Gang Doctor

Gang Doctor
Part 5


__ADS_3

Tim mendatangi sebuah club malam yang sedang ramai pengunjung. Ia mencari keberadaan Gio karena sesuai informasi anak buahnya, mereka melihat Gio sedang minum disana dengan wajah babak belur.


"Apa kau melihat pria muda ini?" Tim memperlihatkan foto Gio dari ponselnya pada pelayan club malam.


"Oh dia tuan Gio, sudah pergi satu jam yang lalu"


"Kau tahu kira-kira dia kemana?"


"Maaf saya tidak tahu tuan"


Tim keluar dari club dan bergegas pergi dengan mobilnya. Di apartemennya Gio juga tidak ada.


Ponsel Tim berbunyi ada telepon dari anak buahnya mereka berhasil menemukan Gio di sebuah rumah tua.


Tim bergegas menuju lokasi keberadaan Gio. Ia tiba di rumah tua itu dan mendapati Gio sedang meringkuk di lantai.


"Kenapa kau malah disini? Apa kau tidak tahu jika tuan mu sedang berjuang hidup dan mati?"


Gio terkejut dan langsung bangkit begitu melihat Tim ada di hadapannya.


"Paman? Bagaimana anda bisa kemari?"


Gio sadar itu adalah pertanyaan bodoh, jelas mudah saja bagi seorang Timoti menemukan keberadaan dirinya di manapun.


"Bagaimana keadaan tuan Zack? Maafkan aku paman aku tidak bisa pelindungi tuan Zack! Aku merasa malu dan bersalah" kata Gio penuh penyesalan.

__ADS_1


"Tuan muda sudah sadar dia terus mencari Lana, apa kau bisa berguna sedikit saja? Jika iya maka bangun dan tunjukan aku dimana keberadaan Lana sekarang!"


Tim sudah habis kesabaran. ia tidak membayangkan jika Gio bekerja untuk tuan Lizard pasti keningnya sudah di lubangi dengan amunisi.


Gio mengganti bajunya dengan kemeja hitam, ia ikut pergi bersama paman Tim ke markas Benedict.


Di dalam mobil Tim mendengarkan dengan seksama penjelasan Gio tentang siapa Benedict dan apa hubungannya dengan Zack dan Lana.


"Jadi Zack yang sudah membu*uh ayah Lana?!"


Gio mengangguk pasrah memang itu kenyataan yang ia ketahui tentang tuannya.


"Apa pernikahan Zack dan Lana karena alasan itu?" tanya Tim curiga.


"Saya tidak tahu paman tapi sepertinya memang tuan Zack menikahi nona Lana adalah untuk membantunya mendapatkan perusahaan peninggalan ayah nona Lana"


Tidak berapa lama mobil Tim tiba di markas Benedict.


"Ini yang kau bilang markas Benedict?" Tim memandang sebuah rumah mewah dengan pagar menjulang tinggi.


"Benar paman saya rasa nona Lana di bawa kemari"


"Baiklah ayo kita beraksi!" Tim memberi isyarat pada anak buahnya dan juga Gio untuk bersiap dan segera keluar dari dalam mobil. Di dalam markas itu semua bisa saja terjadi. Baku hantam atau tembak menembak karena itu setiap orang memegang senjata berupa senpi.


"Gio tugas mu adalah menemukan Lana dan bawa dia pergi secepatnya. Untuk pria bernama Benedict itu biar dia menjadi urusan ku"

__ADS_1


"Baik paman"


Tim mengepung Benedict saat pria itu sedang makan pagi. Anak buah Benedict sudah menghalangi dan mereka siap untuk baku hantam.


"Siapa kalian?!" tanya Ben dengan nada keras dan marah karena markas pribadinya di datangi tamu tidak di undang.


"Apa kau yang sudah menembak Zack Van Camont?" tanya Tim santai sembari mengusap senpi laras panjangnya dengan saputangan.


"Aku juga ingin melubangi punggung mu dengan senapan ini sepertinya itu imbalan yang setimpal untukmu"


"Dokter licik itu sudah membun*h kakak ku dan dia juga berani menjebakku hingga aku di tahan di kepolisian pusat" kata Ben membela diri. ia merasa kali ini musuhnya bukanlah orang sembarangan. Ben menatap cara Tim memegang senjata dan mentalnya yang terlihat tenang. Sepetinya lawannya sungguh profesional.


"Aku tidak peduli dengan alibi mu karena tuan Lizard meminta ku untuk melubangi punggungmu sama seperti kau melukai anak kesayangan nya!"


"Apa maksud mu?! Kau kira semudah itu melukai ku?!" Ben memberi isyarat anak buahnya untuk menyerang. Dengan satu tendangan Tim berhasil membuat Ben terjengkang dan ia menodongkan senjata laras panjang tepat di kening Ben.


"Jika aku tidak mendapat punggungmu maka tidak masalah jika aku dapat keningmu...." Tim tertawa dingin. Usianya tidak mempengaruhi peformanya sebagai mantan mafia andalan.


"Maafkan aku, baik aku menyerah akan kuserahkan Lana padamu tapi jangan harap ia akan memaafkan Zack!"


"Dimana gadis itu?" tanya Tim santai.


"Dikamar di lantai dua, aku sudah menyerahkan Lana jadi bebaskan aku" kata Benedict memohon.


"Membebaskan mu begitu saja? baiklah..."

__ADS_1


Dor!


Sekali Tim melepas tembakan Benedict diam tidak bergerak.


__ADS_2