketemu Gio."


Mendengar ucapan Handan, aku pun sedikit tenang dan aku pun menganggukkan kepala karena aku memang sejak tadi merasa sakit di kepala dan bagian perut serasa tidak enak sekali, seperti ada yang mengganjal. Sebelum aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Tidak lama aku pamit pada ibu-ibu yang dengan baik membantuku, aku juga tidak lupa mengucapkan terima kasih, karena sudah membantu menjaga aku dan juga barang-barang ku.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Handan yang mungkin melihat cara jalanku yang sedikit pincang. Karena luka di lutut aku meskipun sedikit, tetapi cukup mengganggu saat berjalan. Aku pun hanya mengangguk dengan lemah. Seolah memberi tahu Handan kalau aku baik-baik saja.


"Lutut ku lecet sehingga cukup nyeri buat jalan," balasku, aku yang luka bisa dikatakan ringan saja rasanya sangat sakit untuk berjalan. Bagaimana keadaan pengemudi ojek online. Aku justru semakin tidak sabar ingin tahu bagaimana kondisi pengemudi ojek yang aku tumpangi. Selain fisiknya yang luka parah motor pun sampai hancur tidak berbentuk.


"Apa kamu tadi lihat pengemudi mobilnya?" tanya Handan ketika kami sudah mulai meninggalkan lokasi kejadian kecelakaan yang membuatku sekarang tidak kerja.


Aku diam sesaat, berusaha mengingat-ingat bagaimana ciri-ciri mobil yang menyerempet ku. Mungkin karena aku yang saking syoknya saat itu aku berubah jadi bodoh. Terutama aku yang tidak kepikiran kalau aku bakal melihat kondisi mobil yang menyerempet ku.


"Aku tidak  banyak mengingat kejadian itu. Kejadiannya cukup cepat. Bahkan aku tidak sempat melihat plat mobil yang menyerempet kami. Yang aku ingat mobil itu memang seperti dikemudikan oleh orang yang mabuk. Atau bahkan masih baru belajar mengemudi. Mobil itu melaju kencang lalu melambat lagi sampai beberapa kali. Hingga tiba-tiba langsung ngegas lagi. Aku berpikir ya biasa mobil mau menyelip gitu, dan ketika aku bilang sama Pak ojol, mobil itu langsung oleng ke kiri dan menabrak kita. Aku yang memang tahu kalau motor dalam bahaya langsung loncat. Sedangkan pengemudi ojek dan motornya terseret beberapa meter mengikuti mobil."


"Aku tidak tahu sipa yang melakukan ini, tapi kalau ini ada sangkut pautnya dengan masalah yang sedang kamu hadapi. Aku pastikan tidak akan bisa lolos tuh orang." Jangankan aku yang dari tadi tidak henti-hentinya mengumpat dan menyumpahi siapa pun yang berbuat jahat terhadapku. Handan juga melakukan yang sama. Entah bagaimana cara berpikir orang itu bagaimana kalau aku yang terluka parah? Atau bagaimana kalau sopir ojek sampai tidak tertolong? Itu sudah masuk pembunuhan.


"Kenapa aku juga berpikir ke arah sana yah Dan. Apalagi kamu juga tau kan keluarga ayahnya Gio pun selalu mancing-mancing aku di facebook, mereka justru mengatakan aku dengan ucapan yang tidak-tidak menggiring opini dan lain sebagainya. Aku yakin kalau mereka pasti ada andil kejadian ini." Aku tidak asal berbicara, tapi itu yang memang aku yakini. Terlalu ketara apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, ke mana pun mereka pergi aku pastikan akan tangkap mereka."


Aku mengangguk cukup puas mendengar janji Handan. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Kini aku pun sudah sampai di rumah sakit yang sama dengan sopir ojek online. Aku langsung melakukan pemeriksaan keseluruhan tubuh. Sedangkan Handan melihat kondisi sopir ojek online. Hampir tiga jam aku melakukan pemeriksaan dari mulai luka luar yang diobati. Periksa keseluruhan tubuh takut kalau ada luka dalam.


Aku cukup bingung ketika tiba-tiba dokter meminta kalau aku menjalani rawat inap. Padahal luka aku tidak yang parah.


"Ini ada apa Dok kenapa aku harus rawat inap?" tanyaku dengan suara lirih. Dalam pikiranku hanya satu, Gio bagaimana kalau aku di opname?


"Luka ibu memang hanya luka ringan, tapi calon buah hati ibu cukup kaget dengan kejadian ini. Sehingga ibu pasti merasakan bagian perut agak sedikit nyeri kalau buat jalan kan?" jawaban dari dokter yang menangani aku pun cukup membuat aku ingin pingsan lagi.


Deg! Jantungku seperti berhenti berdetak ketika dokter mengatakan calon bayi.


"Apa artinya aku hamil Dok?" Ah, dasar bodoh kamu Tazi!! Ya kalau dokter bilang calon buah hati itu tandanya Gio akan jadi kakak.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2