Gang Doctor

Gang Doctor
Part 1


__ADS_3

Dokter Zack dan dokter Erthan saling berdiri berhadapan. tatapan mereka tajam dan tidak bersahabat. Bella yang berada di antara kedua pria itu merasa tidak enak dan cemas jika terjadi pertengkaran.


"Sudahlah Zack ayo kita kembali ke ruang kerjamu" kata dokter Bella seraya melingkarkan lengannya di lengan saudara kembarnya itu.


Erthan tersenyum memiringkan bibirnya. sepertinya cintanya tidak akan ia dapatkan dengan mulus.


Zack berbalik dan berjalan pergi bersama Bella menuju ruang kerjanya.


"Tidak kenal dekat tapi kau menyandarkan kepalamu di bahunya?!" kata Zack sinis sembari melirik Bella yang menundukkan wajahnya.


Bella jengah karena Zack tidak tahu jika dirinya sedang patah hati dengan Marco.


"Kau jangan menyalahkan ku Zack! ini tentu salah mu dan teman mafia mu yang brengsek itu"


"Maksud mu Marco?"


"Siapa lagi?! dia mengejar ku seperti orang bodoh lalu mencampakkan ku begitu saja setelah ia kembali harmonis dengan istrinya!"


Zack terdiam, tawa hampir menyembur dari mulutnya. ia tidak menyangka jika Bella akan patah hati pada Marco.


Zack menggaruk dagunya, ia menghentikan niatnya untuk bertanya lebih jauh tentang Erthan pada Bella.


Waktunya sedang tidak pas jika aku bertanya banyak pada Bella. baiklah akan ku tunda saja ..


"Baiklah maafkan aku, apa yang bisa aku lakukan untuk mengobati patah hati mu itu saudari ku?" tanya Zack di buat-buat semanis mungkin hingga membuat Bella semakin kesal.

__ADS_1


"Diam kau! aku tidak perlu bantuan mu!" kata Bella sembari meninggalkan ruang kerja Zack.


Zack memanggil Gio ke ruang kerjanya ia ingin tahu apakah rencana mereka berjalan lancar.


"Selamat siang tuan"


"Hmm duduklah Gio"


"Bagaimana apakah kau berhasil mengelabui dokter forensik kebanggan kepolisisan pusat itu?"


"Saya rasa begitu tuan, sejak semalam dokter Erthan ada di kantor polisi dan ia baru keluar pagi ini"


"Bagus, pantau terus dia aku ingin memberinya pelajaran agar tidak lagi ikut campur urusanku dan berani menuduh ku seperti kemarin!"


"Oh ya Gio apa kau dengar kabar terbaru Marco?"


"Tuan Marco? sepertinya ia ada di sini. Saya dengar istrinya sedang di rawat di rumah sakit ini"


"Kenapa aku tidak tahu? Sejak kapan istri Marco di rawat?"


"Saya kurang tahu pastinya tuan"


"Baiklah kau boleh pergi"


Zack terkekeh mengingat Bella patah hati. Pasti ia melihat kemesraan Marco dan istrinya di rumah sakit ini. dasar gadis bodoh sudah ku peringatkan untuk tidak jatuh cinta dia malah ngeyel!

__ADS_1


"Tapi Bella dan Lana juga sama saja kedua gadis itu pembangkang sejati!" gumam Zack sembari berjalan pergi untuk mencari tahu di lantai berapa istei Marco di rawat.


***


Di kantor kepolisian pusat tuan Benedict di tahan untuk di mintai keterangan terkait pisau yang menancap di tubuh seorang pria yang di temukan di halaman rumah Erthan.


"Saya sungguh tidak tahu menahu soal pisau itu" kata Ben meyakinkan penyidik.


"Tapi pisau itu terukir namamu"


"Tapi saya sungguh tidak tahu dan tidak ada hubungannya dengan mayat itu!" Ben nyaris frustasi menyakinkan para polisi dan dokter forensik.


Pernyataan dari dokter Erthan sudah di rilis pria itu di habisi dengan pisau yang terukir nama Benedict.


Erthan terdiam sesat kembali menganalisa karena tidak di temukan sidik jari siapapun di jasad pria itu.


"Tunggu tuan Ben apa kau kehilangan pisau itu?" tanya penyidik.


"Iya kemarin sempat ada yang membuka paksa mobil pribadiku dan sepertinya ia mencuri pisau itu dariku. Ia pasti ingi menjebakku!"


"Baiklah untuk sementara kami akan tetap menahan mu disini karena keterangan mu masih di perlukan"


Benedict mengepalkan tangannya. Satu nama yang sedang ada di benaknya. Zack Van Camont!.


Dokter Zack dia pria yang tidak hanya pintar tapi juga licik! Lihat saja akan ku keluarkan kartu As untuk melawan jebakanmu ini!

__ADS_1


__ADS_2