
Zack membuka pintu ruang kerja dokter Eric. ruangan itu sepi hanya ada Bella disana. gadis itu terlihat meringkuk tertidur di sofa. Zack mendekati saudarinya itu dan mengusap lembut pipinya.
"Ah tidak!!" Bella mengigau dan nampak terkejut dengan sentuhan Zack.
"Bella ini aku Zack..."
"Zack?".Bella langsung memeluk Zack dan menangis di bahu saudaranya.
"Tenang Bella tidak apa-apa kau sudah aman. Ertha sudah bercerita padaku" kata Zack sembari mengusap rambut Bella.
"Aku akan antar kau pulang"
"Tidak Zack, aku sudah menelpon paman Tim biar paman saja yang membawaku pulang"
"Tapi...apa paman Tim tahu?"
"Belum paman Tim tidak tahu karena tadi aku memintanya untuk pulang setelah menurunkan ku di tempat reuni"
Aku tidak yakin jika si tua itu tidak tahu sampai sekarang, pasti dia sudah tahu dari informannya.
__ADS_1
"Baiklah tenanglah, kita tunggu paman Tim dulu"
"Zack jangan sampai Daddy tahu hal ini" kata Bella memohon. Bella tidak bisa membayangkan jika Daddy mereka tahu tentang kejadian yang menimpa dirinya .
Zack mengangguk, ia juga tidak mau ambil resiko karena Daddy bisa marah besar padanya dan paman Tim.
"Bell tapi kau sungguh tidak apa-apa?" Zack mencoba meyakinkan dirinya jika Bella memang tidak jadi di perkosa.
"Pertolongan Erthan datang tepat waktu"
Zack mengangguk, sepertinya ia memang harus bertemu Erthan secara pribadi dan mengucapkan terimakasih.
Paman Tim yang baru saja tiba di VC hospital segera mencari keberadaan Bella dan Zack. ia membuka pintu ruangan dokter Eric dengan mimik wajah yang sulit di jelaskan.
Paman Tim dan Zack saling memberi kode dengan tatapan dan anggukan kepala. Sudah jelas para bandit yang mencoba mencelakai Bella akan habis!
Sementara di kamarnya Erthan membuka kemeja dan mengompres pinggangnya yang lebam karena berkelahi dengan Jo dan gang nya tadi. Erthan mengingat betapa ketakutannya wajah Bella. ia sendiri merasa hancur melihat Bella hampir di lecehkan oleh segerombolan pria.
"Brengsek!!"
__ADS_1
Erthan menendang meja di hadapannya hingga terjatuh. ia lalu terduduk di ranjang sembari meraih kompres dingin dan meletakkannya kembali di pinggangnya yang membiru.
***
"Siapa kalian?!" Jo dan gang nya berkumpul di bar untuk menyusun siasat balas dendam dengan si tukang ikut campur alias Erthan.
Zack dan paman Tim saling pandang lalu dengan cepat menghajar Jo dan gang nya sampai babak belur dan pingsan di tempat.
"Hanya segerombolan kecoa tapi membuatku gelisah saja!" maki Zack sembari memasuki mobilnya meninggalkan paman Tim.
"Apa para Van Camont muda ini tidak bisa membuatku yang sudah tua dan uzur ini beristirahat sebentar saja?" kata pama Tim sambil mengemudikan mobilnya. ia tidak bisa membayangkan jika tuan Lizard sampai tahu hal ini.
Zack mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai di rumah. ia tadi meninggalkan Lana yang sedang tertidur di kamar.
Zack tersenyum senang akhirnya ia bisa kembali bersama Lana meski Lana belum mau di sentuh oleh Zack dan gadis itu masih menghindari Zack.
Mungkin perlu waktu untuk Lana bisa menerima semuanya dan menerima Zack kembali.
Setibanya di rumah Zack bergegas pergi ke kamarnya. ia menyelimuti tubuh Lana yang terbaring meringkuk.
__ADS_1
Perlahan Zack mengusap rambut Lana, ia rindu dengan Lana dan senang rasanya melihat Lana tertidur di ranjangnya. rasanya hampir seperti mimpi bagi Zack.
Aku berjanji padamu Lana aku akan membahagiakan mu dan menjagamu dengan baik sebagai pengganti ayahmu. mungkin saja mulai sekarang aku juga akan mencintaimu Lana.