Gang Doctor

Gang Doctor
Part 22


__ADS_3

Pesta peresmian KanPetra hospital telah di gelar. Zack sudah tampil dengan stelan jas hitam yang mahal dan pas denga badannya. Ia terlihat memukau para tamu undangan dengan ketampanannya.


Zack di kalangan dokter dan beberapa pasien dikenal sebagai dokter yang dermawan dan baik hati. Ia tidak segan menanggung biaya berobat dan memberi pengobatan geratis pada pasiennya yang tidak mampu.


Beberapa tamu undangan Zack bahkan berasal dari kalangan bawah yang dulu pernah menjadi pasiennya.


Mobil hitam berhenti di depan gedung KanPetra keluarga Van Camont terlihat turun dari dalam mobil menuju aula. tuan Lizard bersama nyonya Lily berjalan lebih dulu menyapa para wartawan yang sudah menunggu sejak tadi. Lalu disusul Bella dan paman Tim.


"Selamat malam tuan Lizard bagaimana pendapat anda tentang pencapaian dokter Zack saat ini?" tanya seorang wartawan sembari memegang alat perekam.


"Tentu sangat bangga dengan putra kami Zack, aku tidak menyangka dia bisa melampaui diriku. Saat aku seusia dengannya aku belum menjadi apa-apa dan tidak bisa berbuat banyak untuk membantu orang lain" kata tuan Lizard.


Zack memberi kode pada paman Tim agar menertibkan para wartawan dan membawa tuan Lizard memasuki ruangan peresmian.


"Daddy kenapa terlambat?" kata Zack sembari memeluk sang ayah.


"Mommy cantik sekali..." Zack mengecup pipi ibunya yang terlihat terharu dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mommy dan daddy bangga sekali Zack" kata nyonya Lily. Kemudian giliran Bella yang memeluk dan mencium pipi Zack ia terlihat bangga dengan saudara kembarnya itu.


"Dimana Lana?" tanya mommy.


Zack melirik jam tangannya, sebentar lagi ia akan memulai peresmian dengan menggunting pita tapi Lana belum juga Tiba. Zack meraih ponselnya dari dalam saku jas dan menelpon Gio.


"Dimana Lana? Kenapa lama sekali?!" gerutu Zack di telepon.


"Sebentar lagi akan sampai tuan" kata Gio.


Telepon dimatikan Gio menambah kecepatan mobilnya. Sementara Lana terlihat diam di kursi belakang dengan penampilan yang berbeda dari biasanya.


Untuk beberapa detik Zack terdiam menikmati kecantikan istrinya dari kejauhan. Ia tersenyum simpul memandang Lana.


Kau memang pantas menjadi istri Zack Van Camont! Batin Zack dengan sorot mata kagum.


Lana menyapa para wartawan yang sudah menunggunya lalu berjalan dengan anggun menghampiri Zack. Ia menggamit lengan Zack dengan mesra dan elegan.

__ADS_1


Sementara di sudut ruangan Bella berdiri berhadapan dengan Erthan yang malam itu tidak datang seorang diri. Ia datang bersama agen Diana yang berhasil membuat Bella salah paham.


Erthan memandang Bella dengan balutan gaun berwarna hitam yang tampak elegan. Kulit putihnya terlihat bersinar dan wajahnya sangat cantik dengan bola mata berwarna kebiruan yang siap membius setiap pria yang memandang.


"Kau juga diundang?" Bella melontarkan kata-kata basa basi untuk menegur Erthan.


"Hmm Zack mengundangku sebagai ucapan terimakasihnya"


Bella melirik agen Diana yang tampak terkesima dengan Bella. wanita ketika melihat wanita lain terlihat cantik ia juga akan merasa kagum.


"Ini agen Diana yang di tugaskan di kepolisian pusat"


"Hai aku Bella Van Camont" Bella mengulurkan tangannya disambut agen Diana dengan senyum ramah.


"Nona Bella acara akan di mulai" Gio memanggil Bella agar berkumpul dengan keluarganya untuk menggunting pita .


Dengan mimik wajah tidak rela Bella meninggalkan Erthan dengan agen Diana.

__ADS_1


Zack menggunting pita di iringi tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Ia menoleh lalu mengecup bibir Lana yang berdiri di sampingnya. Tepuk tangan kembali membahana mengiringi keromantisan Zack dan Lana.


__ADS_2