Gang Doctor

Gang Doctor
Part 37


__ADS_3

Pesawat pribadi yang di tumpangi geng Matsumoto mendarat di bandara Narita Jepang. Bella tampak terdiam dan melamun di kursinya. Shirai yang duduk di sampingnya mengulas senyum, lelaki itu meraih tangan Bella dan menggenggamnya. Bella mendongak menatap wajah Shirai ia lalu berdiri dari duduknya berjalan mengikuti langkah Shirai menuruni tangga pesawat.


"Selamat datang di Jepang nona Bella" kata Shira tersenyum. Lagi-lagi lensung pipit terlihat manis menghiasi wajah tampan Shirai .


Bella memandang kejauhan, ia mengukir bayangan daddy Lizard, mommy Lily dan juga Zack. Pasti mereka sedang sedih karena mengira sesuatu terjadi pada diri Bella.


Kisah asmaranya bersama Erthan yang belum jelas juga akan terkubur. Bella tidak tahu apakah ia masih bisa bertemu keluarga Van Camont lagi atau tidak. Saat ini ia berada jauh dari keluarganya di negara orang asing bersama pria asing yang saat ini menggenggam tangannya.


Salju mulai turun pertanda musim dingin telah tiba di Jepang. Bella membuka telapak tangannya membiarkan udara dingin menyapu telapak tangannya.


Shirai berjalan dengan tenang sembari menggenggam sebelah tangan Bella dan memasukannya kedalam saku mantelnya. Shirai membenahi letak masker hitamnya dengan sebelah tangannya. Bella terkadang bingung kenapa lelaki itu sering sekali menggunakan masker berwarna hitam. Bella melangkah mengikuti Shirai menuju mobil yang sudah menjemput mereka. Rombongan tuan Matsumoto sudah lebih dulu di jemput.


"Mau kemana kita?" tanya Bella tanpa memandang lelaki yang masih menggenggam tangannya itu.

__ADS_1


"Pulang" .


Bella tersenyum miring sembari menghela napas hingga kepulan hawa dingin nampak dari mulutnya.


"Pulang? Rumah ku bukan disini" sindir Bella.


"Mulai sekarang disinilah rumah mu"


"Sampai kapan kau akan menahanku?"


Mobil melaju membelah jalanan kota Tokyo yang sama sekali asing bagi Bella. Warna putih mulai menutupi sebagian jalan dan pepohonan. Bella menatap keluar kaca mobil. ia rindu daddy, mommy, Zack, paman Tim dan semua keluarganya. Air mata Bella meleleh ia tidak bisa menahannya.


Shirai terlihat tenang duduk memandang ke depan seolah ia tidak perduli dengan kesedihan gadis disampingnya. Cintanya penuh dengan paksaan. Ia menyukai Bella tanpa peduli gadis itu membalas perasaan cintanya atau tidak.

__ADS_1


***


Keluarga Van Camont berkumpul membahas rencana pencarian Bella. Sejak tadi daddy Lizard terlihat murung karena putri kesayangannya telah menghilang. satu hal yang membuat tuan Lizard sedikit lega adalah Zack yakin jika Bella masih hidup.


"Apa ada kemungkinan pria itu membawa Bella ke Jepang?" tanya mommy Lily.


"Itu bisa saja terjadi nyonya, saya sudah melacak para gengster itu mereka telah kembali ke tempat asal mereka" kata Tim yang sejak tadi berdiri gelisah.


"Seharusnya kemarin saat bertemu pria itu di kantor polisi aku menembaknya saja!" Zack berdiri dari duduknya terlihat gusar.


"Hentikan emosimu itu Zack! Itu hanya akan memperburuk keadaan!" kata mommy Lily.


Tuan Lizard yang sejak tadi hanya terdiam, ia mengingat para Yakuza itu bukanlah mafia sembarangan. Mereka terorganisasi dengan baik dan kuat. Cukup sulit untuk mengalahkan mereka apa lagi sekarang dirinya sudah bukan bos mafia seperti dulu lagi.

__ADS_1


"Sayang..." nyonya Lily menyentuh bahu tuan Lizard.


"Aku ingin ke kamar" tuan Lizard melangkah pergi meninggalkan diskusi keluarga Van Camont. Ia bukan tidak peduli pada putrinya tapi ia perlu waktu untuk menyendiri mencari ide menyelamatkan Bella.


__ADS_2