
Aku melihat bibir Janah terus aja menggerutu ketika aku mengatakan kalau dia saja yang lebih baik mengangkat telpon dari Handan. Kalau ada Meli pasti aku akan minta Meli, tetapi berhubung Meli sedang ke kantin sehingga aku meminta Janah yang mengangkat telpon dari pengacaraku. Tapi biasalah Janah memang agak lain. Kadang baik banget, tapi lebih banyak ngeselin nya sih.
[Taz, aku punya berita bagus. Pelaku penabrakan kamu sudah tertangkap. Coba kamu tebak siapa pelakunya?] Suara Handan yang di loudspeaker pun masih bisa aku dengar. Janah pun mendekatkan ponsel ke arahku, dan akhirnya aku-aku juga yang bicara dengan Handan. Padahal awalnya tidak ingin ngomong sama dia, tapi penasaran juga.
[Ayahnya Gio kalau tidak keluarganya dan kalau tidak lagi ya gundiknya,] balasku dengan yakin dan aku sih sudah yakin seratus persen kalau apa yang aku katakan benar adanya. Yah, siapa lagi yang memusuhiku kalau bukan mereka.
[Memang yah tebakan kamu benar sekali. Ayahnya Gio masuk salah satu dugaan itu, meskipun pelaku utamanya adalah adiknya. Kamu tahu tidak alasan adik. ipar kamu ingin menyelakai kamu itu hanya demi harta. Aku dengernya sampai ingin siram sama jus cabe itu matanya. Bisa-bisanya hampir membuat nyawa orang meninggal dunia dan alasannya hanya karena harta ayahnya Gio takut akan kamu kuasai. Aku nggak tahu mereka itu cara berpikirnya bagaimana sih. Masa lebih sayang harta dari pada nyawa orang.]
Aku membuang nafas kasar. Padahal aku tidak pernah sedikit pun ingin menguasai harta ayahnya Gio. Bahkan aku berniat ingin mengembalikan harta yang aku bawa, tetapi belum terlaksana mereka sudah membuat masalah baru.
[Lalu untuk mereka sekarang bagaimana, apakah mereka sudah ditangkap, Ndan?] tanyaku rasanya kalau mereka tidak dipenjara aku akan tetap merasakan ketakutan yang terus menerus.
[Untuk pelaku utamanya sudah ditahan, tetapi untuk Azam polisi tidak bisa tahan karena dia tidak ada bukti ikut andil dalam masalah ini. Bisa jadi dia memang tidak terlibat, tetapi bisa jadi juga dia bersembunyi dengan menumbalkan adiknya. Karena kalau dia ikut dalam kasus ini dia bisa terjerat dua kasus sekaligus hukumannya semakin bertambah.]
__ADS_1
[Alhamdulillah, aku merasa lega ketika Handan mengatakan kalau pelaku sudah ditahan meskipun aku tetap merasa tidak tenang karena palu belum diketuk untuk gugatan perceraian aku dan laki-laki itu.
[Ya udah kalau gitu kamu istirahat lagi, aku mau lanjut ngurus laporan kamu, dan dibantu oleh perusahaan ojek online, karena korbannya bukan kamu saja. Banyak yang ikut kasus ini]
[Dan tunggu.] Aku menahan Handan agar tidak mematikan sambungan teleponnya dulu.
[Apa, masih kangen yah.] Tuh kan Handan dalam situasi seperti ini bisa-bisanya tetap ngomong yang tidak-tidak. Emang yah kalau play boy itu akan ada aja cara buat cari kesempatan.
"Huekkk ...." Janah yang mendengar godaan Handan pun langsung berlaga muntah. Jangankan Janah aku aja mau muntah.
[Wah tuh bocil satu memang resek. Tunggu aja Jan, kalau semua sudah beres gue gas meskipun turunan.] Nah kan aku malah lihatnya Handan lebih cocok dengan Janah yang selalu berantem terus.
[Gue tunggu undangannya. Awas kalau tidak buruan ngundang juga, gue datangin bawa penghulu.] Janah memang begitu geregetan banget sama Handan, di antara kami yang paling tidak pernah bisa akur dengan Handan adalah Janah, kalau Meli justru kebalikannya bicaranya selalu serius terus kalau Janah ngegas terus.
__ADS_1
[Udah ah, gue kalau ngomong sama Janah cape, dia mah nggak asik. Ngeselin.]
[Tunggu dulu, aku mau tanya kapan sidang putusan cerai aku dan ayahnya Gio?] tanyaku buru-buru.
[Senin depan,] jawab Handan singkat.
[Terus kalau ternyata ayahnya Gio ikut terlibat dengan rencana penabrakan aku apa dia bisa langsung di penjara?] tanyaku sebelum Handan menutup sambungan telepon.
[Ya jelas lah Taz, itu sudah masuk pidana, kalau pidana bisa langsung jebloskan penjara, kecuali perdata bisa penjara kalau terbukti bersalah dan denda. Makanya kamu doa aja biar Azam ikut dalam rencana itu, biar nggak usah cape-cape sidang tuduhan zina dan perselingkuhan, sudah bisa membuat dia terpenjara.]
[Tolong usut tuntas yah Handan, aku benar-benar minta tolong agar aku bisa mendapatkan keadilan.]
Aku janji tidak akan berhenti untuk mencari keadilan untuk diriku dan anak-anakku.
__ADS_1
Bersambung...
...****************...